Jumat, 19 Desember 2014

Project Kaleidoskop

http://fc00.deviantart.net/fs71/i/2012/009/2/0/winter_time_by_princessintheshit-d4ltst3.jpg 
Today is Gift, That's why they called it present


 Kaleidoskop disini bukan sebuah alat optik, melainkan kata yang bermakna aneka peristiwa penting yang telah terjadi yang disajikan secara singkat.

Sebenarnya hal ini sudah ingin kulakukan sejak lama, bahkan pernah dilakukan tetapi tidak berjalan lama karena kesibukan. Project ini dimaksudkan untuk membuat biografiku sendiri, ada beberapa alasan untuk itu. Yang pastinya tujuan utamanya adalah agar aku dapat meninggal dengan tenang. Aku tidak perlu lagi menulis banyak hal, cukup menuliskan alamat blog ini, atau nantinya kucopy ke sebuah file. Maka ketika aku meninggal, orang akan tau apa yang belum mereka ketahui dan perlu ketahui tentang diriku.

Apa ini penting? Aku akan menjelaskan beberapa alasan yang mungkin akan membuat kalian melakukan hal yang sama.

Pertama adalah karena memori atau ingatan tidak bisa dipercaya, sudah berapa kali ingatan kalian mengecewakan kalian? Contoh sederhana saja, melupakan janji atau kegiatan penting yang seharusnya anda lakukan.

Kasus yang lebih parah adalah melupakan apa yang terjadi, contoh aku pernah menceritakan sebuah kisah lucu yang nyata tentang kekonyolan si A, saat itu ada Aku, si A dan si B. Aku sudah menceritakan kisah itu berkali-kali, suatu hari ketika aku, A dan B berkumpul aku kembali bercerita tentang kekonyolan si A, dan si A menyangkalnya. Dia mengatakan bahwa pada saat itu adalah si B, dan B mengakuinya.

Kenapa bisa demikian? Selama ini yang suka melakukan kekonyolan, adalah si A bahkan ketika bukan dia yang melakukan hal konyol, bisa tertanam di ingatan kita bahwa si A lah yang melakukannya. Bukan hanya ini saja, hari lainnya B menceritakan kekonyolan si A, tentang bagaimana dia jatuh terpleset saat sedang mengejar penjual es krim. Saat kejadian itu ada Aku, A, B dan C. Yang sebenarnya terjadi adalah Aku yang terpleset saat mengejar penjual es krim, tetapi di ingatan B dan C, si A lah yang jatuh. Unik bukan? Inilah cara kerja memori, dan ternyata menulis diary memang penting karena memori tidak dapat dipercaya.

Kedua, Ketika anda menjadi orang terkenal sekalipun belum tentu ada yang mau menulis biografi anda, mungkin yang akan diingat hanya profil atau biografi singkat anda. Hal-hal penting yang seharusnya bisa anda tinggalkan untuk generasi muda menjadi sia-sia. Apalagi jika anda tidak terkenal, hehe.

Ketiga, Mirip dengan kedua yaitu legacy. Anda pasti ingin memiliki sesuatu yang akan mengenang anda, jika hanya mengandalkan anak cucu anda maka itu hanya bertahan tidak lama. Apalagi hanya satu atau dua foto tentang anda. Jika anda bisa meninggalkan kisah unik, yang bisa dikenang sepanjang masa maka akan lebih berarti bukan hidup anda?

Keempat dan yang terpenting adalah faktor eksternal. Maksudnya seperti apa? Gosip! Ini hal yang paling mengerikan, dan jika anda telah tiada maka anda tidak punya kesempatan untuk membela diri apalagi membenarkan fakta miring tentang anda. Gosip terkadang berbeda tipis dengan fitnah.

Ada beberapa contoh kasus yang terjadi beberapa tahun terakhir kepadaku, misalnya saat ada seorang wanita yang mengatakan aku mengejar dirinya, menyatakan cintaku berkali-kali padanya padahal sudah ditolak berkali-kali. Wanita ini mengatakan bahwa aku pria yang tidak punya harga diri karena mengorbankan segalanya untuk dia.

