Senin, 17 November 2014

Piramida Maslow - Tingkat Kebutuhan Manusia

http://calatorinafrica.com/wp-content/uploads/2012/10/Maslow.png 
Dia yang memenuhi kebutuhannya akan hidup Bahagia

 Piramida Maslow atau lebih dikenal Piramida Kebutuhan Manusia. Teori ini disampaikan oleh salah satu psikolog hebat Amerika bernama Abraham Harold Maslow. Teori ini dapat membantu kita memahami kebutuhan hidup kita.

Banyak manusia yang merasa dirinya kosong, ada yang merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. Ada bagian yang belum terpenuhi tetapi dia tidak tau apa itu.

Pada dasar itulah Abraham Maslow berusaha memetakan kebutuhan dasar manusia hingga kebutuhan tertingginya. Manusia memiliki keinginan yang berbeda, misalnya masyarakat ekonomi kelas bawah mengharapkan sembako murah, sekolah gratis, biaya kesehatan gratis. Berbeda dengan masyarakat kelas menengah yang menginginkan lingkungan yang sehat dan nyaman, fasilitas umum yang memadai serta tempat hiburan sementara Masyarakat kelas atas biasanya menginginkan kecilnya pajak, subsidi bahan bakar, kemudahan dalam membangun properti.

Banyak yang berpikir bahwa kebutuhan itu dipengaruhi oleh tingkat ekonomi seseorang, lalu bagaimana dengan kasus seperti ini. Ada yang bercita-cita menjadi dokter atau pengacara, sementara yang lainnya ingin membaca. Ada yang ingin menjadi pemilik perusahaan besar, artis papan atas atau penyanyi terkenal, sementara ada yang sudah puas dengan memiliki wirausaha kecil-kecilan atau pekerja kantoran.

Dilihat dari hal tersebut, itu tidak dipengaruhi oleh tingkat ekonomi melainkan pengetahuan, karakter dan lingkungan seseorang. Adakah jawaban yang menjelaskan tolak ukur kebutuhan manusia? Pertanyaan yang sulit dijawab ini ternyata sudah dipikirkan Maslow puluhan tahun sebelumnya. Dalam karyanya Theory of Human Motivation di tahun 1943, Maslow berusaha menjelaskan dan memetakan motivasi kebutuhan manusia, maka terciptalah Hieraki kebutuhan manusia yang dikenal sebagai Piramida Kebutuhan Maslow.

Adapun Piramida tersebut sebagai berikut :


Dengan model ini, Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan manusia bertingkat, mulai dari kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi pada bagian bawah piramid, dan kebutuhan manusia meningkat terus ke atas apabila jenis kebutuhan yang dasar sudah terpenuhi. Mulai dari kebutuhan yang paling dasar adalah kebutuhan fisiologis, kemudian berlanjut ke kebutuhan akan keamanan (safety), kebutuhan dicintai (Love/belonging), kebutuhan untuk rasa percaya diri (Esteem), dan kebutuhan puncak, yaitu aktualisasi diri (self-actualization). 

Memang diakui bahwa pada praktiknya, Manusia cenderung tidak urut dari bawah ke atas. Terkadang ada orang yang ingin dicintai walaupun dalam kondisi tidak sehat dan tidak aman. Ada orang yang mengorbankan ketiga kebutuhan pertama hanya untuk mendapatkan perhatian dan penghargaan atas dirinya. Ada juga yang ketika semua kebutuhannya belum terpenuhi, dia mulai mencari arti kehidupan yang seharusnya berada dipuncak kebutuhan manusia.

Hal ini dapat disebabkan karena manusia sendiri terkadang tidak mengerti apa yang dia butuhkan, dia tidak tau apa kebutuhannya telah terpenuhi atau tidak dan kebutuhan apa saja yang perlu dia perhatikan.

Piramida Maslow dapat dijelaskan dengan singkat sebagai berikut :

Kebutuhan fisiologis

Pada dasarnya, manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya untuk dapat bertahan hidup. Pada hirarki yang paling bawah ini, manusia harus memenuhi kebutuhan makanan, tidur, minum, seks, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan fisik badan. Bila kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara normal. Misalnya, seseorang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan, sehingga ia menderita kelaparan, maka ia tidak akan mungkin mampu untuk memikirkan kebutuhan akan keamanannya ataupun kebutuhan aktualisasi diri. Logika sederhananya: bagaimana seseorang dapat memikirkan prestasi atau aktualisasi diri, bila dirinya terus menerus dihantui rasa ketakutan akan kelaparan?

