Senin, 22 Desember 2014

Puisi Untuk Ibu

http://th06.deviantart.net/fs71/PRE/i/2011/282/1/e/mother_kissing_baby_by_rmani005-d4caf1e.jpg 

Bunda


Bunda telah beranjak sepuh dan kau telah tumbuh dewasa
 Kala yang biasanya mudah dan tanpa upaya, kini telah menjadi beban
Kala mata terkasihnya nan setia
Tak menerawang seperti dahulu

Kala kakinya mulai lelah dan enggan menyokong tubuhnya lagi
Kala itu berikanlah lenganmu untuk menyokongnya
Temanilah dia dengan kegembiraan dan sukacita

Waktu akan tiba ketika kau terisak menemaninya
dalam perjalanan terakhirnya

Dan jika ia bertanya kepadamu, selalulah menjawabnya
Dan jika ia bertanya lagi, jawablah pula
Dan jika ia bertanya lain kali, bicaralah kepadanya
Tidak dengan gelegar, namun dengan damai lembut

Dan jika ia tak mampu mengertimu dengan baik
Jelaskan semuanya dengan sukacita
Waktu akan tiba, Waktu nan getir
Tatkala mulutnya tidak akan bertanya lagi.


Salah satu puisi terindah yang pernah kubaca, diterjemahkan dari bahasa Jerman pada tahun 1923. Di tulis oleh seorang anak yang begitu mencintai Ibunya, Adolf Hitler.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)