Jumat, 21 November 2014

Diary : Bahasa Sebuah Kelemahan yang Kulalui

 
Language is not my strong point


Bahasa Asing selalu menjadi masalah untukku, sejak dulu aku selalu kesulitan mempelajari bahasa, bahkan Bahasa Indonesia.

Aku tumbuh besar di lingkungan yang dominan memakai bahasa melayu sebagai percakapan sehari-hari. Tidak, bukan bahasa melayu seperti film-film malaysia yang tercampur Bahasa Inggris, ini benar-benar bahasa melayu yang kental.

Para Guru di sekolah juga senang memakai bahasa daerah, seperti bahasa dayak (ada beberapa macam), batak, jawa dan sebagian besar melayu. Ini menyebabkan nilai Bahasa Indonesiaku selalu buruk, kami selalu merasa bahasa indonesia adalah hal yang tidak penting.

Banyak yang tidak percaya ketika aku bercerita seperti ini, untuk bisa berbicara Bahasa Indonesia yang baik dan formal butuh proses yang tidak sebentar. Aku lebih dulu menguasai Bahasa Inggris dengan fasih.

Menurutku belajar bahasa adalah hal yang sulit karena dia butuh dua hal, yaitu keinginan yang kuat dan konsisten. Bahasa Inggris sendiri dapat kukuasai dengan baik berkat film dan lagu serta sebagian besar adalah Game.

Ketika ada kata-kata yang tidak kumengerti di dalam Game, Film atau Musik aku akan segera membuka kamus, kemudian aku menyadari bahwa ada grammar dalam bahasa. Maka aku mulai mempelajari Grammar selama satu tahun.

Belajar Bahasa Indonesia lebih sulit, ironisnya memang demikian. Lingkungan yang tidak menggunakan bahasa Indonesia, dengan logat yang berbeda juga. Kami yang berkomunikasi dengan Bahasa Melayu biasanya bercakap-cakap dengan kecepatan tinggi, terkesannya kami ini adalah rapper atau bawel, bukan demikian kami memang terbiasa berbicara dengan tempo yang cepat seperti tidak mengambil nafas.

Hal itu menyebabkan ketika kita berusaha bercakap-cakap dengan Bahasa Indonesia yang baik dan formal menjadi terkesan bertele-tele. Ini yang membuat rendahnya minat belajar siswa terhadap Bahasa Indonesia di daerahku.

Semua itu berubah sejak SMP, ketika aku bertemu seorang pengajar yang mungkin sudah sangat langka di Indonesia. Seorang Guru yang sudah tua, kolot dan killer mengajar Bahasa Indonesia. Cara mengajarnya yang sangat keras, membuatnya Guru yang paling disegani di sekolah. Ke sekolah dengan Vespa tuanya, rambutnya yang sudah memutih tidak menurunkan semangat mengajarnya.

Semua murid yang pernah di ajar beliau pasti akan sangat mengingat beliau, cara mengajarnya yang unik mungkin hanya bisa ditemui di film-film saja, tetapi dia benar-benar mengajar kami dengan cara demikian. Dia sangat peduli dengan para muridnya, sepenuh hati dan tulus. Pak Parjo, nama yang sangat melegenda di kotaku, sudah banyak murid-muridnya yang berkeluarga tetapi tetap menghormatinya.

Biasanya aku selalu kabur ke UKS, ketika pelajaran yang menurutku membosankan. Khusus pelajaran beliau, aku selalu berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi. Anehnya dia selalu berhasil menemukanku, karena ukuran badanku yang ekstra membuatnya mudah menyadari ketidak hadiranku di kelasnya.

Selama enam bulan pertama dia mengajarku, aku selalu lari. Semakin dia keras, semakin aku memberontak. Guru lainnya biasanya tidak dapat berbuat banyak ketika aku melakukan hal yang aneh, karena seaneh-anehnya kelakuanku, aku selalu berprestasi dikelas.

Suatu hari dia menyeretku ke ruang Guru, dia memperlihatkanku sebuah rekaman. Hari itu hidupku berubah, beliau mempelihatkan salah satu rekaman pidato Presiden pertama kita, Pak Soekarno.

Kalian semua pasti mengenal Presiden Soekarno, apalagi dia adalah cetakan kertas yang paling dicari di Indonesia, Ya uang seratus ribuan tetapi berapa banyak dari kalian yang pernah melihat pidato beliau?