Menurut Abraham Maslow kebutuhan fisiologi sangat mendasar, paling kuat dan paling jelas dari antara sekian kebutuhan adalah untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Yaitu kebutuhan untuk makan, minum,tempat tinggal, sexs tidur dan oksigen. Manusia akan menekan kebutuhannya sedemikian rupa agar kebutuhan fisiologis (dasar)nya tercukupi. Sebagai contoh:
  • Pengeluaran zat sisa, di mana seseorang harus mengeluarkan zat-zat sisa yang sudah tidak terpakai oleh tubuh. Karena jika tidak di kelurkan akan mengakibatkan penyakit/pembentukan penyakit.
  • Oksigen (O2) merupakan salah satu kebutuhan vital untuk kehidupan kita. Dengan mengkonsumsi oksigen yang cukup akan membuat organ tubuh berfungsi dengan optimal. Jika tubuh menyerap oksigen dengan kandungan yang rendah dapat menyebabkan kemungkinan tubuh mengidap penyakit kronis. Sel-sel tubuh yang kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan perasaan kurang nyaman, takut atau sakit. Menguap adalah salah satu sinyal tubuh kekurangan oksigen selain karena mengantuk.
 Kebutuhan Keamanan (safety)

Pada hirarki tingkat kedua, manusia membutuhkan rasa keamanan dalam dirinya. Baik keamanan secara harfiah (keamanan dari perampok, orang jahat, dan lain-lain), maupun keamanan secara finansial ataupun hal lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan keamanan tersebut, dapat dipastikan bahwa kebutuhan manusia dapat berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu kebutuhan kasih sayang dan sosial. 

Kebutuhan akan rasa aman ini baiasanya terpuaskan pada orang-orang yang sehat dan normal. Seseorang yang tidak aman akan memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas yang sangat berlebihan dan menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak di harapkannya.berbeda dengan orang yang merasa aman dia akan cenderung santai tanpa ada kecemasan yang berlebih. Perlindungan dari udara panas/dingin, cuaca buruk, kecelakaan,infeksi, alergi, terhindar dari pencurian dan mendapatkan perlindungan hukum.

Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dariteror, dan lain sebagainya.
Sebagai contoh :
  • Seseorang membangun rumah untuk melindungi diri dari hujan panas memenuhi kepuasan untuk dirinya
  • Saat indonesia di jajah kita melawan penjajah tersebut dan akhirnya merdeka karena saat terjajah kita tidak merasa amanan.
 Ada 4 hal dasar yang harus dipenuhi untuk mencapai kebahagiaan, yaitu Makanan saat lapar, Pakaian untuk menutupi tubuh, Rumah untuk berlindung, dan Obat ketika Sakit. Karena orang yang lapar tidak bisa bahagia, Orang yang telanjang tidak merasa aman, Orang yang tidak memiliki tempat untuk pulang tidak akan bahagia, dan orang yang sakit juga jika tidak ada obat, tidak akan bahagia. Dua tingkat dasar ini dapat disingkat seperti ini menurut saya, dan ini kebutuhan pokok setiap manusia yang memang harus dipenuhi, Rasa aman dan kesehatan.

Kebutuhan kasih sayang / sosial (Love/belonging)

Setelah memenuhi 2 kebutuhan yang bersifat individu, kini manusia menapaki kebutuhan untuk diterima secara sosial. Emosi menjadi “pemain” utama dalam hirarki ketiga ini. Perasaan menyenangkan yang dimiliki pada saat kita memiliki sahabat, seseorang untuk berbagi cerita, hubungan dekat dengan keluarga adalah tujuan utama dari memenuhi kebutuhan sosial ini.

Kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan rasa memiliki tempat di tengah kelompoknya.

Sebagai contoh :
  • Dimana seseorang yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama membuat suatu kelompok/berkumpul karena mereka ingin diperhatikan dalam tujuannya dan dapat memberikan perhatian atas klompok tersebut.
  • Kebutuhan cinta seorang anak oleh ibunya, itu sanggat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak misal seorang anak tercukupi kebutuhan akan kasih sayang maka perkembangan anak akan optimal berupa fisik maupun psikologinya karena perhatian yang di berikan ibu kepada anaknya.
Kebutuhan Percaya Diri (Esteem)

Semua orang pasti ingin dihormati dan ingin merasa berguna bagi orang lain. Kebutuhan semacam ini tertuang pada hirarki pada tahap keempat dalam piramid Abraham Maslow. Kebutuhan untuk percaya diri ini biasanya muncul setelah ketiga kebutuhan yang lebih mendasar sudah terpenuhi, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa kebutuhan semacam ini dapat muncul tanpa harus memenuhi ketiga kebutuhan yang lebih mendasar.

