Rabu, 04 Februari 2015

Goresan Hati Bersama Angin Malam

http://fc00.deviantart.net/fs36/f/2008/288/d/4/d45ad5179e22194aa666e3970dd39368.jpg 


Waktu menunjukan hampir pukul 8 malam WIB. Ditemani sebotol air mineral, aku menatap layar monitor 24 inci. Dengan sebuah pertanyaan yang terus mengema di kepalaku, "Apa aku bahagia hari ini?"

Ya, sebenarnya aku bahagia. Aku dapat tersenyum dan tertawa, tidak hal yang begitu buruk hari ini. Semua berjalan lancar, ini hari yang indah. Justru hal tersebut yang menimbulkan tanya dalam dada ini.

Hari ini aku menulis cukup banyak tulisan, diantaranya ada kisah-kisah inspiratif yang kuambil dari buku yang sama dan kukemas ulang. Sebenarnya masih ada dua tulisan yang ingin kuterbitkan hari ini, yang pertama berjudul dusta putih dan kedua berjudul Manusia dengan kekuatan Super.

Selama aku menulis, perlahan-lahan perasaanku semakin sesak hingga akhirnya aku berpikir, "Cukup."

Dua tulisan itu akan kuterbitkan besok, dan aku ingin menulis keluar perasaanku saat ini. Aku menyadari ada perasaan kosong yang menghantuiku beberapa hari ini.

Beberapa waktu terakhir, aku memang tidak melihat adanya hal baru dalam hari-hariku. Biasanya setidaknya ada satu atau dua hal baru yang menarik, pengetahuan yang belum kuketahui sebelumnya tetapi akhir-akhir ini aku tidak menemukannya.

Aku mencoba melihat website-website tentang fakta unik, Informasi menarik bahkan majalah online tetapi aku tidak menemukan hal yang baru disana. Mungkin ini yang mereka katakan, tau terlalu banyak akan menjauhkanmu dari kebahagiaan.

Aku melihat acara berita yang sibuk menampilkan drama yang sudah dapat ditebak alurnya kemana. Bagaimana media berusaha menyita dan mengiring perhatian publik. Itu membuatku jenuh.

Aku sudah lama tidak melakukan perjalanan atau liburan, mendatangi sebuah tempat baru untuk bertualang. Mungkin aku butuh adrenalin yang lebih.

Pagi ini juga entah atas dasar apa, tiba-tiba seperti disambar petir aku memutuskan merubah pola makanku. Aku berniat untuk mengurangi jumlah makan dan juga jenis makanan yang ku konsumsi. Ada kemungkinan otakku akhirnya menang melawan perasaanku sehingga tubuh ini otomatis mulai menjalankan diet.

Berita yang cukup menyita perhatianku adalah kota tempatku tinggal akan di isolasi karena telah ditetapkan memasuki Kondisi Luar Biasa untuk kasus penyakit rabies, sudah ada belasan orang meninggal dan ratusan dirawat di rumah sakit. Tidak heran aku melihat rumah sakit begitu ramai beberapa waktu lalu.

Aku berpikir apakah perasaan kosong ini adalah akibat kurangnya adrenalin atau sebuah bentuk insting dimana ada kemungkinan akan terjadi zombie apocalypse di kotaku. Semoga bukan yang kedua.

Setelah menulis seperti ini, perasaanku sangat membaik dan aku kembali bisa tersenyum. Menulis memang membantumu lebih nyaman, tidak heran dulu diary begitu populer. Mungkin hingga hari ini. :)

4 komentar:

  1. omaigad, kalo kamu jadi salah satu zombie juga gimana?

    BalasHapus
  2. Bisa jadi sih, soalnya lariku ga kencang. Ya paling juga jadi zombie yang paling lambat dan malas geraknya, hehe

    BalasHapus
  3. tulisannya menarik. keep it up :)

    BalasHapus
  4. yaelah.. saya nobatkan kamu jadi "ZoLet" = Zombie Lelet, bwahaha

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)