Rabu, 07 Januari 2015

Buah dalam Kehidupanku

http://fc03.deviantart.net/fs14/i/2007/003/b/6/FRUIT_RAIN_by_illugraphy.jpg 
Pengetahuan adalah mengetahui Tomat adalah buah,
Kebijaksanaan adalah tidak memasukannya ke salad buah.


 Buah, setiap penelitian selalu mengatakan bahwa buah baik untuk kesehatan kecuali buah itu. Ya, buah itu. Kalian tidak tau apa yang dimaksud buah itu? Berarti kalian belum cukup dewasa untuk tau. Jika kalian ingin benar-benar tau karena kalian benar-benar tidak tau maksudnya, silahkan baca hingga akhir, akan kuberitau buah apa yang dimaksud.

Aku sendiri pernah berpikir menjadi fruitarian. Manusia yang hanya makan buah, Temanku menyebutnya sebagai monyetisasi. Di balik kepandaian yang dibawah rata-rata seringkali terlontar kata-kata yang unik memang. Ini beberapa kisah tentang buah dalam hidupku.

Jika orang bertanya apa buah favoritku, Aku akan menjawab ada dua. Yang pertama adalah Buah Mangga, dan kedua adalah Buah Durian. Masing-masing memiliki kisah yang cukup unik untuk diceritakan.

Dulu aku sebenarnya tidak suka Mangga, karena pertama kali saat kumakan rasanya asam. Aku tidak suka buah yang asam, seperti jeruk atau lemon. Kakekku dari sebelah ibuku sangat suka Mangga, dan pepaya. Dia memiliki kebun yang luas untuk dua buah itu. Dia sepertinya sedih ketika cucunya yang manis dan imut ini (Hihi) tidak menyukai buah favoritnya. Dia selalu menawarkanku mangga, tetapi selalu kutolak.

Dia akhirnya bertanya kenapa aku tidak mau makan buah mangga, aku menjawab karena rasanya asam. Dia mengatakan bahwa mangga yang ini manis, aku tidak percaya itu. Bagiku itu terdengar seperti mengatakan ada cabe yang tidak pedas. Kakekku akhirnya berjanji akan membelikanku mainan jika memakannya. Aku akhirnya mencoba satu, tidak apa-apa deh asam yang penting dapat mainan pikirku saat itu.

Ketika kumasukan ke dalam  mulut, ternyata rasanya manis. Belakangkan kutau buah mangga ini jenisnya harum manis, aku tidak tau namanya sama atau berbeda di luar daerahku. Dia memiliki aroma khas yang tidak pernah kulupakan sejak hari itu.

Aku bertanya kepada Kakekku, kenapa mangga ini bisa begitu manis dan lezat sedangkan kemarin begitu asam. Beliau mengajarkan hal yang kusebut sebagai filosofi Mangga hingga hari ini, Mangga sebelum matang rasanya asam, ketika dia sudah matang rasanya akan manis. Dia seperti kehidupan, ketika kehidupan kita belum matang maka akan banyak kesulitan yang mendera, banyak hal yang harus diusahakan tetapi semua itu akan membuatnya menjadi manis, suatu hari kamu akan mengerti dan benar saja, kata-kata beliau tidak pernah kulupakan hingga hari ini.

Aku hanya makan dua jenis mangga saja hingga saat ini, yaitu Harum Manis dan Indramayu. Aku kurang suka yang lainnya.

Berbeda lagi dengan Durian, buah yang hanya datang di musim hujan dan penghujung tahun ini memang layak ditunggu. Aromanya juga khas, rasanya juga luar biasa bagi lidah mereka yang cocok. Durian memang tidak bisa dinikmati semua orang, cukup banyak yang alergi terhadap rasa atau aromanya.

Aku merasa sangat beruntung bisa memakan buah ini. Kecintaanku akan buah satu ini karena pengaruh Ayahku, setiap musim dia selalu membeli durian setidaknya sekarung besar atau minimal satu kardus.  Dia selalu mengatakan bahwa jangan mengaku orang medan jika tidak bisa makan durian, hingga hari ini aku masih tidak mengerti apa hubungannya. Lagipula seumur hidup aku hanya menghabiskan 1 tahun lebih di sana, lebih dari 3/4 hidupku disini.

Bagi orang yang tidak pernah mabuk karena minuman alkohol, durian seperti menjadi pengantinya untukku. Aku bisa makan begitu banyak, hingga mengalami hangover keesokan harinya. Belum pernah mabuk durian? Kau belum pernah makan cukup banyak, hehe. Ya durian buah yang bisa membuat mabuk, atau setidaknya rasanya seperti mabuk jika dikonsumsi hingga jumlah tertentu. Jumlah yang jarang disentuh orang pastinya, Hehe.

Adikku adalah orang yang tidak cukup beruntung, dia alergi dengan aroma durian. Dia sangat tidak suka jika setelah aku selesai makan durian. Di antara teman-temanku juga, hanya beberapa yang doyan makan Durian, kami selalu pesta pribadi jika sudah musimnya. Hanya tahun ini jumlah durian sangat minim, sehingga harganya terbilang masih sangat tinggi.

Mungkin kisah paling sering ada di hidup seseorang adalah perdebatan tomat itu buah atau sayur. Berbeda denganku, perdebatan paling hebat soal buah terjadi pada Buah Naga.

Ya, Buah yang kaya akan vitamin C serta menjadi hidangan elit selama beberapa tahun terakhir itu sempat membuatku berdebat dengan seseorang. Itu terjadi ketika buah naga belum populer.

Seorang teman bercerita di rumahnya sedang ada buah naga, dia mengajakku untuk datang ke rumahnya. Itu pertama kalinya kudengar nama buah itu. Kupikir itu sebuah buah berbentuk naga atau sejenisnya, ketika aku melihatnya untuk pertama kali yang ada di kepalaku adalah, "Hei, itu bukan buah naga. Itu buah kaktus." Ya, aku mengetahui buah itu sebagai buah yang tumbuh dari kaktus, dagingnya berwarna putih dengan banyak biji halus.

Perdebatan di mulai, temanku mengatakan bahwa ini bukan buah kaktus, dan dagingnya berwarna ungu. Ya, aku tau bahwa memang ada kemungkinan dia memiliki warna lain seperti ini, tetapi warna aslinya adalah putih. Perdebatan memakan waktu hampir dua jam, walau sekarang kita tau siapa yang benar tetapi dua jam hidupku terbuang sia-sia. Sejak saat itu buah naga selalu meningatkanku betapa berharganya waktu untuk dibuang sia-sia seperti itu.

Buah yang paling banyak kumakan adalah pisang, karena itu banyak yang berpikir buah kesukaan adalah pisang. Sebenarnya tidak, karena ketika aku makan pisang selalu diolah terlebih dahulu menjadi sesuatu yang sudah tidak bisa disebut buah.

Aku tidak pernah makan pisang, seperti kebanyakan orang. Buka kulitnya lalu dimakan seperti monyet begitu. Aku lebih suka memotongnya menjadi ukuran kecil-kecil. Kemudian memakannya dengan garpu. Menambah Es krim, membuatnya menjadi banana split. Mencampurnya dengan susu kental manis atau coklat. Membuat bubur pisang, dan masih banyak lagi. Kalian bisa mencobanya, rasanya lezat!

Dan bicara soal buah tadi, maksudnya adalah Buah Simalakama, apa yang kalian pikirkan? Hehe.

Satu hari, satu apel bisa menjauhkanmu dari Dokter, ya kecuali kau seorang dokter. :)

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)