Minggu, 02 November 2014

Otaku Weeaboo dan Wapanese - Syndrom Jepang yang mendunia

http://fc00.deviantart.net/fs70/i/2012/112/3/4/otaku_for_life___wallpaper_by_lordsarito-d4x5zaw.png 
Aku tidak tau harus menulis apa disini. I love Japan?

 Istilah Otaku sepertinya sudah cukup umum di Indonesia, mungkin yang umumnya orang jarang mendengar atau mengetahui adalah Weeaboo dan Wapanese. Saya menulis ketiga hal ini dalam satu artikel karena seringkali ketiga hal yang berbeda ini hanya mengacu ke satu istilah yaitu Otaku.

Ketiga hal ini sama-sama berasal dan murni dari jepang, karena berkaitan langsung dengan kultur negara tersebut.



Otaku sendiri sering diartikan sebagai geek atau freak oleh orang barat, tetapi bagaimana arti sebenarnya? Otaku dapat diartikan menjadi 3 hal :

1. Seseorang yang sangat menekuni hobi, ilmu, tema atau kegiatan tertentu.
2. Penyebutan kepada orang kedua yang sangat baku, dalam bahasa Indonesia disebut "Anda"
3. Orang yang lebih suka di rumah (Shut-in) karena kecintaannya terhadap sesuatu. Bisa dikatakan juga tidak memiliki kehidupan sosial pada umumnya.

Otaku sebenarnya memiliki artian luas, dalam sisi positif otaku bisa disebut sebagai seorang pakar yang tidak menempuh pendidikan formal, peniliti independent dan sejenisnya. Tetapi karena otaku ini lebih di dominasi oleh Otaku anime dan manga maka istilah otaku menjadi lebih terkenan negatif.

Di jepang sendiri, otaku adalah sebuah hinaan karena hal itu sekarang otaku telah bergeser dari arti sebenarnya menjadi pencinta anime dan atau manga.

Weeaboo dan Wapanese memiliki pengertian sebagai berikut :

Weeaboo : " Weeaboo adalah seseorang yang terobsesi dengan budaya Jepang, dan mereka cenderung untuk bertingkah laku seperti orang Jepang, padahal mereka bukanlah orang Jepang, bukan lahir di Jepang dan bukan warga negara Jepang. "

Wapanese : " Sementara pengertian Wapanese adalah seseorang yang cenderung bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal di Jepang, meskipun mereka bukan warga negara Jepang dan tidak tinggal di Jepang; mereka berharap mereka terlahir dan hidup di Jepang "


Otaku jika dibandingkan dengan Weeaboo sangat jauh lebih baik, karena Weeaboo adalah orang yang meremehkan sesuatu yang tidak berbau jepang, memandang rendah orang yang tidak mengerti kecintaannya, dan juga sangat ingin menjadi karakter atau hidup dalam dunia anime.

Ketiganya memiliki dampak positif dan negatifnya masing-masing, Ketiganya juga sangat menyebar luas di dunia dengan cepat, terutama Otaku. Di Indonesia saja jumlahnya semakin lama semakin bertambah dengan pesat. Berbeda dengan dulu, kini para Otaku lebih percaya diri karena jumlahnya terus meningkat.

Masalah utama Otaku tidak jauh dari masalah sosial dan komunikasi, mereka kesulitan melakukan komunikasi dengan orang yang tidak memiliki hobi sama dengannya. Karena hal tersebut sekarang para otaku senang membuat group dan membicarakan anime dan manga kepada sesama mereka.

Masalah sekunder adalah pengelolaan emosi, karena pengaruh kurangnya bersosial dengan orang lain secara langsung, otaku seringkali tidak memahami perasaan, ekspresi maupun cara bergaul dengan orang non-otaku. Ini menyebabkan perkembangan dan pengelolaan emosi yang labil. Bisa dilihat ketika kecintaanya terhadap sesuatu dihina, ataupun saat menghadapi masalah. Mereka lebih cenderung menghadapinya dengan emosi meledak-ledak atau menarik diri, hal ini sangat tidak sehat.

Alasan saya menulis ini adalah untuk memberikan pengertian Otaku, Weeaboo dan Wapanese menjadi lebih jelas, dan juga agar para otaku Indonesia yang membaca ini dapat mengingat bahwa kehidupan sosial sangat penting. Bagaimanapun manusia adalah makhluk sosial.

Saya adalah pencinta anime dan manga, tetapi saya menikmatinya sebagai hiburan. Saya menjadikan anime ataupun materi dalam manga menjadi topik saya dalam menyampaikan pelatihan ataupun motivasi. Mangaka Jepang adalah orang-orang hebat yang mampu menyisipkan makna-makna yang penting tentang kehidupan dalam karya mereka.

Saya tidak dapat memaksa anda, tulisan ini juga bukan untuk hal itu. Ini hanya untuk membantu anda mengenal diri anda sendiri lebih jauh, dan juga memberikan kebahagiaan pada diri anda.

Semoga tulisan ini membawa manfaat.

2 komentar:

  1. dan dengan bodohnya beberapa orang di Indonesia malah bangga nyebut diri merek otaku.

    padahal, kalau mau dilihat lagi. di anime pun orang yang dianggap otaku itu pasti dijauhin, hidupnya suram. matanya penuh lingkaan hitam karena donload anime dan main game kesukaannya.

    BalasHapus
  2. Biasanya sih mereka yang belum mengerti arti otaku itu sendiri yang mengatakannya, hehe :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)