Kamis, 01 Desember 2016

Kisah Bos dari Neraka


Dalam hampir setiap tulisanku beberapa bulan terakhir, sedikit banyak ada membahas sesosok makhluk yang membuatku tidak nyaman bekerja sampai akhirnya membuatku memutuskan untuk mundur dari kantor.

Kisah makhluk ini ternyata cukup menarik bagi sebagian besar pendengarnya, sebagian kecil memaksaku untuk menulisnya menjadi sebuah buku. Hal ini membuatku berpikir bahwa aku memang berhutang penjelasan bagi kalian para pembaca setia blog ini, karena itu aku menceritakannya dalam tulisan ini.

Rabu, 30 November 2016

November Perpisahan dan Pelajaran





Masa lalu akan tetap jadi masa lalu, masa kini akan jadi masa lalu,
Masa depan akan segera menjadi masa kini karena itu bawa yang tersisa dan terus melangkah.
- Ron, mantan anak kost

Boleh dikatakan bulan ini menguras baik mental maupun fisikku, masa-masa anak kost berakhir dan kini aku kembali ke rumah dan menikmati masakan rumah.

Selama kurang lebih dua minggu terakhir kugunakan untuk beristirahat dan bersiap untuk berangkat ke tempat kerja baruku di Riau, tepatnya Rokan Hilir. Sudah lama aku tidak melakukan perjalanan panjang menggunakan bus, kali ini aku akan menempuh perjalanan sekitar 9 jam.

A-Thiam Tour ke Jerusalem

A -Thiam ikut Istrinya yang cerewet, ketus, pelit dan antik, ia gabung rombongan-gereja tour ke Jerusalem.

Disana tiba-tiba istrinya sakit, beberapa jam langsung meninggal .

Pengurus Rumah-Duka berkata : "Bisa pilih, bawa-pulang jasad-istri ke Indo, biaya US-$ 25.000.-

atau : makamkan aja di Tanah-Suci Jerusalem  dekat Gua Makhpella biaya total US-$ 150.- . "

Tapi putusan A-Thiam : "Bawa-pulang Jenazah Istri ke Indo ! .
Urus semua prosedur nya !!"

Pengurus Rumah Duka nya heran dan bertanya: "Jangan kau jadi terlalu romantik ! Logis-logis aja!"

"Kenapa kau pilih mesti buang-biaya besar buat bawa pulang almarhum istrimu ? Toh di Indo, juga dia akan dikubur?

 Biar praktis, cepat dan murah, kan lebih-baik kalo dimakamin di sini aja ?"

Jawab A Thiam : "Aku dengar disini dulu ada yang meninggal dan dimakamkan di tanah ini, tapi abis 3 hari, dia lalu bangkit lalu hidup lagi.

Aku sih nggak mau resiko! Kalo dia bener bangkit lagi, gimana aku bisa.....kawin lagi?

Sudahlah ; aku dah capek sama dia, bawa pulang aja !!"    =)) (•̯͡.•̯͡ ♒ђåª•ђåª•ђåª♒ (•̯͡.•̯͡ =))


Curhat Pendek - Pada Akhirnya

Pada suatu sore..

"Ron, dia bilang kau orang yang menyenangkan dan dia senang berbincang denganmu, kenapa kamu terlihat tidak senang?"

"Jangan terlalu senang jika seseorang mengatakan dia menyukaimu atau sesuatu darimu, pertanyaannya adalah sampai kapan? Karena setiap orang berubah kawan, ketika dia berubah apakah perasaannya masih sama?"

Hal Kecil yang Menjadi Kenangan dari Kantor



Saat berbincang dengan seorang sahabat sambil minum teh, aku bercerita tentang keinginanku untuk menulis lagi namun karena sudah lama tidak menulis di laptop, rasanya cukup canggung karena memang yang paling berat selalu langkah pertama.

Aku bercerita bahwa pengalaman buruk di kantor yang beberapa waktu kualami masih mengikuti, membuat hatiku masih cukup gelisah. Bagaimanapun semuanya tidak selesai sebagaimana harusnya. Sahabatku kemudian menyarankan sebaiknya aku mengingat hal-hal yang menyenangkan saja lalu menulisnya.