Rabu, 25 Maret 2015

Masalah Dunia Modern : Internet Lambat

Pistol tidak membunuh orang, Internet lambat membunuh orang



Salah satu resiko tinggal di Indonesia yang harus diterima oleh masyarakat modern adalah Internet lambat!

Negara kita termasuk negara yang memiliki akses internet paling lambat di dunia. Sebabnya bisa jadi sangat sederhana karena pemerintah tempoe doelo tidak memikirkan pentingnya Internet, "Ah buat apa sih Internet kencang? Listrik saja belum merata." kira-kira seperti itu.

Akibatnya kita-kita inilah yang merasakan akibat pemikiran tersebut, ketika melihat negara-negara lain memiliki akses Internet yang memuaskan seperti Korea, Jepang dan Singapura, para aktivis dunia maya hanya bisa gigit jari.

Apa anda salah satu orang yang mengalami masalah yang sama?

Setelah melakukan transformasi jika bukan revolusi mental di tahun 2010, aku yakin sudah jauh lebih sehat secara mental dan hidup bahagia. Ternyata ada satu gangguan kecil yang saat itu terlewatkan.

Celakanya, ketika menyadarinya gangguan ini telah menjadi sangat besar. Ini juga dialami oleh sebagian besar masyarakat modern kita saat ini yaitu ketergantungan terhadap teknologi dan Internet.

Aku bukan orang yang ketergantungan terhadap teknologi secara akut, sebagian besar pengunaannya masih sebatas kebutuhan dan kerja tetapi Internet benar-benar membuatku kecanduan.

Banyak hal yang lebih mudah dicari di Internet, walaupun aku memiliki buku catatan khusus, ensiklopedia, kamus dan lainnya. Lebih efesien jika mencarinya di Internet.

Selama lebih dari sebulan terakhir kegiatanku banyak terganggu akibat gangguan Internet di rumahku, Selain lambat seringkali Internet tidak dapat tersambung (RTO).

Kegiatan paling terganggu adalah pencarian data-data pendukung dalam penelitian, riset dan juga pendalaman materi untuk bahan-bahan pelatihan, buku fiksi maupun non-fiksiku serta hal-hal kehidupan lainnya.

Kegiatan Blog juga menjadi tidak nyaman, berkali-kali tulisan tidak berhasil di publish bahkan hilang sama sekali. Gagal upload atau download file-file yang penting. Kini kusadari produktivitasku sebagian besar di dukung oleh Internet.

Apakah hal ini yang baik? Sebenarnya tidak.

Memang memiliki akses Internet yang cepat tentu menyenangkan, tetapi selama sebulan ini aku menyadari hal yang telah lama kulupakan. Keasikan ketika meneliti dengan tumpukan buku di depan kita.

Ya, ketika aku melakukan riset manual tanpa bantuan Internet, mau tidak mau aku harus menumpuk banyak buku (sekitar 7 hingga 8 buku) untuk mendukung kerjaku. Berbeda dengan bantuan google, kita akan langsung diarahkan kepada hal yang kita cari, sementara jika dari buku kita bisa menemukan hal-hal lain yang tidak kita cari dan seringkali bermanfaat.

Aku juga menyadari bahwa ketika otak kita diminta bekerja ekstra dari biasanya, maka kreatifitas akan lebih terasah begitu juga kemampuan otak.

Banyak hal yang ingin kutulis di blog ini sebelumnya dan setelah satu bulan terakhir ini, topik tulisan yang ingin kutulis semakin banyak! Aku menemukan hal-hal menarik yang dulu pernah kulupakan dari buku-buku lamaku yang sudah tidak kusentuh itu.

Perlahan-lahan aku ingin mengobati ketergantunganku. Rasanya tidak nyaman ketika emosi kita meluap hanya karena melihat halaman yang gagal dimuat atau lama dimuat. Aku akan kembali ke cara lama, menjadi lebih produktif dengan cara yang berbeda.

Bagaimana dengan kalian? Apa kalian juga mengalami masalah yang sama? Bagaimana kalian mengatasinya?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)