Senin, 26 Januari 2015

Amyotropic Lateral Scleroris - Syndrome ALS

http://th08.deviantart.net/fs70/PRE/i/2012/256/a/d/stephen_hawking_by_love_laugh_live__x-d5ejqle.png 
Kepandaian adalah kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan
- Stephen Hawking


Jika kita ingat kembali, beberapa waktu lalu adalah sebuah fenomena bernama Ice Bucket Challenge yaitu sebuah fenomena di Youtube dimana seseorang akan menantang orang lain untuk menumpahkan satu ember air es ke tubuhnya. Metode ini katanya adalah sebuah terapi yang efektif untuk penderita ALS.

 Amyotropic Lateral Scleroris atau Lou Gehrig's disease atau Charcot disease adalah sebutan-sebutan untuk syndrom ALS ini. Penderita paling terkenal saat ini mungkin adalah Stephen Hawking.

Bagaimana dan apa sebenarnya ALS? Mari kita pelajari lebih mendalam

ALS adalah penyakit degenerasi saraf motorik yang progresif atau makin lama makin buruk.

Saraf pada otot motorik atau pergerakan, mulai dari otak ke sumsum tulang belakang lalu ke otot, mengalami degenerasi atau penuaan. Akibatnya, otot motorik atau otot lurik yang berfungsi sebagai pergerakan tidak dapat menerima perintah otak.

Selain itu, pada sumsum tulang belakang tampak pengapuran di bagian samping (lateral). Itu sebabnya, disebut lateral sclerosis ?2. Hingga kini, 90% penyebab ALS belum bisa diketahui, sedangkan 10% penyebabnya adalah faktor genetis dan lingkungan.

Karena yang terjadi adalah kelainan degeneratif, penyakit ini sering ditemukan pada penderita di atas usia 50 tahun. Tetapi, tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia muda. Lalu, apakah pada usia muda terjadi penuaan?

Bukan orangnya yang menjadi tua, namun sel-sel saraf motorik atau saraf yang bekerja memerintah otot sesuai otak tersebut menjadi tua sebelum waktunya. Hal ini terjadi terus hingga keadaan otot makin memburuk.

Gejala ALS ditandai oleh melemahnya otot-otot pergerakan yang bekerja atas perintah otak. Tergantung otot mana yang terserang lebih dulu. Misalnya, jika serangan awal terjadi pada jari telunjuk kanan, maka jari ini akan melemah, lalu diikuti ibu jarinya.

Selain melemah, otot juga akan mengecil, sehingga akan tampak telunjuk dan ibu jarinya mengecil (atropi). Penyakit ini dikatakan berangsur memburuk karena akan diikuti saraf lengan bawah, lengan atas, kaki kiri dan kanan, dan seterusnya. Otot jantung tidak berada di bawah kendali otak, jadi luput dari serangan penyakit ini.

Gejala ALS bisa terlihat dari hal tertentu, misalnya gelas terjatuh ketika dipegang, atau lemah berjalan. Bila terkena saraf menelan, maka penderita akan sulit menelan, tersedak, dan hilang refleks batuk. Dapat terjadi kram otot atau kejang otot terus-menerus (fasikulasi), hingga suatu saat tidak hanya lemah kaki dan tangan, tapi juga perubahan suara sampai sulit berbicara. Bahkan, bila terkena saraf yang berperan untuk bernapas, maka penderita akan sesak napas sehingga terpaksa menggunakan alat bantu napas.

Kondisi ini memaksa penderita berbaring dalam waktu lama sehingga membuka kemungkinan terinfeksi penyakit pada paru-paru yang disebut pneumonia, seperti yang terjadi pada Stephen. Terlebih bila penderita sudah menggunakan alat bantu napas.

Sayangnya, belum ada obat yang bisa mengobati penyakit ini sampai tuntas. Pengobatan masih berupa upaya untuk menahan laju pemburukan yang terjadi. Misalnya, dengan vitamin penambah kekebalan tubuh atau zat antioksidan, seperti Q10. Berbagai pengobatan mutakhir terus dicoba, termasuk terapi stem cell (sel punca) yang saat ini masih dalam penelitian.

Aku sendiri mengenal syndrom ini pertama kali bukan dari Stephen Hawking melainkan dari buku Tuesday with Morrie, maklum saja saat itu media informasi di kota ini masih sangat terbatas.

Selain Stephen Hawking dan Morrie, penderita ALS lain yang juga terkenal adalah Lou Gehrig, Mike Porcaro, Augie Nieto dan Jason Becker.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)