Minggu, 22 Februari 2015

YOLO karena Hidup hanya Sekali

Mereka yang bahagia adalah mereka yang hidup saat ini,
Tidak terjebak di masa lalu maupun di masa depan,
Mereka menjalani hidupnya dengan penuh karena hidup hanya sekali


Beberapa dari pembaca mungkin sudah pernah mendengar istilah YOLO, istilah yang populer di Internet ini adalah singkatan dari You Only Live Once atau dalam bahasa Indonesia adalah kamu hanya hidup sekali.

Pertama kali istilah ini keluar di dunia maya, sebenarnya visi yang dibawa di dalam istilah ini adalah negatif. YOLO seolah menjadi bentuk pembenaran sebuah kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh remaja, kesalahan seperti pergaulan bebas, narkoba, mabuk-mabukan atau kelakuan bodoh serta gila lainnya.

Aku kemudian berpikir lagi, apa benar YOLO bernilai negatif seperti itu?

Pertama kali aku mendengar kata YOLO adalah beberapa tahun yang lalu, saat itu penggunaan kata YOLO sudah lebih luas. Mereka mulai digunakan sebagai meme untuk hal-hal lucu, dan melakukan hal yang menantang.

Pada saat aku mengenal kata YOLO, aku melihat itu sebagai sebuah bentuk motivasi seseorang untuk membulatkan tekadnya dalam melakukan sesuatu yang tidak biasanya dia lakukan. Pada saat itu aku berpikir YOLO adalah sebuah kata dari bahasa asing, bukan singkatan.

Beberapa bulan kemudian, aku membaca salah satu postingan temanku di facebook, dia menuliskan bahwa "Terpaksa menikah deh, sudah telanjur berisi. It's okay, YOLO Right?" bahasanya lebih kasar dari kutipanku, dan postingan itu berhasil membuatku menaikan sebelah alisku.

Aku kemudian meneliti kembali kata YOLO, disanalah aku mengerti untuk pertama kalinya arti YOLO yang sebenarnya dan sejarah awal digunakannya YOLO.

Saat aku mengetahui arti YOLO yang sebenarnya, aku teringat sebuah frasa latin yang berbunyi "Carpe diem, quam minimum credula postero" yang berarti: "Petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok."

YOLO sebenarnya adalah bentuk adaptasi dari frasa Carpe diem, yang mengajarkan tentang kita untuk hidup memanfaatkan hari ini secara lebih optimal tidak menunda sesuatu untuk hari esok, dengan begitu kita lebih dapat memanfaatkan waktu yang diberikan secara optimal.

Jika kita pandang dari perspektif yang positif, YOLO seperti Carpe diem mengajak kita untuk hidup dengan penuh. Ketika kita menyadari hidup hanya sekali, bukan kita lalu melakukan hal-hal yang buruk, melanggar aturan dan sebagainya melainkan mengisi kehidupan kita dengan hal-hal bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain. Memberikan diri kita sendiri kebahagiaan yang lebih.

Seringkali manusia menunda kebahagiaannya, "Nanti saya akan bahagia." adalah pikiran yang paling mainstream saat ini tentang kebahagiaan, selalu saja nanti baru bahagia. Mengapa tidak bahagia sekarang? Melakukan hal-hal yang bisa membuatmu bahagia hari ini?

Apa artinya Hidup tanpa Kebahagiaan? :)

Hidup saat ini, dan raih kebahagiaanmu saat ini juga karena kamu pantas Bahagia. :)

1 komentar:

  1. Ini pertama kalinya saya mendengar istilah YOLO hehe

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)