Kamis, 23 Oktober 2014

Rayap oh Rayap : Serangga Kecil yang Memusingkan

http://static.tumblr.com/982a0b7174fc04910a1a473d498fd7b0/5oe3dsc/Weon2tkgn/tumblr_static_yoshiifreakingout.jpg 
Ketika melihat rayap di lemari buku

Sejak tahun 2010, Aku memulai tekad untuk mencintai semua makhluk. Sejak saat itu, binatang apapun berusaha aku kasihi. Semut, nyamuk bahkan kecoa sekalipun berusaha tidak kusakiti.

Tidak ada yang kekal dan ketika aku berpikir latihan mengasihiku sudah baik, Alam memberitau aku salah dengan caranya sendiri.




Suatu siang yang cerah, saat aku sedang membereskan buku-buku yang aku telah selesai kubaca. Memang beberapa bulan sekali, aku akan mengemas buku-buku yang telah kubaca dan kupahami isinya ke lemari buku yang terpisah. Koleksi buku yang banyak membuatku kesulitan jika sewaktu-waktu harus mencari salah satu buku yang pernah kubaca jika tidak kususun dengan rapi.

Aku sendiri punya beberapa tempat penyimpan buku terpisah, Novel Fiksi memiliki tempatnya sendiri. Buku Pengetahuan, Ilmu Pasti dan Ilmu Terapan punya penyimpanannya sendiri begitu pula dengan Buku-Buku spiritual. Lemari buku paling besar digunakan untuk menyimpan Buku Umum, seperti pengembangan diri, dan keilmuan yang bersifat skill. Saat ini, buku jenis inilah yang paling banyak kukoleksi.

Ketika buku-buku sudah kususun rapi dan siap kubawa ke lemari buku umum, perasaanku tiba-tiba tidak enak karena lemari itu mengeluarkan bunyi asing yang tidak pernah kudengar sebelumnya. Lemari itu sendiri sudah tidak kubuka hampir selama dua bulan, karena kesibukan lain.

Begitu aku membuka pintu lemari itu, raut wajahku kurang lebih seperti ilustrasi di atas. Aku melihat begitu banyak rayap sedang mengerogoti koleksi buku kesayanganku. TIDAKKK! Hanya itu yang bisa kulakukan saat itu, menjerit seperti wanita.

Ini pasti mimpi buruk, aku masih membeku memandang lemari buku itu. Rayap-rayap itu dengan santainya membangun istana mereka ditumpukan buku-buku milikku, terlihat begitu banyak gundukan kecolkatan seperti pasir yang mengeras. Ya, seperti rumah semut.

Jadilah aku mulai membereskan mereka, aku mengambil kardus, peralatan pembersih dan juga racun serangga. Satu per satu buku yang masih bersih dari serangan rayap segera aku evakuasi, Ada sekitar 50 buku yang terindikasi serangan rayap.

Perlahan-lahan aku bersihkan dan lihat apakah masih bisa tertolong buku-buku tersebut, setiap kali aku mengambil buku, kulihat dengan teliti, seperti seorang dokter yang memeriksa pasien. Jangan sampai ada buku yang terhinggap rayap. Karena satu rayap yang tersisa, maka anda akan melihat ribuan lagi mereka dimasa mendatang.

Perasaan ini seperti sedang menghadapi virus zombie, versi buku tentunya. Ketika aku sedang membersihkan buku dari pasir-pasir dan geliatan rayap, aku merasa sedang melakukan operasi bedah. Memastikan tidak ada rayap yang masih menempel, setelah hampir 2 jam. Aku berhasil menyelamatkan sebagian besar buku, 5 Buku tidak tertolong, dan 14 buku menjadi cacat.

Rasanya seperti ingin menangis, buku-buku ini sudah seperti anakku sendiri-karena tidak punya anak dan belum menikah hanya bisa menerka- Mereka seolah diambil dengan tidak adil dariku.

Rayap-rayap ini juga benar-benar kejam, mereka bahkan tau buku mana yang harganya mahal. 5 buku yang tidak bisa diselamatkan 2 diantara sudah tidak dijual lagi, dan total kerugianku hampir 500 ribu rupiah. Untuk ukuran tubuh sekecil itu, mereka benar-benar menghabiskan makanan jumlah yang banyak!

Beberapa waktu kemudian, aku baru menyadari bahwa asal rayap itu adalah salah satu buku bekas yang kubeli secara online. Buku itu juga yang menjadi salah satu dari 5 buku yang tidak selamat.

Rayap selalu datang lagi, kebanyakan cara membasmi rayap yang ada di internet bersifat pencegahan atau kasus ringan tetapi jika anda mendapat kasus berat seperti saya, ini tips yang bisa aku berikan.

Cara efektif yang berhasil menghentikan pengembang biakan rayap di lemariku adalah pertama-tama mencuci tempat kejadian dengan air garam, terutama jika itu furniture dari kayu. Pastikan air garam cukup meresap. Jika ada lubang yang dibuat oleh rayap, tambal dengan lem kertas, tunggu lem itu hingga kering dan mengeras.

Kedua sebarkan tembakau di tempat kejadian, karena aku tidak merokok, aku harus meminta beberapa batang rokok dari teman, kemudian mengeluarkan tembakaunya dan disebar, setelah tembakau disebar, lemari yang tadinya masih berbunyi suara rayap menjadi tenang. 

Ketiga taburkan garam dapur, Rayap bekerja 24jam sehari, 7hari seminggu, dan 54minggu setahun. Mereka sepertinya tidak pernah berhenti, untuk memastikan mereka mati kehabisan makanan, aku menebarkan garam dapur di tempat kejadian dan sekitar lemari tersebut. Benar saja, karena bau tembakau itu rayap pada keluar dari lemari dan berusaha mencari tempat lain. Dua hari setelah aku menabur garam, banyak rayap yang mati disekitar lemari karena bersentuhan dengan garam dapur ini.

Semoga pengalaman yang kurasakan tidak perlu pembaca rasakan ya.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)