Minggu, 21 Desember 2014

Hidup dalam Saat ini

http://2.bp.blogspot.com/-hb0TQDe-Vwc/UUt2FK9wp0I/AAAAAAAAIjg/31sqbcUVrgs/s320/natalie+be+here+now.gif
Saat ini adalah satu-satunya waktu yang kau miliki


Ketika aku bercerita banyak hal di depan publik atau seseorang, pertanyaan paling umum adalah berapa umurku? Baru kemudian latar belakang pendidikanku. Bukan karena wajahku yang terlihat tua, tetapi karena pengalamanku memang jarang di alami orang lain pada usiaku.

Saat ini usiaku belum berusia 30 tahun, tetapi jika kau memintaku menceritakan pengalaman hidupku atau pengetahuan tentang suatu hal, aku bisa berbicara lebih lama dari orang-orang di rumah jompo, atau seorang pengajar yang memegang buku teks.

Banyak yang sering bertanya, mengapa bisa demikian?

Sebenarnya ada alasan yang sangat sederhana dibalik semua itu. Aku tumbuh besar dengan seorang Ibu yang menderita kanker, beliau selalu berada diujung tanduk kematian. Ibuku selalu berkata bahwa dia dapat pergi kapan saja. Aku kemudian menyadari bahwa setiap manusia baik mereka yang sehat maupun memiliki penyakit kritis bisa meninggal kapan saja, karena pada akhirnya manusia akan mati.

Saat hujan badai misalnya, akan ada angin kencang dan hujan yang menyapu perpohonan. Ketika badai telah berlalu, kita bisa melihat daun yang berguguran. Ada daun yang sudah kering, ada yang coklat, ada yang kuning bahkan ada yang masih hijau segar. Begitu pula dengan kematian, kadang dia mengambil yang sudah renta,separuh baya, usia remaja bahkan anak kecil sekalipun.

Sejak saat itu aku berusaha menjalani hari-hariku dengan maksimal, dengan sepenuh hati. Seperti tidak ada hari esok, aku hidup dengan penuh dalam hari ini. Belakangan aku mengenal hal ini disebut hidup dalam saat ini.

Aku memanfaatkan waktuku dalam hari-hari mencoba hal-hal baru. Mempelajari hal-hal yang tidak banyak orang pelajari saat seusiaku. Sebelum mengenal internet aku sudah sangat suka membaca buku, saat anak-anak lain masih senang membaca komik, aku sudah membaca tentang ternak kambing sampai astronomi. Aku juga seorang pencinta film. Sebuah film dapat memberimu wawasan jika film itu tepat.

Berbeda dengan internet, Buku lebih bisa dipertanggung jawabkan keasliannya. Terkadang tulisan di internet walaupun terlihat ilmiah bisa jadi hanya pendapat pribadi. Sebuah buku dapat memberimu pengalaman dan pengetahuan yang nilainya sama dengan 1 tahun, 10 tahun bahkan 50 tahun hanya dari sebuah buku. Mengapa demikian? Ketika seorang penulis membuat sebuah buku, dia menuliskan pengetahuan yang telah dia pelajari dan praktikan selama bertahun-tahun, dan kita membelinya dengan harga yang bisa dibilang murah. Bahkan kadang hanya meminjamnya dari teman.

Aku juga senang mencoba hal-hal baru, beraktivitas bersama orang lain. Tentu karena banyaknya kegiatanku, aku kesulitan untuk memiliki waktu membaca diluar kegiatanku ini bukan? Aku menyiasatinya dengan cara tidur hanya 4 jam saja. Aku pernah selama beberapa tahun hanya tidur paling banyak 4 jam. Mengapa demikian? Sebagian besar manusia menggunakan waktu tidurnya paling sedikit 8 jam, bahkan lebih. Itu sepertiga kehidupan kita. Jika aku mengikisnya menjadi 4 jam, maka aku hidup 4 jam lebih lama daripada orang lain.

Dalam 7 hari, maka aku memiliki bonus 21 jam kehidupan. Aku hidup 1 hari lebih lama dari orang lain, dan 21 jam itu sangat produktif. Seperti 1 hari yang digunakan sangat efisien setiap detiknya. Maka ketika orang lain hidup selama 1 tahun, aku hidup selama 1 tahun 2 bulan di tahun yang sama dan 2 bulan itu di isi dengan hal yang sangat produktif. Kegiatan yang mengembangkan diri dan menambah wawasan, tanpa henti!

Hal ini kulihat dari mereka yang menghabiskan waktunya untuk bekerja, tetapi masih memiliki kegiatan sosial. Ketika mereka harus bekerja selama sehari penuh, mereka akan menyiasati waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk istirahat menjadi waktu untuk bersosial, ini terutama di kota-kota besar. Sayangnya, hal itu membuat mereka menghabiskan waktu tersebut tidak terlalu produktif. Aku beruntung menyadari hal tersebut jauh sebelum memasuki dunia kerja, karena itu aku telah menyiapkan diri dan merasakan manfaat hidup seperti itu.

Jadi apakah kamu sudah hidup dalam saat ini?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)