Jumat, 05 Desember 2014

Kamu Pantas Bahagia

http://fc05.deviantart.net/fs36/f/2008/249/b/0/Happy_Egg__by_Furryness.jpg
Bahagia adalah hak semua orang, Be Happy!
 
Kapan terakhir kali kalian bahagia? Kapan terakhir kali ketika kalian tersenyum, dada terasa hangat dan begitu nyaman? Kapan terakhir kali kalian merasa hidup?

Banyak orang yang merasa dirinya sudah bahagia, tetapi ketika diminta mengingat kembali, ternyata dia belum benar-benar bahagia, ada juga yang menyadari dirinya sudah lama tidak bahagia.


Berawal dari seorang teman di facebook yang juga aktif membaca blog ini, dia menanyakan kenapa akhir-akhir ini aku sering menuliskan kamu pantas bahagia, bukan setiap orang sudah menyadari itu tanpa kamu terus katakan?
 
Sayangnya apa yang dia rasakan dan ketahui, berbeda dengan yang kupahami selama ini. Aku telah bertemu dengan banyak orang yang merasa dirinya tidak pantas bahagia, mereka lebih suka menyiksa diri mereka sendiri dan menghukum diri mereka untuk tidak bahagia, Merekalah orang-orang yang membuat pelayananku tidak pernah berhenti.

http://th04.deviantart.net/fs71/PRE/i/2012/127/c/d/_happy_morning__by_candymax-d4ltvi0.jpg 
Hanya Kasih yang bisa menyembuhkan
 
Kalian mungkin berpikir, memangnya mungkin ada yang suka menyiksa dirinya dan tidak membiarkan dirinya bahagia? Sebenarnya sebagian besar masyarakat kita saat ini adalah demikian, anda mungkin salah satunya. Manusia kebanyakan sekarang takut untuk bahagia, mereka takut bebas dari masalah. Ketika mereka hidupnya tenang-tenang saja, mereka timbul rasa bosan karena tidak bisa mengisi masa tenang itu dengan kegiatan positif, mereka akan mulai mencari masalah.

Ironis memang, tetapi seperti itulah adanya. Kebanyakan dari orang sekarang adalah mereka yang tidak bahagia sendirian. Ketika itu mereka akan mulai mencari pasangan, bukan karena mereka sudah siap menjalin hubungan tetapi hanya karena kesepian. Pada masa ini mereka akan mulai banyak terluka, karena patah hati, pengkhianatan, dan tidak sedikit yang menjadi rendah diri. 
 
Ketika mereka berhasil mendapat pasangan sekalipun, mereka akan terlibat dengan masalah-masalah dalam sebuah hubungan, jika mereka tidak siap menghadapinya mereka akan mulai menderita lagi, bahkan lebih menderita daripada sebelumnya. Apalagi jika akhirnya dia harus berpisah dengan pasangannya, itu akan meninggalkan luka yang dalam. Dia akan mulai untuk waktu yang cukup panjang hidup dalam kemurungan, berusaha untuk move on.

Bentuk penyiksaan lainnya juga banyak, misalnya ketika mereka tau merokok itu tidak baik tetapi mereka terus melakukannya. Begitu juga dengan mabuk-mabukan dan kegiatan negatif lainnya, mereka sadar itu buruk dan tidak sedikit orang yang mengatakan itu pada mereka, tetapi mereka meneruskannya.

Kalian mungkin berpikir bahwa itu cara orang mencari kebahagiaan atau setidaknya lari dari masalah, atau mungkin anda salah satu orang yang melakukan hal ini. Tanyakan pada mereka atau diri anda sendiri, apakah mereka atau anda benar-benar bahagia?
 
Manusia juga tidak lepas dari yang kita sebut kesalahan, ketika seseorang melakukan kesalahan yang menurut mereka besar. Maka mereka akan menghukum diri mereka dalam waktu tertentu untuk tidak bahagia. Misalnya, Aku tidak pantas bahagia karena telah melukai si A, Aku tidak pantas bahagia karena telah membuat si B sedih, dan lainnya.

Ketika aku melakukan sesi terapi, aku selalu menemukan jawaban yang sama untuk masalah ini. Setiap orang butuh kasih dan cinta untuk menyembuhkannya. Hal itu tidak selalu harus datang dari seorang pasangan, bisa dari orang lain yaitu Orang tua, Saudara, Sahabat dan lainnya. Setiap orang sebenarnya butuh seseorang yang bisa menerima dirinya apa adanya. Maka dengan demikian dia akan menjadi lebih baik, berhenti menyiksa dirinya dan mulai membiarkan dirinya hidup bahagia.

Tidak sedikit manusia di dunia ini yang telah memiliki kebiasaan buruk selama bertahun-tahun tiba-tiba berubah karena seseorang masuk dalam hidupnya. Ingat, seperti kata Spongebob bahwa tidak ada seseorang yang mampu mengubah orang lain, tetapi seseorang bisa menjadi alasan orang lain untuk berubah.

Terkadang ada kasus unik dimana kita sulit dan takut bahagia karena orang lain yang menilai kita seharusnya tidak bahagia saat itu. Misalnya dulu ketika Ibu saya meninggal, aku sama sekali tidak menangis dan banyak orang mulai mengatakan bahwa diriku salah karena tidak bersedih namun malah terlihat bahagia. Bukan karena aku tidak kehilangan Ibuku, beliau adalah orang yang paling kukasihi, tetapi setelah melihat penderitaan beliau selama 10 tahun, aku merasa kepergiannya adalah untuk kebaikannya. Kami anak-anaknya akan hidup dengan tegar sehingga dia tidak perlu khawatir.

Aku memiliki banyak sahabat baik saat itu, orang-orang yang peduli padaku. Itu yang membuatku kuat dan bahagia.

Tidak ada hal apapun yang bisa menghalangi diri kita bahagia selain diri kita sendiri karena itu setiap kali kalian bersedih, Ingatlah bahwa kalian pantas bahagia saat ini juga.

Be Happy!

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)