Senin, 23 Februari 2015

Kepribadian Androgini

http://2.bp.blogspot.com/-kUaPW37b88I/T7x5Fy4upoI/AAAAAAAAAFg/8Nnt9y1YZCA/s320/335d68ab4d9e16ae463c9b7f817a3f68_large.jpg 
Jiwa tidak memiliki gender


 Pernah melihat pria yang berdandan seperti wanita? atau sebaliknya wanita yang berpenampilan seperti pria? Fenomena seperti ini sebenarnya memiliki nama ilmiah yaitu Androgini.

Androgini adalah penggabungan sifat, perasaan, dan kualitas maskulin dan feminin secara seimbang dalam kepribadian individu.

Androgini bukan semata-mata fashion, tetapi ia juga merupakan identitas gender manusia.




Definisi

Androgini adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Sandra Bem, seorang psikolog Universitas Stanford pada tahun 1974. Pada tahun 1977, ia mengeluarkan sebuah inventory pengukuran gender yang diberi nama The Bem Sex Role Inventory. Berdasarkan respon dari item-item pada inventory ini, individu diklasifikasikan memiliki salah satu dari orientasi peran gender: maskulin, feminin, androgini, dan undifferentiated.

Menurutnya, individu yang feminin adalah seseorang memiliki angka yang tinggi pada sifat feminin dan memiliki angka rendah dari sifat maskulin, individu yang maskulin adalah seseorang yang memiliki angka yang tinggi pada sifat maskulin dan memiliki angka yang rendah pada sifat feminin. Individu androgini adalah laki-laki atau perempuan yang memiliki angka tinggi pada sifat maskulin dan feminin. Individu undifferentiated memiliki angka yang rendah pada sifat maskulin dan femininnya.

Androgini berasal dari bahasa Yunani yang artinya “andros-” berarti laki-laki dan “gyné -“ berarti perempuan. Androgini adalah istilah dalam identitas gender dimana seseorang tidak termasuk dengan jelas ke dalam peran maskulin dan feminin yang ada di masyarakat. Banyak androgini yang diidentifikasi berada di antara laki-laki dan perempuan dan juga disebut tidak memiliki gender.

Peran gender

Berdasarkan Sandra Bem, individu androgini lebih fleksibel dan lebih sehat secara mental daripada individu maskulin atau feminin. Dalam sebuah hubungan, gender feminin dan androgini lebih diinginkan karena mereka lebih ekspresif dalam sebuah hubungan. Sedangkan, individu dengan peran maskulin dan androgini lebih diinginkan dalam bidang akademik dan pekerjaan karena mereka memiliki tuntutan untuk bertindak dan asertif. Sebuah penelitian menemukan bahwa individu dengan peran maskulin dan androgini memiliki harapan lebih untuk bisa mengendalikan hasil dari usaha akademik yang mereka lakukan.

Seperti yang dikatakan Sandra Bem di atas, mereka bisa saja terlihat agresif atau penurut, memaksa atau lembut, sensitif atau asertif. Mereka bertindak sesuai dengan kebutuhan mereka dan sesuai apa yang dibutuhkan dalam sebuah situasi. Biasanya, orang kreatif dan cerdas cenderung androgini karena mereka lebih adaptif. Mereka berperilaku dalam cara yang lebih tepat sesuai dengan situasi yang diberikan. Misalnya, ketika mereka ditempatkan dalam sebuah situasi yang menekan, perempuan androgini lebih asertif dan independen daripada perempuan feminin.

Androgini dan kreativitas

Pada tahun 1980, Weinstein and Bobko menemukan bahwa IQ tidak berkorelasi dengan kreativitas. Lalu apakah yang berkorelasi dengan kreativitas? Androgini. Mengapa? Scott Barry Kaufman memberikan alasan bahwa “Menjadi individu androgini, terutama berada di masyarakat yang memiliki pandangan (stereotype) tertentu terhadap jenis kelamin, harus lebih terbuka pada pengalaman, fleksibel, menerima hal yang bersebrangan, tidak ambil pusing dengan norma-norma sosial, dan mandiri—sebagaimana sifat-sifat yang ada pada orang-orang kreatif.”

Dalam sebuah penelitian tahun 1981, Harrington dan Anderson menemukan bahwa partisipan yang masuk ke dalam kategori maskulin dan androgini memiliki skor yang tinggi pada kreativitas, daripada orang-orang yang ada dalam kategori feminin atau undifferentiated. Selain itu, Ellis Paul Torrance (1963) menunjukkan bahwa laki-laki yang kreatif memiliki karakteristik feminin yang lebih banyak dibandingkan kelompoknya, dan perempuan yang kreatif lebih maskulin dari perempuan lainnya.

Namun perlu dicatat bahwa androgini dan kreativitas tidak berkorelasi secara langsung tapi ada dua konsep yang tertanam yaitu kepribadian dan lingkungan.

Lalu apakah kreativitas hanya dimiliki oleh orang androgini? Tentu tidak. Layaknya kemampuan berpikir yang lain, kreativitas adalah sesuatu yang secara potensial dimiliki oleh setiap orang dan perlu dilatih untuk dikuasai. Selain beberapa ahli menyetujui bahwa kreativitas dapat diajarkan, dan dengan demikian ia dapat dimiliki oleh setiap manusia, meskipun mungkin dalam tingkatan yang berbeda.

Menjadi diri sendiri—tanpa perlu terpatri dengan suatu identitas gender tertentu—dan memaksimalkan seluruh potensi adalah jalan terbaik.

 Berdasarkan hal diatas, tidak perlu lagi heran dengan pria yang berbakat memasak dan segala hal yang biasanya dilakukan wanita atau yang populer di Jepang dengan istilah Otomen. Begitu juga sebaliknya tidak perlu memandang aneh wanita yang berfokus pada karir dan memiliki pola pikir dan kebiasaan layaknya pria, karena mereka memang memiliki keunikan yang baik.


1 komentar:

  1. baru dapet hotspot dan langsung buka banyak artikel jadi tabnya penuh. blognya banyak banget ilmu yang bikin penasaraan, terutama kategori psikologinya, karena lagi bermasalah sm psikologi tapi entah kenapa malah belajarin tentang psikologi >....<
    *brb bukain semua artikel sebelom hotspotnya dimatiin*

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)