Minggu, 25 Januari 2015

Asal Usul Nama China dan Kata Cina di Indonesia

http://photos1.blogger.com/img/283/2349/320/China.jpg 
Satu dari tiga kata terbanyak di dunia



 China adalah sebuah nama yang dimiliki oleh sebuah negara, dan juga menjadi sebutan bagi keturunan yang berasal dari negara tersebut.

Seringkali teman bertanya kepadaku, Kenapa kami disebut Cina dan kini Tionghua, apa perbedaannya? Kenapa sebagian besar keturunan Tionghua di Indonesia tidak senang disebut  Cina?

Asal mula kata China sendiri masih belum diketahui dengan jelas, darimana sebenarnya dia berasal. Perbedaan antara Cina dan Tionghua? Sebenarnya tidak ada, mereka sama-sama nama yang Exonym (Nama yang diberikan pihak luar), secara Endonym maka rakyat China lebih senang disebut Zhongguo.

Ada banyak sumber tentang nama China berasal, tetapi menurutku yang paling beralasan adalah asal mula nama China diambil dari Dinasti Qin.

Dinasti Qin yang saat itu dipimpin oleh Raja Yin Zheng berhasil menyatukan daratan China untuk pertama kalinya, Yin Zheng kemudian menjadi Kaisar Pertama Kerajaan China. Kata Qin dibaca Chin, kemudian oleh orang barat kala itu disebut China karena perubahan logat bahasa.

Jika kalian ingin lebih jelas tentang Sejarah Dinasti Qin dapat mencari literatur The Warring States, itu adalah masa dimana 7 Kerajaan besar saling bertempur hingga Qin menaklukan daratan. Sejarah Dinasti Qin saat ini sangat populer di Jepang karena diangkat menjadi salah satu Manga yang sangat terkenal dengan judul Kingdom. Dinasti Qin ada jauh sebelum zaman Tiga Kerajaan / SamKok.

Sekarang kita bahas, soal sentimen orang Tionghua terhadap kata Cina. Sebenarnya hal tersebut sederhana, jika aku dengar dari penuturan Kakekku yang berasal asli dari China daratan sana, mereka tidak menyukainya karena itu adalah sebutan dari orang Jepang saat menyerang China.

Pada masa itu, Orang Jepang memanggil penduduk Cina dengan sebutan Sinna (支那) yang belakangan nanti diganti menjadi Chugoku untuk menghilangkan sentimen tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Kata tersebut seolah-olah menjadi sangat menyakitkan jika diucapkan, Mengapa bisa demikian? Jika ingin mengetahuinya kita harus kembali ke zaman pemerintahan presiden Soeharto. Di masa itu, kata Cina adalah bentuk diskriminasi terhadap warga keturunan, banyak perlakuan tidak adil dialami warga keturunan saat itu.

Kata China di Indonesia menjadi kata diskriminasi seperti Negro di Amerika kala itu. Itulah sebabnya kini kata itu menjadi cukup tabu bagi sebagian besar orang tionghua di Indonesia.

Tulisan ini hanya bersifat informatif tanpa bermaksud menyinggung masalah SARA.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)