Rabu, 28 Januari 2015

Procrastination - Prokrastinasi

control-procrastination 
Paradoks dasar dari prokrastinasi (Knaus (1998):
“When we try to buy time by procrastinating, we condemn ourselves to running out of time”
 
 
  
Apa kalian adalah orang yang suka menunda pekerjaan? Terkadang ketika kita harus mengerjakan sesuatu, kita tidak langsung mengerjakannya tetapi memilih melakukan sesuatu yang lain.
 
Jika kalian sering melakukan hal tersebut, mungkin kalian termasuk penderita Procrastination. Apa kalian sudah mengetahuinya? Jika belum silahkan baca tulisan yang kuambil dari blogku yang lain.
 
Prokrastinasi:
- Kecenderungan seseorang untuk menunda aktivitasnya hingga saat-saat terakhir menjelang tenggat waktu atau tidak melakukannya sama sekali (Gafni & Geri, 2010)
- Penundaan sebuah aksi atau tugas untuk dilakukan di waktu lain atau hingga waktu yang tidak ditentukan
Prokrastinasi berkaitan dengan berbagai macam faktor perilaku personal (Ackerman & Gross; Phillips, Jory, & Mogford; dalam Gafni & Geri, 2010), seperti:
-       tidak ada motivasi
-       kurangnya kemampuan mengatur diri / self regulation
-       perfeksionisme
-       tidak teratur
-       manajemen waktu yang buruk
-       takut gagal
-       meragukan kemampuan diri
Balkis dan Duru (2009) menyatakan bahwa prokrastinasi memiliki pengaruh buruk bagi seseorang, seperti kacau dalam mengatur hidup dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain.
Jika prokrastinasi sudah mengganggu seluruh aspek kehidupan seseorang, maka sudah terjadi prokrastinasi kronis. Situasi ini dapat menyebabkan:
-       depresi
-       rasa bersalah
-       nilai-nilai yang menurun
-       kecemasan
-       neurotic
-       pikiran yang irasional / tidak masuk akal
-       bersikap curang
-       self-esteem yang rendah

Ada 5 macam prokrastinasi (Balkis dan Duru, 2009), yaitu:
1. General procrastination
Sikap menghindari pekerjaan dan tugas sehari-hari. Biasanya mereka kesulitan melakukan tugas sehari-hari karena tidak mampu mengatur waktu dan melakukan manajemen dengan efektif
2. Academic procrastination
-  menunda mengerjakan PR
-  menunda belajar untuk ujian
-  membuat makalah di waktu yang sudah dekat dengan tenggatnya
3. Decision-making procrastination
Individu sulit mengambil keputusan sehingga selalu menunda karena tidak mampu memilih prioritas pekerjaannya
4. Neurotic procrastination
Seseorang cenderung memilih untuk menunda mengerjakan sesuatu karena berpikir mengenai apa yang terbaik untuk dirinya sendiri
5. Non-obsessional or non-functional procrastination
Menunda untuk memunculkan sebuah perilaku
 procrastination
Selain itu, perilaku prokrastinasi dibedakan menjadi 2 (Chu & Choi, dalam Gafni & Geri, 2010), yaitu:
Prokrastinator aktif:
memilih untuk bekerja di bawah tekanan dan sengaja untuk menunda tugas-tugasnya, namun mereka tetap menyelesaikan tugasnya tepat waktu.
Prokrastinator pasif:
orang-orang yang terhambat oleh sikap indecisive dan gagal untuk menyelesaikan tugasnya tepat waktu.

Pada beberapa individu tipe prokrastinasi ini dapat bercampur, sedangkan beberapa individu lainnya dapat diklasifikasikan dengan mudah pada satu tipe yang lebih terlihat dari tipe lainnya.
Menurut Sapadin dan Maguire (1996), ada 6 tipe prokrastinator:
procrast5-perfectionist1. The perfectionist
seseorang yang enggan memulai atau menyelesaikan tugasnya, karena jika hasilnya kurang dari sempurna, maka hal tersebut dilihat sebagai kegagalan oleh dirinya atau orang lain



procrast3-dreamer2. The dreamer
ingin hidup berjalan dengan lancar dan menghindari tugas yang sulit. Pemikiran grandiose tidak dapat diterjemahkan dalam tujuan yang jelas dan dapat diraih



