Minggu, 26 Oktober 2014

Menulis - Sebuah Hobi, Passion atau Impian?

http://www.hdwallpaperspics.com/wp-content/uploads/2012/12/feather-pen3.jpg 
Menulis adalah seni berkomunikasi yang dapat menyentuh banyak orang

Berapa banyak orang yang senang menulis? Kita bisa katakan banyak. Berapa banyak dari mereka yang konsisten melakukannya? 

Saat ini kegiatan menulis menjadi lebih populer, berkat adanya blog, sosial media dan juga tingginya minat menulis sebagai karir.

Awalnya sangat sedikit orang yang berniat menjadikan menulis sebagai sebuah tumpuan hidup, sebagai karir. Sebuah fenomena sedekade lalu merubah persepsi itu, lahir seorang penulis wanita yang menjadi salah satu orang terkaya di Inggris berkat novel seri fantasy miliknya yang begitu mendunia. Ya, penulis itu adalah JK Rowling dengan Novel Harry Potternya.

Di tanah air Indonesia ini pun segera banyak penulis yang terinspirasi oleh JK Rowling, mereka mulai menulis novel dengan genre fantasy juga. Begitu banyaknya sampai beberapa penerbit tidak ingin menerima naskah fantasi akibat hal ini.

Tidak lama setelah itu, banyak penulis lokal yang juga menjadi sukses berkat karya-karyanya. Kita sebut saja Laskar Pelanginya Andrea Hirata, Penulis muda sukses Raditya Dika dengan buku komedinya, Dewi Lestari, Tere Liye, dan masih banyak lagi penulis best seller yang muncul kepermukaan.

Ini membuat banyak sekali anak-anak muda menginginkan nasib yang sama dengan penulis-penulis itu, sukses dan menghasilkan banyak uang.

Untukku sendiri menulis bukanlah hal baru, sebenarnya jauh sebelum populernya Harry Potter dan penulis di tanah air, aku sudah punya mimpi memiliki buku dengan namaku sebagai penulisnya, itu impian sederhana dari para pecinta buku. Ketika anda sangat senang membaca, keinginan memiliki buku sendiri itu pasti akan muncul.

Saat ini aku memang menulis agar bisa diterbitkan oleh salah satu penerbit besar di Indonesia. Sebelumnya bagiku menulis hanya sebuah hobi, sarana mengeluarkan pendapat atau hanya kepuasan pribadi.

Aku suka membuat ebook, untuk digunakan kalangan sendiri. Menyusun materi dan menulis serta membuat layout sebuah buku merupakan hal yang menyenangkan, ketika karyamu dibaca orang lain dan mereka menyimpan karyamu dengan baik, walau kau tidak dibayar untuk itu, ada kepuasan tersendiri di dalamnya, Mungkin alasan inilah banyak sekali Penulis yang lebih suka Self-Publish atau Print On Demand.

Yang sering kulihat adalah konsistensi seorang penulis, terutama di Indonesia sangat rendah. Banyak penulis best seller yang hanya menelurkan satu atau dua karya kemudian tenggelam. Mungkin karena mereka tidak menjadikan menulis sebagai sebuah pekerjaan. Begitu juga banyak blogger, yang sudah sangat terkenal. Awalnya mereka sangat rajin menulis artikel mereka, tetapi ketika mereka sudah berhasil, mereka akan jarang sekali mengupdate blognya. Ya, pasti karena kesibukan barunya.

Salah satu penulis yang membuatku takjub dengan konsistennya menulis adalah Agnes Jessica, ketika membaca karya beliau aku menyadari bahwa dunia tulis menulis Indonesia tidak sama lagi. Buku-bukunya yang mengandung keseriusan dan spiritualitas dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Hal itulah yang membuatku memberanikan diri menulis karya dengan genre tersebut, Slice of Life.

Aku sempat cukup lama meninggalkan dunia menulis, pertama kali aku suka menulis adalah ketika duduk di Kelas 5 Sekolah Dasar, dan saat itu aku belum menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar sehingga tulisan tersebut hanya dimengerti oleh teman-temanku saja.

