Sabtu, 14 Februari 2015

Bicara Cinta di Hari Sabtu

Rasa sakit membuatmu semakin kuat,
Rasa takut membuatmu menjadi berani,
Patah Hati membuatmu lebih bijak.


Di hari Sabtu yang cerah, dimana orang menyebut hari ini sebagai hari kasih sayang. Aku teringat kembali ke masa-masa saat hari ini dipenuhi dengan acara-acara bersama yang menyenangkan. Ketika kami saling berbagi canda dan tawa bersama orang-orang terkasih. 

Cinta, tidak selalu harus dibagikan kepada kekasih atau lawan jenis saja. Beberapa waktu lalu aku menulis tentang Jenis-Jenis Cinta, disana dengan jelas dipaparkan ada begitu banyak hal yang disebut cinta.

Bagaimana kalian menghabiskan waktu kalian di hari ini?

Bicara tentang Cinta pasti akan banyak cerita yang bisa disampaikan, Kisah sedih, haru, bahagia, dan inspirasi pasti ada di dalamnya. Tidak ada drama tanpa cinta, hidup juga tidak berwarna tanpa Cinta.

Begitu banyak hal di dunia ini yang lahir karena Cinta, sebagian besar musik yang ada juga berawal dari perasaan Cinta.

Aku kemudian berpikir, kisah Cinta mana yang sebaiknya aku tulis disini. Beberapa waktu lalu saat melakukan blogwalking, aku menemukan beberapa blog yang sedang menulis sebuah program menulis yang sudah dilakukan beberapa tahun terakhir yaitu 30 Hari Menulis Surat Cinta.

Aku membaca begitu banyak surat yang indah, penuh perasaan kasih dan tulus. Hal yang sebenarnya sudah sangat jarang kita rasakan saat ini bukan? Kemajuan teknologi membuat begitu sedikit orang yang menyatakan Cintanya melalui surat cinta, seringkali menggunakan SMS atau Call, bahkan ada yang di sosial media.

Aku ingat saat menjalani masa orientasi siswa saat SMP, aku diminta membuat surat cinta untuk orang yang paling aku kasihi, kemudian besok diberikan pada seniorku. Pada malam itu, aku memutar keras otakku, Siapa yang paling aku kasihi? Harus kutulis seperti apa surat cinta ini?

Itu pertama kalinya aku menulis surat cinta, dan saat itu internet belum seperti sekarang, Handphone juga masih hitam putih jadi tidak ada gambaran harus menulis seperti apa. Aku melihat ke dalam hatiku, hati seorang anak usia 13 tahun saat itu.

Kata-kata mulai mengalir dalam otakku, aku mulai menulisnya. Keesokan harinya saat aku memberikannya pada seniorku, dia hanya terdiam membisu dan mengatakan terimakasih padaku.

Surat Cintaku yang pertama itu aku tujukan pada Ibuku, ya dia orang paling aku kasihi. Bahkan hingga sekarang, karena beliaulah ada aku yang seperti ini, Begitu banyak yang beliau ajarkan padaku tentang hidup dengan caranya sendiri. Hal-hal itu akan aku abadikan dalam tulisan-tulisanku, dan kemungkinan besar akan kutulis disini.

Begitulah pengalaman surat cinta pertamaku, saat kusadari kita tidak harus selalu cinta pada lawan jenis, tentang cinta yang ingin memiliki.

Kisah lain tentang cinta yang tidak pernah kulupakan terjadi beberapa tahun kemudian, Saat aku terluka karena cinta. Aku sudah berkali-kali terluka karena cinta saat itu, aku seperti orang kebanyakan pada waktu itu mulai meragukan cinta. Apa benar cinta itu ada untuk membahagiakan?

Banyak orang yang kini mengatakan cinta itu omong kosong, bahwa mereka tidak butuh yang namanya cinta. Mereka akan baik-baik saja tanpa cinta.

Hal itu mengingatkanku padaku pada masa dulu, aku pernah merasakan hal yang sama. Beruntungnya, dalam masa itu aku mendapatkan suatu pelajaran yang sangat baik dan menjadi salah satu pedoman hidupku.

Saat aku menceritakan pada seorang teman betapa aku kecewa dengan cinta, dia mengatakan padaku bahwa "Bukan salah Cinta Ron, Jika kamu mencintai orang yang tepat maka cinta tidak pernah salah."

Aku kemudian menjalani hidup sejak hari itu dengan sebuah pertanyaan di kepalaku, "Siapa yang paling pantas mendapatkan cintaku? Siapa orangnya?" Hari berganti Minggu, Minggu berganti Bulan dan aku masih belum menemukan jawabannya. Itu adalah salah satu masa paling sulit dalam hidupku.

Suatu pagi hari yang cerah, aku terbangun dan menatap diriku di cermin, kulihat wajah yang murung, lesu dan penuh kesedihan. Saat itu juga aku tersadar, dan langsung tersenyum. "Ya, kamu. Kamu yang pantas."

Orang seringkali berusaha mencari Cinta, merasakan kesepian tanpa Cinta hingga mereka lupa bahwa orang yang paling pantas mendapatkan cinta dan perhatian dari mereka adalah diri mereka sendiri.

Kita pantas bahagia, kita pantas dicintai dan kita dapat memberikan kedua hal itu pada diri kita sendiri. Bagaimana orang bisa mencintai kita jika kita tidak menghargai diri sendiri? Tidak membiarkan diri kita bahagia?

Jangan pernah merasa kesepian, karena kamu selalu memiliki dirimu dan selalu ada yang bisa kamu bahagiakan kapanpun bahkan saat kamu sendiri yaitu dirimu. :)

4 komentar:

  1. Wah, kayanya semua sekolah sama ya.. Gw juga pas orientasi SMA, disuruh nulis surat cinta buat senior lho.

    "Rasa sakit membuatmu semakin kuat,
    Rasa takut membuatmu menjadi berani,
    Patah Hati membuatmu lebih bijak."
    Bener banget nih, suka quote nya~

    BalasHapus
  2. @Stef : Iya, tugas paling mainstream sepertinya :)

    Dari dulu ampe skrg ada aja tugas itu, haha

    BalasHapus
  3. Tapi di blog pun tetep bisa bikin surat cinta meski udah beda medianya :D

    BalasHapus
  4. @Hilda : Iya, tapi tidak bisa kita bungkus dengan amplop yang bagus. Memilih kertas yang bergambar, dan deg-degan saat memberikannya. Melakukannya sambil tatap muka sangat berbeda :)

    Ya mungkin ini namanya perubahan zaman, hehe

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)