Minggu, 23 November 2014

Diary : Suara Hati - Inner Voice

http://fc06.deviantart.net/fs71/f/2013/043/b/f/_aph_icon__angel_chibi_devil_by_namioki_chan-d5uo9ok.png 
Manusia selalu memiliki dua sisi, dan salah satunya menang


Pernahkah kalian melihat di sebuah film atau komik adegan dimana sang tokoh menjadi bimbang saat harus memilih kemudian muncul malaikat dan iblis di pundaknya? Fenomena ini disebut Shoulder Angel atau Inner voice.

Belakangan ini, kebanyakan dilakukan sebagai bentuk komedi. Dulunya, adegan ini digunakan untuk mendramatisir sebuah adegan.

Mungkin sebagian besar ini hanya terjadi dalam dunia fiksi, bagi yang mengalaminya mungkin hanya mendengar suara-suara di dalam kepalanya. Bagiku hal itu berbeda.

Aku bukan orang yang sulit dalam mengambil keputusan, aku bisa memutuskan sesuatu dengan cepat. Tentu saja tidak setiap saat aku bisa demikian, kadang ada pilihan sulit yang harus kuambil. Kebiasaanku adalah ketika harus memilih satu dari dua hal yang sulit, aku akan memejamkan mata.

Ya, aku memejamkan mata untuk meningkatkan konsentrasi dan kekuatan berpikirku. Pada saat ini akan muncul visualisasi, dengan visualisasi ini aku mulai melihat kemungkinan-kemungkinan di masa depan. Terkadang ketika hal yang dipikirkan tidak terlalu penting, hanya karena alasan mendesak saja harus cepat memutuskan maka yang tervisualisasi adalah hal yang mengelikan.

Pertama-tama akan muncul diriku yang lain, si jahat. Tebak dia seperti apa? Berpakaian apa?

Kebanyakan berpikir dia persis diriku, kemudian ada tanduk merah dan ekor. Kemudian berpakaian serba hitam, bagi yang berpikir tersebut Selamat, anda salah.

Si Jahat ini muncul dalam bentuk diriku yang lebih kurus, kadang aku berpikir apa aku harus jadi jahat untuk kurus? Hehe. Dia selalu memakai pakaian yang mengelikan, dia tau aku lemah saat sedang tertawa. Dia akan muncul dengan pakaian yang unik, entah aku sedang memakai speedo, kaos V-neck dan pakaian lainnya yang tidak akan pernah aku gunakan.

Di sisi lain, si baik selalu muncul terlambat. Dia selalu hadir dengan pakaian yang sama, penampakannya juga selalu seperti cerminan diriku. Dia selalu memakai kemeja putih, dasi biru dan celana panjang hitam. Dia selalu membawa koper yang tidak pernah dibukanya.

Mereka sering berdebat, tetapi terkadang setuju untuk beberapa hal. Beberapa contoh kejadian suara hati ini muncul.

Ketika melihat wanita cantik

Si Jahat : "Ayo sana, minta nomornya!"
Aku : "Hmph! Tidak semudah itu kau membujukku, Jangan kalah suara baikku!"
Si Baik : "Apalagi yang kau tunggu?!"
Aku : "Hei!"

Ketika sedang diet

Si Jahat : "Makan saja, tidak enak kan lapar? Makan yang banyak."
Si Baik : "Apaan sih kamu?! Jangan dengarkan dia Ron!"
Aku : "Kerja bagus kawan" *memberikan jempol pada si Baik*
Si Baik : "Santai saja, Makan dikit saja ya."
Aku : "!@#$%^&"

Kalau Kekasih sedang marah-marah

Si Baik : "Sudah, minta maaf saja. Yang penting damai."
Si Jahat : "Iya, minta maaf sana, sebelum makin besar."

Mereka berdua juga takut Istri, hehe. Kekasihku memang galak.

Ketemu mantan yang bilang, "Punggut aku! Punggut aku!"

Si Jahat dan Si Baik : "Itu hanya fatamorgana, lanjutkan perjalananmu!" dan akupun berlalu.

Bagaimana dengan kalian sendiri pernah merasakan hal serupa? :D


2 komentar:

  1. Jenius hahahah [Mantan : Pungut aku]

    BalasHapus
  2. Wah, Terimakasih sudah mampir mas Davi :)

    Blogmu keren lho!

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)