Sabtu, 06 Desember 2014

Pernikahan Dini

http://www.animemay.com/thumbnails/detail/20121106/gloves%20flowers%20long%20hair%20brown%20eyes%20short%20hair%20elbows%20blush%20wedding%20dress%20black%20hair%20yuuki%20asuna%20kir_www.animemay.com_49.jpg 
Pernikahan, Ketika Aku dan Kamu menjadi Kita

Ini bukan bahas sinetron lawasnya Agnes Monica ya, bukan juga tentang aku yang berencana menikah dini. Ini lebih membahas fenomena pernikahan dini yang sedang populer di masyarakat, baik disengaja maupun tidak. Kok bisa tidak disengaja? Istilah kerennya MBA - Married By Accident

Ya, aku adalah seorang pria yang belum menikah, menurutku usiaku terlalu muda dan dari segi ekonomi belum mapan untuk membiayai keluarga dan pasangan, Bagaimanapun aku anak sulung yang harus membantu adikku. Ya, aku juga tipe orang yang selalu ditanya kapan menyusul? Setiap kali datang ke pernikahan teman-temanku, dan Ya aku juga tipe orang yang sudah lelah mendengar hal itu.

Hal di atas bukan sesuatu yang membuatku menulis hal ini, tetapi karena kejadian beberapa hari lalu. Seorang teman lamaku, tiba-tiba mengenalkanku pada seorang wanita berusia 22 tahun dari Semarang, dia adalah satu dari sedikit temanku yang belum tau bahwa aku sudah memiliki pasangan.

Kupikir awalnya dia mengenalkanku agar bisa berteman dengan wanita ini, tetapi baru beberapa jam setelah kami mengenal, si wanita ini mulai menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi yang sudah di luar batas pertemanan. Aku segera menanyakan pada teman lama ku ini, ternyata dia ingin menjodohkanku dengan wanita ini. Aku kemudian menjelaskan bahwa aku telah memiliki pasangan, karena lama tidak bertemu dengannya (Lebih dari dua tahun) maka belum sempat memberitaunya.

Dia kemudian menjelaskan bahwa wanita yang berusia 22 tahun ini baru saja bercerai, dia berpisah dengan suaminya setelah 4 bulan menikah. Dia tidak melihatku terkejut mendengar wanita semuda ini sudah berstatus janda. Ya, aku sudah bertemu sangat banyak orang, aku punya kenalan yang menikah di usia 14 tahun, dan aku juga punya kenalan yang sudah berstatus janda satu anak di usia 16 tahun. Ini bukan hal baru bagiku.

Yang memang jadi perhatianku adalah usia pernikahannya yang begitu singkat. Dari cerita temanku, dia menikahi pria yang baru dikenalnya 6 bulan. Setelah berpisah dengan suaminya, dia meminta temanku mencarikan pria yang baik, lalu dia berpikir untuk menjodohkan denganku.

Aku kemudian menjelaskan kepada wanita ini bahwa aku telah memiliki pasangan, dan sebaiknya aku menjadi temannya saja. Jawabannya terhadap penjelasanku berhasil membuatku terkejut, Dia mengatakan bahwa dia tidak mencari pria yang tampan atau kaya, dia berasal dari keluarga yang sangat kaya di Semarang, dan dia putri tunggal. Dia hanya butuh pria yang baik dan mengerti dirinya, beberapa jam kami kenal dia merasa cocok, jika aku mau bersamanya maka aku tidak perlu memikirkan pekerjaan, dia akan menghidupiku.

Aku kemudian menjelaskan kepadanya, jika ada pria yang menerima kondisi tersebut maka dia bukanlah pria yang baik. Seorang pria yang baik pasti ingin membahagiakan pasangannya dengan uang yang dia hasilkan sendiri atau setidaknya bersama pasangannya.

Setelah berbincang beberapa saat, kami kemudian setuju untuk menjadi teman saja.

Kejadian ini membuatku berpikir, beberapa waktu terakhir memang banyak teman-temanku yang bercerita bahwa pernikahan mereka tidak berjalan lancar, hampir separuh teman seusiaku telah menikah terutama wanita. Ternyata kehidupan pernikahan tidak semudah yang mereka kira, bahwa mereka sadar pernikahan bukan hanya soal mereka berdua, tetapi juga keluarga kedua belah pihak dan nantinya anak-anak mereka.

