Kamis, 04 Desember 2014

Hasil dari Perbuatan Baik

caringkindness 
Tidak ada perbuatan baik, yang sekecil apapun, akan sia-sia - Aesop
 
Banyak temanku yang sering bertanya, ketika aku menolong seseorang yang tidak kukenal. Memberi kepada seseorang yang tidak pernah kutemui sebelumnya. Apa yang membuatku melakukan itu selama bertahun-tahun dan apa hasilnya?

Sebenarnya ini salah satu pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab, Apa hasil dari perbuatan baik? Bisa saja setiap orang mengatakan ketika berbuat baik maka hasilnya akan baik. Aku sendiri yakin terhadap itu, tetapi sepertinya bukan jawaban seperti itu yang dicari oleh mereka.

Aku sendiri mulai berbuat baik, awalnya pamrih. Benar, kuakui awalnya memang demikian. Seorang rohaniawan mengatakan padaku, jika aku banyak berbuat baik maka Ibuku mungkin dapat sembuh dari kankernya, itu terjadi sekitar tahun 2002.

Dia mengatakan ketika kita banyak berbuat baik, maka akan ada bantuan tangan-tangan yang tidak terlihat membantu kita. Sejak saat itu aku mulai melakukan apa saja yang bisa disebut perbuatan baik.

Aku membeli banyak burung, untuk membebaskan mereka dari sangkar. Aku juga melepas ikan, Aku selalu menyumbang setiap kali melihat kotak sumbangan, tidak peduli kotak itu untuk siapa atau lembaga agama apa. Aku memberi makan kepada orang tua yang kulihat di rumah makan, tanpa peduli dia lebih mampu dariku atau tidak, Aku memunggut sampah yang dibuang sembarangan, memberi tempat duduk untuk orang yang berdiri. Aku menjadi sangat extreme dalam berbuat baik.

Mungkin kalian bertanya apakah Ibuku kemudian sembuh karena bantuan tangan-tangan yang tidak terlihat? Tidak, justru dia menjadi sangat marah dan semakin sakit. Hanya dalam setahun, aku kehabisan uangku. Aku tidak pernah jajan disekolah karena aku menabung uangku untuk melakukan perbuatan baik, Ibuku sangat marah saat tau uang tahun baru (angpao) yang kuterima tahun 2003, semuanya kusumbangkan dan jumlahnya memang tidak sedikit di kala itu.

Ibuku sampai mendatangi si Rohaniawan yang mengatakan padaku hal ini, dalam setahun aku menghabiskan paling sedikit 30juta untuk berbuat baik, dan saat itu aku hanyalah pelajar SMP. Akhirnya aku sadar, aku telah menjadi orang baik yang bodoh, aku melupakan bahwa ada yang membutuhkan perhatian dan kebaikan dariku juga yaitu diriku sendiri.

Aku mulai memperbaiki caraku berbuat baik, lebih banyak melakukan tindakan dan jasa dalam membantu orang lain, ketika memang sedang ada uang lebih baru aku berbuat baik yang bersifat materi. Hingga tahun 2008 ketika Ibuku meninggal, aku selalu aktif berbuat baik tetapi Ibuku tidak kunjung sembuh karena bantuan tangan-tangan tidak terlihat itu.

 
Hasil dari Perbuatan Baik
 
Apa aku merasa tertipu oleh sang rohaniawan? Sebenarnya iya, tetapi itu kusadari bahwa itu karena pemahaman sang rohaniawan yang masih dangkal juga. Aku menyadari bahwa bukan seperti itu cara perbuatan baik bekerja.

Apa kemudian aku berhenti melakukan perbuatan baik itu karena hasilnya tidak sesuai harapanku? Anehnya aku tidak bisa berhenti, itu seperti sudah menjadi bagian dari hidupku, menjadi kebiasaan. Selama menjalaninya bertahun-tahun, aku juga mendapat banyak pengalaman, pelajaran yang membuatku lebih bijak dan berwawasan. Aku juga mempelajari bagaimana berbuat baik yang lebih bijak seiring waktu. Jauh di dalam lubuk hatiku, aku sadar keinginan awalku tidak akan tercapai, kemungkinannya sangat kecil. Itu sudah kurasakan dua tahun sebelum kepergian Ibuku.

Aku kemudian lebih memilih untuk melakukannya tanpa alasan, maksudnya tidak mengharapkan sesuatu terjadi sebagai balasan perbuatanku. Aku melakukannya hanya karena aku ingin melakukannya tidak kurang, tidak lebih.

Hal ini ternyata memang dipandang aneh oleh banyak orang, seringkali mereka heran kenapa aku masih sempat mengurusi masalah banyak orang sementara aku sendiri juga memiliki banyak masalah. Anehnya mereka juga lupa, andaikan aku tidak seperti ini mungkin aku tidak akan berteman dengan mereka.

Pertanyaan mereka intinya selalu sama, Hasil dari perbuatan baik itu apa? Aku selalu kesulitan memberikan jawaban yang tepat tentang apa yang kurasakan, sampai tahun ini ketika aku menonton sebuah video iklan asuransi thailand. Saat menonton video itu, aku menemukan jawaban atas apa yang kurasakan.


Aku memang tidak menjadi lebih kaya, tidak terkenal, dan tetap seperti orang biasa lainnya selama aku melakukannya, tetapi dengan berbuat baik aku bisa melihat dunia yang hanya bisa dilihat oleh orang yang berbuat baik.

Aku melihat kebahagiaan, melihat orang yang kembali memiliki keyakinan pada umat manusia, melihat perasaan ingin berbagi dan menolong kembali tumbuh pada mereka, melihat senyuman.

Aku menyadari andai aku tidak melakukannya selama bertahun-tahun, aku tidak akan pernah hidup seperti ini. Tidak akan bahagia seperti ini dan mendapatkan pengalaman serta orang-orang yang luar biasa dalam hidupku.

Hasil dari perbuatan baik? Lakukanlah dan kamu akan menemui jawabannya.

3 komentar:

  1. Lakukanlah dan kamu akan menemui jawabannya...Nice words! Thanks ya :)

    BalasHapus
  2. Haha Terimakasih juga sudah mau membaca :)

    BalasHapus
  3. kalo buatku, berbuat baik itu nggak cuma bersifat materi aja. senyum aja udah termasuk perbuatan baik. misalnya senyum sama orang asing. bisa aja orang asing itu moodnya lagi buruk terus karena lihat kita senyum sama mereka, mereka ikut senyum dan sekejap mood jeleknya hilang.
    kalo kita berbuat baik, pasti ada aja balasannya. kadang kita nggak sadar. kayak misalnya aku mungkin pernah kasih makanan ke teman atau siapa, besok2 ternyata ada yang tiba2 ngasih aku makanan.
    balasan kebaikan itu juga datengnya bisa bermacam2, asal kita bisa ikhlas dan selalu mensyukuri apa yang kita miliki dan apa yang orang kasih meskipun kecil sekali nilainya, kita akan selalu ngerasa berterima kasih.

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)