Dalam sebuah rekaman hitam putih, dengan suara yang tidak terekam dengan baik. Beliau bisa membuatku begitu merinding dengan kekuatan pidatonya, bukan hanya nada dan teknik komunikasi beliau. Pemilihan kata dan tata bahasa beliau sangat luar biasa. Hari itu, Guruku mengatakan hal yang tidak pernah bisa kulupakan, "Suatu hari, ketika kamu menjadi pemimpin. Kemampuan komunikasi harus didukung dengan Bahasa yang baik, suara kamu bukan suara penyanyi, tetapi suara yang bisa mempengaruhi banyak orang."

Beliau bersikeras mengajar diriku, karena merasa melihat potensi itu. Saat mendengar itu, aku kemudian benar-benar mempelajari Bahasa Indonesia dengan baik, hingga benar-benar memahaminya. Seperti tulisanku sebelumnya tentang kekuatan kata-kata, tentu baik lisan maupun tulisan komunikasi yang baik harus menggunakan bahasa yang tepat.

Setelah itu, belajar bahasa masih tidak mudah. Hal yang sama terjadi kembali saat mempelajari Bahasa Mandarin, selama 6 tahun belajar Bahasa Mandarin di SMP dan SMA, aku hanya bisa menghapal 5 baris kata saja. Aku merasa benar-benar merasa tidak berbakat belajar bahasa karena itu.

Setahun setelah aku lulus dari SMA, aku ditawarkan untuk belajar Mandarin dari seorang guru yang sudah sangat senior, Lao Shi ini sudah seumuran dengan Kakekku, bedanya Lao Shi masih hidup dan berjalan dengan segar.

Ketika beliau mengajarku, hanya dalam waktu 3 bulan saja, aku mendapat kemajuan pesat dalam Bahasa Mandarin. Saat itulah kusadari, mempelajari Bahasa kadang bukan sebuah kelemahan ketika kita tidak dapat segera mengerti. Itu semua lebih terletak di cara belajar dan mengajar.

Hal ini juga menjadi pedomanku dalam mengajar atau melakukan pelatihan, ketika ada murid atau peserta yang tidak mengerti apa yang kusampaikan, aku tidak pernah berpikir mereka tidak mampu atau bodoh. Itu adalah kesalahku sebagai pengajar yang belum mampu menyampaikan dengan baik. Aku berharap pengajar manapun yang membaca tulisanku, baik pengajar formal di Institut Pendidikan ataupun non-formal seperti Kursus, Trainer, Coach. Dapat mengingat hal ini, bahwa tidak ada murid yang buruk, hanya ada Guru yang tidak bijak.

Saat ini aku mendalami Bahasa Mandarin, Jepang, Korea, dan Thailand. Aku juga masih meningkatkan kemampuan Bahasa Inggrisku, menurutku belajar bahasa adalah sebuah investasi yang baik.

Jika blog kalian berisi tentang tutorial atau materi Bahasa tertentu, ayo berbagi disini ya. Bagi yang merasa belajar bahasa itu sulit, jangan patah semangat ya. Tetap Semangat!

2 komentar:

  1. saiaa pak..saia termasuk yang merasa belajar bhs itu sulit...terutama bhs inggris :( im not confident in speaking english pak..takut2 kalau grammar nya salah..merasa anxietas jika spell nya amburadul..tp saya hanya mampu pasif pak..krn mungkin ditunjang dgn sering baca textbook/journal in english ya pak...saya nggak tau apakah otak saya yg atrofi atau gmn, hehehe...skrg vocab saya menurun drastis..dulu saat smp/sma saya sering menulis diary pake bhs inggris, jd makin terlatih..tp skrg koq agak berat bgt mau ngeblog pakai bhs inggris ::)

    BalasHapus
  2. Coba saja dengan terbiasa present tense, past tense dan future tense. Jika sudah mahir baru mulai kuasai tenses lainnya satu persatu. Untuk Pronunciation atau spelling dapat dibiasakan melalui mendengar, kan banyak film berbahasa inggris atau musik :)
    Kalau untuk vocab bisa dengan latihan seperti ini. Lihat setiap benda yang ada di ruangan, kemudian mulai menyebutkan bahasa inggris dari benda itu dalam hati. Jika ada yang tidak diketahui, segera cari dikamus. Nanti baru ke arah tindakan-tindakan dan kata sifat :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)