Tulisan pertamaku kutorehkan di sebuah buku tulis, dengan judul Pulau Hantu. Itu bercerita tentang 4 anak SMP yang pergi rekreasi dengan Ayah salah satu anak tersebut. Mereka berlibur di sebuah Villa yang berada di salah satu pulau tidak berpenghuni, kemudian terjadi badai pada malam pertama mereka disana. Badai itu berhasil menyapu kapal mereka dan akhirnya mereka tidak bisa keluar dari pulau itu. Saat itu ada hantu perempuan yang menganggu mereka, dan pada endingnya diketahui bahwa perempuan itu adalah seorang gadis yang dibunuh oleh Ayah salah satu anak SMP itu.

Buku yang kutulis akhirnya menjadi populer, dan dibaca anak-anak dikelas. Ketika guru SDku tau dan membaca hal tersebut, dia memarahiku dan memintaku berhenti menulis hal tidak bermoral seperti ini dan tulisanku merusak anak-anak lain.

Hal itu menjadi sebuah guncangan batin untukku, sejak saat itu aku menjauhi dunia tulis menulis. Padahal saat itu aku memiliki sangat banyak ide untuk menulis, teman-temanku juga memintaku untuk menulis lagi tapi aku menolaknya. Setelah kuingat, entah darimana aku dapat ide untuk menulis cerita seperti itu saat di usia begitu muda.

Setelah saat itu, aku seperti memiliki phobia menulis. Saat SMP aku sangat jarang menulis catatan, bahkan saat SMA aku berhenti untuk menulis catatan pelajaran, aku hanya mengandalkan buku panduan dan hapalanku saat Guru menjelaskan.

Berkat mengenal blog, aku mulai terpacu untuk menulis lagi. Sedikit demi sedikit. Aku bisa menulis dengan normal lagi, walau kali ini aku lebih suka menulis hal yang non-fiksi dan bersifat menambah pengetahuan serta pengembangan diri.

Dua tahun terakhir, aku harus berhenti menulis sama sekali bahkan membaca yang menjadi kegiatan rutinku juga berhenti. Blog ini membuatku belajar untuk menulis lagi, mencintai menulis.

Aku sedang menulis beberapa novel sekaligus, di pikiranku novel ini telah selesai tetapi tidak mudah mengeluarkannya dalam bentuk tulisan di kertas word yang putih itu. Selalu ada kendala, seringkali waktu atau situasi yang tidak tepat. Aku berusaha untuk membuat menulis menjadi senyaman mungkin, menjadi sebuah keseharian.

Aku telah menulis di blog ini selama beberapa hari, dan efeknya sangat baik. Walau ada hal yang berusaha membuatku menjauh dari menulis, atau menunda. Pelan-pelan aku akan mengalahkannya, menjadikan menulis sebagai sebuah bagian hidupku, Lagi.

Jadi apakah menulis sebuah Hobi, Passion atau Impian?
Hobi, Ya dia adalah hobiku dan juga membaca.
Passion, Saat ini sedang kucari kembali hal tersebut.
Impian, Ya suatu hari aku ingin buku-buku tulisanku dapat terbit dan beredar, memberi sesuatu dalam hidup pembacanya, menjadi bagian dari mereka. Itu akan menjadi Legacy ku.

Bagi kalian yang juga senang menulis, mari kita saling berkomunikasi melalui blog ataupun media lainnya ya. Kuharap kita bisa jadi teman sharing dan teman baru :)




2 komentar:

  1. Mirisss yaa.. Harusnya guru SD itu membimbing kalau tau muridnya berbakat. Saya pernah kesal dengan guru anak saya, krn dia menganggap anak saya aneh dan berkata langsung dihadapannya. Syukurlah kalau Ron bisa bangkit, semangat dan punya mimpi lagi... semangat menulis yaa..

    BalasHapus
  2. Kak Tia : Sudah sangat sedikit Guru yang punya passion sebagai guru, apalagi zaman sekarang. Iya pasti semangat nulisnya, Terimakasih kak :)

    Memang ad bbrp genre yang belum saya sentuh lagi sejak saat itu. Tapi suatu hari pasti :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)