Selasa, 02 Desember 2014

Pria yang Berbeda - Tidak Lurus

Kubo 
Kami juga butuh dicintai - Kata seorang teman yang sedang menangis
 
Tulisan ini membahas tentang kaum pencinta sesama jenis, Jika anda sensitif dengan topik ini sebaiknya tidak membaca lebih lanjut. Terimakasih

Homoseksual, dengan bahasa populernya Gay dan bahasa pribuminya adalah "Sekong". Kalau disini lebih dikenal cowo nikung atau cowo tomboy.

Saat tadi sedang blogwalking, aku melihat tulisan tentang kaum Gay dijadikan bahan lelucon, di blog yang lain aku membaca tentang wanita yang patah hati oleh seorang pria Gay karena itu aku menjadi tersugesti untuk menulis pengalamanku.

Aku mengenal cukup banyak kaum gay, dan tidak pernah ada masalah dengan mereka. Sebagian besar bersifat terbuka terhadap dirinya, artinya dia tidak menutupi dirinya seorang gay.

Semua yang kukenal sangat baik, mereka juga humoris dan lembut. Kapan lagi melihat cowo gerakannya halus begitu? Dalam dunia terapi sekalipun, seringkali aku dipertemukan dengan kaum ini, dan aku selalu berhasil membuat mereka terkejut.

Aku sendiri heran, setiap kali ada keluarga atau teman dekat mereka mengetahui orientasi seksualnya, mereka akan mengecap ini sebagai sebuah penyakit yang harus dan dapat disembuhkan. Kasus seperti ini selalu berhasil membuat keuntungan tanpa henti untuk para terapis kejiwaan tapi tidak untukku, aku bekerja tanpa menerima komisi, ini pelayananku.

Setiap kali ada seorang gay-kadang datang berdua yang muncul untuk menjalani terapi dariku, mereka sebelumnya sudah pernah diterapi di tempat lain. Contohnya Danny (Nama sebenarnya) sudah keempat terapis selama 5 tahun terakhir, dan menghabiskan puluhan juta. Dia selalu kambuh lagi dan lagi menurut orang tuanya.

Jika Danny adalah seorang pembunuh yang memutilasi korbannya, aku dapat mengerti kekhawatiran orang tuanya tetapi Danny hanyalah pria idaman wanita yang tidak mengidamkan wanita manapun. Ketika datang kepadaku wajahnya sangat lesu dan tertekan. Aku menjelaskan padanya, bagiku dia tidak menderita penyakit apapun, selain asma. Aku meminta dia untuk menerima dirinya apa adanya.

Seperti biasanya mereka akan terkejut fase ini dan bertanya padaku, "Apa kamu juga gay?" Aku menjawabnya dengan serius, "Tidak, tapi aku berharap wajahku seperti gay." Bagaimana tidak? Aku tidak pernah menemui gay yang jelek, mereka semua adalah pria idaman para wanita yaitu Tampan, Putih, Atletis dan lembut. Ya, mereka sangat metroseksual.
Aku meminta mereka untuk menerima diri mereka, ketika mereka sudah menerima hal itu, saatnya mereka bisa membuat orang menerima diri mereka apa adanya. Apa kalian berpikir bahwa para orang tua atau sahabat mereka akan marah kepadaku karena aku melakukan hal ini? Sejauh ini belum ada yang seperti itu, awalnya iya tapi akhirnya mereka berterima kasih. Setiap manusia memiliki kekurangan, tidak ada yang sempurna. Jika kalian anggap anak kalian Gay itu sebagai kekurangan maka anggaplah dia hanya memiliki kekurangannya yang terlihat sangat jelas.
Mereka tidak pernah meminta dilahirkan seperti ini bukan? Mereka tidak memilih untuk hidup seperti ini. Seperti kata temanku, "Kami juga butuh dicintai." Kata-kata itu yang membuatku akan selalu mendukung mereka yang ingin menjadi dirinya sendiri. Jika memang ada yang ingin merubah kondisinya karena tidak nyaman, aku bersedia membantunya juga. Aku hanya memberikan mereka pilihan, tidak seperti terapis yang mereka temui sebelumnya.

Banyak teman lain yang bertanya apa aku tidak risih? Sebenarnya tidak, alasannya sederhana karena aku jelek. Walau pernah salah satu dari mereka yang bilang, "Ron, kau enak dipeluk ya?" itu berhasil membuatku merinding disko, tetapi selebihnya tidak.

Aku juga pernah di undang ke sebuah acara, dimana saat itu semuanya yang hadir adalah Gay kecuali diriku. Aku menemukan beberapa orang yang pernah ku terapi berada disana. Mereka tidak melakukan hal-hal yang asusila disana. Hanya saling bercerita dan makan, dan iya aku juga satu-satunya yang jelek disana. Mereka menyebutku dengan istilah Bajingan Tulen di pesta itu. Pria diantara pria, dan perasaan itu cukup menyenangkan, hehe.

Biasanya wanita yang lebih suka berteman dengan para gay, dulu aku sering dikenalkan dengan gadis-gadis cantik oleh para teman gay ku ini. Ini keuntungan yang tidak pernah terpikirkan oleh banyak orang kan? Hehe.

Ya, inti tulisan ini aku hanya berharap orang lebih bisa menghargai perbedaan, aku mengerti jika ada yang merasa sangat membenci kaum gay, mungkin kekasihnya pernah direbut darinya. Hidup itu semua tentang pilihan, Bagaimana pilihanmu?

1 komentar:

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)