procrast6-worrier3. The worrier
  • memiliki ketakutan bahwa hal-hal tidak akan berjalan sesuai dengan tujuannya
  • seringkali perilakunya dipengaruhi oleh rasa cemas dan muncul pikiran-pikiran seperti “bagaimana jika..”
  • seringkali menghindari resiko dan perubahan
  • memiliki sedikit kepercayaan diri terhadap kemampuannya dalam mengambil keputusan atau mentoleransi ketidaknyamanan
procrast2-defier4. The defier
  • Seseorang yang resisten, senang berargumen dengan instruksi dan saran orang lain
  • Kurang suka jika orang lain memberikan arahan mengenai apa yang harus dilakukan atau saat orang lain berusaha untuk mengontrol dirinya
  • Resistensi merupakan bentuk tidak langsung dari passive-aggressive yang mengatakan ‘iya’ pada permintaan orang lain, namun sebenarnya ia mengatakan ‘tidak’ dikarenakan ia tidak siap untuk mengambil tanggung jawab untuk mengerjakan hal tersebut saat itu
procrast4-self-critical isiria.wordpress.com20081222the-six-procrastinator-typesprocrast2-defier5. The crisis-maker
  • Seseorang yang suka menunjukkan keberanian dengan menyatakan bahwa ia tidak dapat termotivasi hingga saat-saat terakhir atau saat ini merupakan saat dimana ia dapat mengeluarkan sisi terbaiknya
  • Cenderung mudah bosan dengan aktivitas yang menurutnya kurang menantang

procrast1-overdoer6. The overdoer 
  • Merupakan individu yang memiliki banyak pekerjaan tanpa membangun prioritasnya
  • Mereka tidak dapat mengatur waktu dengan efisien yang kemudian mengarah pada pekerjaan yang tidak terselesaikan, tidak memuaskan, atau terlambat menyelesaikan


“Telling someone who procrastinates to buy a weekly planner is like
telling someone with chronic depression to just cheer up,” – Dr. Ferrari

 

 Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi prokrastinasi?
  1. Bagi si perfeksionis, dalam hidup banyak terjadi ketidaksempurnaan. Lakukan saja apa yang harus dilakukan, terkadang usaha terbaik tidak memunculkan hasil sempurna
  2. Bagi yang takut gagal. Be wise, be brave about the failure. Kegagalan merupakan bagian dari hidup yang tidak bisa dihindari. Yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan usaha terbaik dan jika gagal, belajarlah dari kegagalan.
  3. Bagi yang meragukan diri sendiri. Yakinlah akan kemampuan Anda, cari alternatif penyelesaian pekerjaan yang terbaik menurut Anda.
  4. Bagi yang tidak termotivasi. Janganlah berpikir beratnya usaha yang Anda lakukan, tetapi pikirkanlah tujuan akhir dan keuntungan yang Anda dapatkan jika sudah berhasil menyelesaikannya.
  5. Bagi yang kebingungan menyusun prioritas. Biasakanlah membuat daftar prioritas (contoh dari tugas yang paling mudah sampai yang paling sulit, dari tugas yang harus dikumpulkan cepat sampai tugas dengan tenggat waktu terlama, dan sebagainya)
  6. Tentukan tujuan dengan menggunakan teknik SMART
  7. Menjalani sesi terapi anti-prokrasinasi, seperti R-EBT untuk mengatasi prokrastinasi
  8. Mengidentifikasi factor A-B-C (Affect – Behavior – Cognitive) yang Anda alami
  9. Hubungi psikolog jika prokrastinasi sudah mengganggu aspek kehidupan dan Anda dengan sadar ingin menjadi orang yang lebih baik

 Aku sendiri dulu termasuk tipe ke 6, The Overdoer. Saat itu aku orang yang tidak bisa berkata tidak, sebab itulah pekerjaan dan hal-hal yang harus kulakukan kian banyak hingga satu titik aku bingung harus mengerjakan yang mana. Bagiku 24 jam sehar bukan waktu yang cukup.

Procrastination membuat kita menjadi kurang produktif, karena itu sebaiknya segera dikikis bahkan dihilangkan. Mari bersama-sama menjadi orang yang lebih produktif.

Jika kalian punya masalah procrastination dan sudah mencapai titik menganggu kehidupan sosial anda tetapi tidak tau harus menghubungi siapa, saya bersedia untuk memberikan konsultasi kepada anda secara gratis. :)

Tetap Semangat!

6 komentar:

  1. Kayanya gw termasuk salah satu procrastinator bertipe perfectionist deh. Tapi ya untungnya ga separah itu tingkatannya.

    Moto para procrastinator: If the early bird gets the worm, then what happens to the early worm? :P

    BalasHapus
  2. @Stef : =))

    Mottonya keren gila :-)

    Ya si cacing masuk ke buah sebelum dimakan burung :>)

    BalasHapus
  3. Duuh...saya yang kelompok 5 tuuh! Nyonya Lasmi (Last Minute)
    Gimana ya, cara menghilangkan keyakinan "Power of kepepet"?

    BalasHapus
  4. @mutia : Saran saya sih buat aja terlihat apa yang kita kerjakan lebih menantang atau dikerjakan dengan cara berbeda.

    Biasanya digunakan terapi teamwork, jadi diminta bekerja bersama team dan perlahan-lahan mengikuti kecepatan kerja anggota team yang lain :D

    BalasHapus
  5. ini subernya dapat dari mana yaa? ada bukunya?

    BalasHapus
  6. Ini diambil dari beberapa jurnal psikologi dan buku psikologi, tetapi buku khusus membahas Procrastination sepertinya belum ada. :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)