Rabu, 24 Desember 2014

Malam Natal dan Santa Claus

http://fc09.deviantart.net/fs70/f/2010/356/b/8/santa_claus_by_genzoman-d35f6t4.jpg 
Melihat bukanlah kepercayaan, Kepercayaanlah yang melihat
-Santa Claus


Natal kembali hadir, dan tahun inipun aku masih berharap salju turun di Indonesia. Ya, di daerah Papua sih ada, tetapi di Kalimantan yang panasnya sampai bisa masak telur dadar di aspal mungkin memang sulit. Jika kalian pernah membaca salah satu tulisanku tentang fakta diri, aku menulis bahwa aku mempercayai Santa Claus. Teman-temanku sendiri heran, ketika orang yang sehari-hari kental dengan logika dan realita tetapi bisa percaya dengan Santa Claus.

Aku adalah orang yang selalu menerima ucapan Selamat Natal setiap tahunnya, begitu juga saat lebaran dan hari raya lain. Mungkin mereka bingung apa sebenarnya keyakinanku. Anehnya pada saat hari waisak, tidak pernah ada yang mengucapkan Selamat hari Waisak. Mungkin mereka berpikir, Ron bisa berkeyakinan apapun selain Buddhisme, dia terlalu keras dan logik untuk itu.

Tumbuh besar selama 12 tahun di sekolah Katolik membuatku sangat dekat dengan Natal, karena sekolah selalu merayakan Natal setiap tahunnya. Aku selalu senang dengan perayaan yang banyak makan-makannya sejak dulu. Saling bertamu dan berbincang di hari libur tentu menyenangkan.

Aku juga pernah 6 kali menjadi ketua acara untuk hari raya Natal dengan total 11 acara Natal yang kubuat selama aku hidup. Tahun ini, sebenarnya aku diminta untuk membuat yang ke-12 oleh seorang teman. Aku sangat ingin itu, sayang aku memiliki kesibukan lain.

Hal yang tidak terlewatkan adalah kumpul bersama sahabat setiap malam natal. Ini rutin, kami akan berkumpul dan makan bersama di sebuah restoran. Sungguh indah ketika kami yang berasal dari keyakinan berbeda-beda duduk bersama sambil menikmati setiap acara. Ketika lebaran pun aku menikmati membantu membuat ketupat dan rendang di rumah sahabat-sahabatku.

Di antara semua yang hadir nanti sore, hanya aku yang masih percaya Santa Claus. Entah kenapa aku masih yakin dia ada. Hatiku berkata demikian, walaupun begitu banyak bukti bahwa Santa Claus tidak ada. Aku hanya berpikir, Bagaimana jika diantara semua Santa Claus "palsu" itu ada yang asli sedang bersembunyi di antaranya. Karena itu Santa Claus tidak pernah hilang dari tradisi hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

Santa Claus mengajarkan bahwa ketika kita memberikan apa yang dibutuhkan seseorang, itu akan membawa kebahagiaan untuknya. Itu yang penting disini. Ada hadiah yang membuat seseorang begitu bahagia.

Hal itu membuat sesuatu di alam bawah sadar kita menyimpannya dengan baik. Suatu hari ketika ada yang membutuhkan bantuanmu dan kamu mampu membantunya, maka kamu akan terpanggil membantunya.

Begitu pula Santa Claus diceritakan hanya datang untuk anak-anak yang baik. Dia juga mengajarkan orang untuk terus baik dan hanya mereka yang baik akan diberikan apa yang dibutuhkan. Dalam kehidupan kita bukankah memang demikian? Ketika ada orang yang selalu baik pada orang lain, tiba-tiba memiliki kesulitan orang-orang akan terpanggil untuk membantunya. Begitulah cara kerja dunia kita saat ini. Sayangnya begitu banyak orang yang apatis dibandingkan peduli.

Jadi jika orang bertanya, Apakah Santa Claus ada? Ya, dia ada di dalam diri setiap orang, menunggu untuk bisa muncul di hadapanmu.

 

7 komentar:

  1. hahahaha sooo true, santa claus itu sebenernya penggambaran aja buat kita supaya kita sbg anak-anak dulu bisa ngikutin budaya memberi dari st. claus. Tapi stauku sih memang ada sejarahnya kok, St. Claus itu dari Santo Nikolas (disingkat kali ya namanya?) Dulu dia suka bagi-bagi hadiah untuk rakyat miskin gitu, makanya dia dijadikan penggambaran St. Claus jaman sekarang :p

    BalasHapus
  2. @Elly : Ya, memang Santa Nicolas yang paling terkenal, tetapi sebenarnya diseluruh belahan dunia memiliki sejarah sinterklas yang berbeda2 tetapi memiliki inti yang sama. Bahkan dulu dalam mitologi Nordik, Sang Odin lah yang dimaksud Santa Klaus dan rusanya adalah Slepnir.
    Banyak negara memiliki kisah yang berbeda tetapi intinya dialah Santa Claus. Di china sendiri ada sosok Santa Claus juga dikenal sebagai Dun Chen Lao Ren. Uniknya saat itu era komunikasi belum secanggih sekarang tetapi begitu banyak kejadian yang tercatat. Itulah uniknya Santa Claus :)

    BalasHapus
  3. Sering liat kartun natal yang mengisahkan santa claus.
    Entah kenapa nge-fans sama santa
    Keren banget nggak tuh

    Udah tua, tapi masih peduli anak-anak

    Pengen suatu hari saat tua nanti jadi kayak gitu :')

    BalasHapus
  4. Emang Kalimantan sepanas itu ya, mas? Hehe.
    Jadi gitu ya, film2 Santa yg diputar itu sekaligus untuk edukasi agar saling berbagi. Bukan begitu?

    BalasHapus
  5. @Renggo : Kalimantan ga semuanya panas, kebenaran daerahku dekat banget dekat garis khatulistiwa, so memang panas. Suhu 40 derajat mah udah biasa disini

    BalasHapus
  6. Jakarta cuma jadi berangin tapi nggak ada tanda-tanda mendekati iklim salju, hahaha.

    BalasHapus
  7. Kalo jakarta bersalju kayak nya seru juga kali yaaa hahaha

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)