Apa kisah di atas benar? Tidak. Sebenarnya justru sebaliknya, dia wanita berumur 28 tahun yang belum pernah sekalipun berpacaran, bukan karena wajahnya yang tidak cantik tetapi karena sifatnya. Dia suka berdelusi seperti di atas, dia pernah mendekatiku tetapi aku bilang bahwa aku telah memiliki pasangan. Atas dasar sakit hatinya itulah dia menyebarkan cerita seperti itu.

Kasus yang serupa tetapi tidak sama terjadi dilain waktu, aku bersama dua temanku senang makan di sebuah rumah makan, setidaknya dalam seminggu kami akan kesana dua kali bersama. Seiring waktu karena kesibukan, hanya dua atau bahkan salah satu dari kami saja yang kesana. Itu terjadi hingga hampir dua bulan, setelah sekian lama kami kembali datang bertiga. Ibu pemilik rumah makan tersebut datang dengan senyum kepada kami, "Nah, begitu dong baikan. Ini baru sahabat." Kami bertiga tentu larut dalam kebingungan, temanku bertanya maksudnya apa?

Dia menceritakan bahwa, seorang wanita yang biasa duduk disamping meja kami saat makan mengatakan padanya bahwa kami bertengkar memperebutkan dia, karena itu kami tidak pernah datang bertiga lagi. Kedua temanku mungkin berpikiran sama denganku saat itu, "What the?!"

Bagaimana kami bisa memperebutkan wanita yang bahkan tidak kami sadari keberadaannya, lagipula diantara kami bertiga, hanya aku yang belum menikah. Delusi sungguh berbahaya.

Hal yang tidak kalah buruk dari delusi adalah asumsi, apalagi asumsi yang bercampur delusi. Aku sering pergi bersama teman-teman pria. Pada dasarnya pria lebih senang bersama pria lainnya, karena lebih bebas dan omongan kami nyambung. Seorang tetanggaku, karena sering melihatku berjalan dengan teman pria yang berbeda-beda, kemudian menyimpulkan satu hal. Aku seorang gay, ya hanya dari data yang begitu minim dia bisa mengasumsikan hal seperti itu, begitu mengerikannya cara kerja otak manusia.

Pernah juga, karena kedekatanku dengan admin dikantorku dulu. Aku digosipkan oleh para karyawan lain bahwa aku meniduri adminku. Itu hal yang serius, karena admin ini sudah memiliki tunangan. Aku sebenarnya masa bodoh dengan hal seperti ini, tetapi karena adminku ini menangis dan minta berhenti. Aku terpaksa mencari sumber berita miring ini, ternyata dari seorang karyawati yang sedang mengalihkan isu. Sebelumnya dialah yang digosipkan tidur dengan salah satu atasan di kantor kami, karena dia ingin mengalihkan isu maka dia membuat gosip baru. Apa aku kemudian menghukum karyawati ini atau memarahinya? Tentu tidak, untuk apa aku melakukan hal yang menguras tenaga tersebut, Aku hanya datang ke mejanya dan berkata, "Mulai besok kamu libur ya, surat izinnya kamu buat lalu taruh di meja saya."

Setelah itu dia menangis dan meminta maaf, dan sekarang dia tidak pernah bergosip lagi. Dia menjadi teman baik admin itu, aku mendengarnya setelah keluar dari sana.

Masalah yang paling unik, mungkin adalah kejadian lima tahun lalu yang masih terus berjalan hingga hari ini. Aku pernah difitnah bahwa aku memfitnah. Benar anda tidak salah baca, difitnah bahwa aku memfitnah.

Aku tau kejadian ini ketika masalah ini sudah besar, ini salah satu sifat manusia yang paling serius. Ketika dia bermasalah dengan seseorang, dia akan menceritakannya kepada semua orang kecuali kepada orang yang bermasalah dengannya.

Aku mendengar dari salah seorang kerabat karibku, dia tidak percaya dengan berita tersebut karena yang mengeluarkan berita itu sendiri adalah seorang Ibu yang sangat suka bergosip, hampir semua orang yang kenal maupun tidak dia kenal akan digosipkan. Dia dan suaminya benar-benar cocok, karena memiliki kebiasaan yang sama, dan mereka sama-sama suka berdelusi bahwa orang-orang menghormati mereka dan mencintai mereka, padahal orang-orang menertawakan mereka.