Sebenarnya menikah muda atau dini bukan masalah, dengan catatan minimal salah satu dari pasangan ini memiliki mental dan sikap yang dewasa, diusahakan prianya yang bersikap dewasa (Ingat dewasa bukan berumur, yang 40an tahun saja kadang belum dewasa).

Kenapa diharapkan prianya yang setidaknya dewasa? Karena perselingkuhan pria lebih berat daripada perselingkuhan wanita. Pria selingkuh adalah kesalahan pria itu sendiri, sedangkan jika wanita selingkuh itu juga kesalahan pria, agar kemungkinan selingkuh berkurang maka prianya harus benar dahulu.

Bagaimana mengetahui pria itu dewasa atau tidak? Kita bisa lihat dari caranya menghadapi masalah, jika pasanganku saat ini selingkuh, aku tidak akan histeris kemudian marah-marah padanya. Aku akan mengajak berbicara baik-baik, karena marah tidak menyelesaikan masalah melainkan memperburuk. Aku akan tanyakan alasannya, apakah hubungan ini masih bisa diperbaiki atau harus berakhir?

Manusia tidak terlepas dari kesalahan, dan jika belum terlambat kesalahan itu bisa diperbaiki. Sebagian besar mungkin berpikir bahwa ini hanya tulisan kosong saja, jika benar terjadi maka aku akan meledak-ledak. Aku yakin tidak demikian, aku telah menghadapi banyak masalah tentang hubungan dan pernikahan orang lain. Disana aku mengerti bahwa setiap masalah terjadi dengan kedua pihak saling terlibat. Lagipula jika masalah itu timbul saat ini atau bahkan ketika kami sudah menikah, kami telah melalui begitu banyak hal dan cinta diantara kami pasti nyata. Hanya memang selalu ada kesalahan yang terjadi, itulah yang harus kita selesaikan.

Banyak alasan sederhana yang membuat orang menikah dini, seperti Sudah yakin dengan pasangan ini, takut nanti pisah padahal sudah berhubungan seperti suami istri, ingin cepat punya anak, dan hal-hal yang sebenarnya sederhana. Melalui tulisan ini, aku berharap bagi yang belum menikah dan masih di usia muda, pilihlah pasangan yang baik yang benar-benar mencintaimu, terutama untuk wanita.

Untuk pria, jadilah pasangan yang baik, persiapkan dirimu dari sekarang untuk menjadi pria yang layak dicintai. Sedikit berbagi pengalamanku, Aku berpikir mungkin aku tidak bisa menjadi pria tertampan ataupun pangeran berkuda putih untuk istriku, mungkin aku tidak bisa jadi orang terkaya di dunia untuknya karena itu aku belajar untuk mengerti dirinya, menerima bahwa dia selalu benar, menghormati dia seperti ibuku dan mengasihinya seperti dialah satu-satu wanita di dunia ini.

Aku belajar memasak, karena aku tau dia tidak selalu mau memasak, biarlah aku memasak untuknya saat itu. Aku belajar mengerjakan semua jenis pekerjaan rumah, sehingga ketika aku ada waktu biarlah aku yang mengerjakan semuanya agar dia bisa menikmati waktunya, Aku belajar mengerti hobi dan keinginannya, menemaninya dan juga membuatnya tertawa.

Dia layak mendapatkan semua itu, karena dia yang membuat diriku menjadi lengkap dengan cintanya, Aku berharap semakin banyak pria yang melatih dirinya menjadi pasangan yang baik demi kebahagiaan pasangannya, maka hal-hal buruk di dunia ini juga akan semakin berkurang.

Saranku kepada yang telah menikah, ketika kalian memiliki masalah. Ingatlah betapa besar cinta kalian ketika kalian memutuskan untuk bersama, memutuskan untuk menjadi satu. Semoga kalian berbahagia dan hidup dalam kedamaian.

Semoga tulisan ini bermanfaat :)

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)