Maslow menemukan bahwa setiap orang memiliki dua kategori kebutuhan akan penghargaan yakni:

1. HARGA DIRI adalah penilaian terhadap hasil yang di capai dengan analisis, sejauh mana memenuhi ideal diri. Jika individu selalu sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi dan jika mengalami kegagalan harga diri menjadi rendah. Harga diri di peroleh dari diri sendiri dan orang lain. Harga diri meliputi kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidak tergantungan dan kebebasan.
Kebutuhan harga diri meliputi:
  • Menghargai diri sendiri
  • Menghargai orang lain
  • Dihargai orang lain
  • Kebebasan yang mandiri
  • Prestasi
  • Dikenal dan diakui
  • Penghargaan
2. PENGHARGAAN DARI ORANG LAIN
   Meliputi prestise, pengakuan, penerimaan, perhatian,kedudukan, nama baik serta penghargaan. Penghargaan dari orang lain sanggat di perlukan dalam kehidupan karena dengan penghargaan itu seseorang akan menjadi lebih kreatif, mandiri, percaya akan diri sendiri dan juga lebih produktif.
Kebutuhan penghargaan dari orang lain meliputi :
  • Kekuatan
  • Pencapaian
  • Rasa cukup
  • Kompetisi
  • Rasa percaya diri
  • Kemerdekaan
Sebagai conoh:
  • Seorang pemahat di puji oleh pelanggannya maka iya akan lebih semangat dalam membuat karyanya dalam jumlah maupun model.
  • Seorang guru yang mengajar, mengabdi bertahun-tahun dan mendapatkan pengangkatan pegawai negeri oleh pemerintah.
Untuk piramida ketiga dan keempat. Manusia adalah makhluk sosial, dia memiliki naluri dasar untuk berinteraksi dengan manusia lainnya, alasannya adalah hal-hal diatas, bahwa untuk menyalurkan emosinya, pemikirannya, perasaannya, dan hal lainnya yang bersifat pada umumnya tidak dapat dibeli dengan uang ( tentu yang tulus, Istilah teman bisa dibeli dengan uang itu salah. Teman palsu yang bisa dibeli dengan uang). Manusia selalu ada satu titik dimana dia membutuhkan orang lain selain dirinya, walaupun pada akhirnya dia harus menghadapi segala sesuatunya sendiri.

Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization)

Umumnya, kebutuhan ini akan muncul bila seseorang merasa seluruh kebutuhan mendasarnya sudah terpenuhi. Pada hirarki ini, biasanya seseorang akan berhadapan dengan ambisi untuk menjadi seseorang memiliki kemampuan lebih. Seperti mengaktualisasikan diri untuk menjadi seorang ahli dalam bidang ilmu tertentu, atau hasrat untuk mengetahui serta memenuhi ketertarikannya akan suatu hal.

Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. tingkatan tertinggi dari perkembangan psikologis yang bisa dicapai bila semua kebutuhan dasar sudah dipenuhi dan pengaktualisasian seluruh potensi dirinya mulai dilakukan.

Pada saat manusia sudah memenuhi seluruh kebutuhan pada semua tingkatan yang lebih rendah, melalui aktualisasi diri di katakan bahwa mereka mencapai potensi yang paling maksimal.
Manusia yang teraktualisasi dirinya:
  • Mempunyai kepribadian multi dimensi yang matang.
  • Sering mampu mengasumsi dan menyelesaikan tugas yang banyak.
  • Mencapai pemenuhan kepuasan dari pekerjaan yang di kerjakan dengan baik.
  • Tidak tergantung secara penuh pada opini orang lain.
Sebagai contoh:
  • Saat kita mengetahui bahwa minggu depan akan ada ulangan maka kita akan belajar lebih agar mendapatkan kepuasan dalam ujian dan mendapatkan nilai baik
Seseorang pasti memiliki passion terhadap sesuatu, bagian inilah yang membuat piramida ini kurang sempurna, alasannya banyak orang lebih mementingkan passionnya. Paling umum adalah musisi yang bisa melepas segalanya demi menjalani karir musiknya, karena passionnya terhadap musik, dia merasa aktualisasi dirinya melalui musik. Orang yang menjalani aktualisasi diri untuk menutupi kebutuhan lainnya yang belum terpenuhi juga tidak sedikit.

Hal tersebut yang membuat teori ini sulit diterima banyak orang di dunia modern. Terlepas semua hal tersebut, Tujuan saya kembali menulis tentang Piramida Maslow di Blog ini adalah agar ketika anda mulai merasa ada yang kurang pada kehidupan kalian, maka kalian dapat melihat apa yang mungkin belum kalian penuhi. Semoga bermanfaat.

Sumber terkait :

Theory of Human Motivation - Abraham Maslow
Kebutuhan Masyarakat berdasarkan lapisan Ekonomi - Basuki Cahaya Purnama

2 komentar:

  1. Artikel ini mengingatkan saya hari-hari berat di kelas Dasar-Dasar Epidemiologi di universitas. Maslow disebut hampir di setiap kesempatan ^_^
    Nice article, Ron!

    BalasHapus
  2. @Amaya : Terimakasih kunjungannya :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)