Kamis, 27 November 2014

Jomblo di Indonesia

http://data2.whicdn.com/images/112925249/large.jpg 
Jomblo atau Single jadilah yang terhormat

 Beberapa waktu terakhir ini, keluhan teman-teman kepadaku selalu soal status mereka. Biasanya kalau perempuan tidak suka dibilang jomblo, katanya tidak enak ditelinga. Maunya dibilang single, bedanya apa coba?

Banyak teman yang masih belum punya pasangan sering mengatakan padaku bahwa enak ya punya pasangan, pasti dapat perhatian, ada yang sayangin. Hello teman-teman, baik jomblo maupun punya pasangan punya tidak enaknya masing-masing.

Jika para jomblo iri kepada mereka yang punya pasangan, itu karena kalian lihat bagian enaknya saja berpasangan. Memangnya dikira kalau dihubungan itu tidak pakai berantem? Maunya sih disayang, taunya kena omelan tiap pagi malam gimana?

Ada salah satu teman, belum lama ini bercerita kepadaku bahwa dia sudah lelah berstatus jomblo. Dia sebagai wanita mau dimanja oleh pria, diperhatikan. Aku hanya memberi nasihat singkat sebagai sahabatnya, Berpasangan itu ketika sudah siap jangan karena kesepian, Sayangnya dia tidak mengindahkan hal tersebut.

Beberapa waktu kemudian dia berhasil mendapatkan pasangan, seorang pria yang dua tahun lebih tua darinya. Perkenalan mereka bisa dibilang singkat, tidak sampai seminggu sudah jadian. Hari-hari awal jadian tentunya indah, sudah ada yang dipanggil sayang-sayangan, ada yang diajak jalan waktu malam minggu.

Baru semalam dia menelponku, bahwa dia sudah putus dengan pacarnya, belum hingga dua minggu menjalin hubungannya. Dia menangis begitu hebatnya, sampai aku kesulitan mendengar apa yang dia katakan. Dia bilang cowonya posesiflah, tidak mengerti dia, omongannya kasar.

Mungkin kalian yang membaca ini mengatakan bahwa itu kesalahan dia memulai hubungan terlalu awal, hal tersebut ada benarnya. Sebenarnya baik dia jadian maupun masa pendekatan, dalam mencari pasangan selalu menggunakan sistem trial and error. Ada juga yang sudah setahun berkenalan, sudah cocok eh taunya ditikung sama orang lain. Kalaupun tidak ditikung, eh sifatnya berubah.

Setiap orang pada dasarnya bersikap berbeda kepada seorang teman dan seorang pasangan. Selalu ada yang berubah dalam sikapnya ketika status hubungannya berubah. Perubahan inilah yang terkadang tidak siap orang hadapi.

Masalah-masalah berpasangan yang mungkin kalian lupa adalah tidak ada pasangan yang sempurna, bahkan sampai yang mampu menikahpun pasti akan tetap memiliki konflik ketika saling mengenal satu sama lain. Wanita selalu benar, nah ini juga yang sering jadi masalah dalam hubungan. Porsi cinta yang tidak seimbang, ketika ada yang terlalu mencintai atau terlalu cuek. Masalah pasangan kini menjadi masalah kita juga, dan masih banyak lagi.

Karena itu sebaiknya berpasangan ketika sudah siap bukan karena kesepian.


NB : Jika ternyata kekasihku membaca ini, jangan marah ya Sayang. Ga ngeluh kok kamu suka marah-marah atau kamu selalu benar, Ampun. Saranghae~ *keringat dingin*

Sudah dibilang ada tidak enaknya kan?

2 komentar:

  1. naah, ngomongin jomblo. aku nggak tau deh kenapa ya anak-anak muda kekinian itu kayaknya nelangsa banget, kayak hidupnya bener2 menderita banget gitu kalo statusnya jomblo.
    ditambah banyak akun-akun media sosial yang sering 'ngomporin' jomblo itu .-.

    BalasHapus
  2. Itu karena pengaruh lingkungan sih, yang lebih parah dari Indonesia itu di korea selatan soal jomblo.

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)