Minggu, 15 Maret 2015

Waktu untuk Kedamaian Diri

Kedamaian dan Kebahagiaan memiliki kesamaan,
Mereka berada di dalam diri sendiri


Berapa banyak waktu yang kita berikan untuk diri sendiri? Sebuah pertanyaan klasik yang pastinya kita dengar beberapa kali selama hidup.

Pertanyaan yang penting adalah berapa orang yang benar-benar memikirkan pertanyaan ini?

Beberapa waktu ini, dalam setiap waktu aku selalu melihat wajah-wajah orang yang tidak bahagia. Raut wajah mereka seperti menyimpan begitu banyak kesedihan, masalah, bahkan amarah. Tentunya itu adalah tanda seseorang tidak bahagia.

Sangat banyak faktor yang membuat seseorang tidak bahagia, porsi yang paling besar dari faktor-faktor tersebut adalah ketiadaan kedamaian.

Ketika orang merasa bahagia maka kedamaian akan hadir untuknya, begitu juga kedamaian adalah faktor besar untuk berbahagia. Dunia ini selalu penuh dengan masalah, itulah cara kerja kehidupan. Masalah demi masalah akan terus datang pada mereka yang masih hidup, tetapi selalu ada kesempatan untuk seseorang merasakan kedamaian, kebahagiaan.

Kita mungkin sering mendengar kalimat bijak berikut ini, dan memang ada benarnya "Jika kesempatan tidak datang, maka ciptakan kesempatan itu."

Manusia-manusia yang kulihat tidak bahagia beberapa hari terakhir ini mungkin tidak sadar, atau lupa bahwa dirinya pantas bahagia. Setiap orang sebaiknya menyediakan waktu untuk dirinya sendiri, membiarkan dirinya beristirahat dan relaks.

Dalam kesibukan apapun, aku selalu meluangkan waktu 15 menit untuk diriku menikmati kedamaian. Biasanya membaca buku, seringkali juga dengan bermeditasi atau bersenandung sambil menutup mata. Kegiatan ini kusebut Revitalisasi diri, yaitu meningkatkan kembali semangat, energi dan vitalitas kita.

Hal ini penting, tubuh manusia memiliki batasan bahkan mesin bisa rusak jika bekerja berlebihan demikian juga manusia. Dia tidak bisa menghadapi tekanan terus menerus, jika sudah terlalu tertekan dan akhirnya memutuskan untuk menghibur diri biasanya hiburannya sudah tidak produktif bahkan negatif.

Masalah yang awalnya sepele, bisa jadi membawa seseorang menjadi pecandu obat-obatan, alkohol, judi dan hal serupa. Andaikan jauh sebelumnya dia meluangkan sedikit waktu setiap harinya untuk hobi seperti membaca, mendengarkan musik atau berolahraga tentunya tekanan itu tidak akan menghancurkannya.

Sudahkah anda memberikan waktu untuk diri anda menikmati kedamaian?

2 komentar:

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)