Kali ini mereka berurusan dengan orang yang salah, aku datang ke rumah mereka dan disambut dengan makian-makian. Aku duduk mendengarkan lalu bertanya, darimana dia tau bahwa aku mengatakan hal-hal demikian tentangnya? Intinya adalah aku mengatakan hal-hal buruk tentang dia dan keluarganya, belakangan aku baru tau bahwa semua yang dia bilang "Fitnah" itu memang kenyataan yang terjadi bahkan kenyataannya lebih buruk daripada gosip itu, jadi memang bisa dibilang fitnah. "Kamu fitnah aku buruk! Itu tidak benar! Aku lebih buruk dari itu!" mungkin demikian kalau dia jujur, hehe.

Balik ke topik sungguh aneh menurutku, dia mendengar dari orang lain dan percaya. Ketika orang yang dimaksud datang langsung dan mengatakan bahwa dia tidak melakukan itu, dia tidak percaya. Aku terus mendesaknya untuk mengatakan sumbernya, tetapi dia bersikukuh untuk tidak mau memberitaukannya. Aku kemudian bertanya, darimana dia tau bahwa apa yang dikatakan orang ini benar? Apa buktinya?

Jawabannya berhasil membuatku terhenyak, "Aku ini bisa meramal, ketika aku mendengarnya aku langsung cek di tanganku, dan benar aku melihatmu dari tanganku sedang membicarakan hal ini dengan orang-orang." Bayangkan, apalagi yang bisa aku katakan? Aku baru sadar aku berdebat setengah jam lebih dengan orang gila! Jika dia benar bisa meramal seperti itu maka dia akan tau bahwa semua itu dusta. Aku memilih untuk pergi dan membiarkan sepasang suami istri ini menggila.

Selama lima tahun kedepan mungkin hingga hari ini, mereka masih senang membicarakan hal itu kepada orang-orang. Anaknya berada satu angkatan denganku juga bercerita tentang hal ini kepada teman-teman sebayaku. Hasilnya apa? Mereka semakin dijauhi oleh orang-orang dan mereka tidak menyadari itu. Di belakang mereka semakin banyak orang yang mengatakan hal buruk tentang mereka, dan mereka tidak menyadari itu karena terlalu sibuk mengosipkan orang lain.

Mungkin kalian bertanya apa pernah aku berusaha mengklarifikasi hal ini lebih lanjut? Pernah dan akhirnya aku tau ini sia-sia. Beberapa bulan setelah aku berbicara dengan mereka, seorang temanku datang kepadaku dan bercerita bahwa dialah yang mengatakan hal itu kepada mereka. Dia merasa bersalah karena aku digosipkan selama berbulan-bulan lamanya, Sayangnya dia tidak tau bahwa itu menjadi lima tahun dan berlanjut.

Dia mengatakan bahwa sebenarnya itu kata-kata dia sendiri, dan ternyata dia tertangkap basah sedang mengatakan itu. Dia kemudian menyebutkan nama pertama yang terlintas dikepalanya,dan viola namaku muncul. Dia berpikir karena aku cukup disegani, mungkin mereka akan diam saja dan tidak membahas lebih lanjut. Sayangnya temanku ini tidak menyadari sedang berhadapan dengan orang yang kalau tidak bodoh ya sinting.

Kami berdua kemudian pergi dan mengklarifikasi hal tersebut kepada pasangan suami istri ini kembali, lalu kenapa masih berlanjut sampai sekarang? Karena mereka menolak untuk percaya! Bayangkan ketika sumber aslinya sudah mengakuipun mereka tetap menolak itu. Kenapa demikian? Jika dia mengakuinya maka dia sadar apa yang dia lakukan selama berbulan-bulan ini adalah fitnah, namanya akan rusak (Percayalah sudah lama rusak), kedua maka kemampuan omong kosong yang dia katakan adalah bohong. Dia tidak bisa terima dua hal itu, sehingga dia memutuskan untuk tetap percaya bahwa aku memfitnahnya. Sia-sia bukan? Karena itu aku biarkan saja mereka, toh yang menanam hal buruk adalah mereka.

Itulah alasanku akan membuat Kaleidoskop ini, setelah membaca ini apakah kalian berniat membuatnya juga? :)

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)