Sabtu, 18 April 2015

Hidup sebagai Cowo Gendut

Aku tidak gendut, hanya mudah terlihat
- Ngelesnya pria gendut


Beberapa bulan yang lalu aku pernah menulis tulisan dengan tema yang sama yaitu Dilema Cowo Gendut. Dalam tulisan itu aku sedikit bercerita tentang kehidupanku sebagai pria yang gendut.

Jika ada seseorang yang bertanya kepadaku bagaimana rasanya menjadi orang gendut? Aku akan mengarahkannya pada tulisan tersebut, karena itulah kisah tersebut menjadi satu dari sepuluh tulisan paling banyak dibaca di blog ini.

Aku baru menyadari hal tersebut bulan lalu, ternyata begitu banyak orang yang ingin tau tentang rasanya menjadi gendut, bahkan ada beberapa yang termotivasi untuk gendut setelah membaca tulisan tersebut, cukup aneh memang.

Tulisan ini dibuat atas permintaan cukup banyak pembaca blog ini yang menginginkan lebih jelas lagi kisahku seputar hal ini. Sebagian penanya sepertinya mengalami masalah berat badan dan ingin mengetahui apa aku merasakan dan menjalani kehidupan yang sama dengan mereka, baik mari kita mulai.

Pada dasarnya aku bukan seseorang yang pernah memiliki berat badan dibawah berat badan ideal sepanjang hidupku. Berat ideal adalah tinggi tubuh kita dikurangi 110, maka berat badanku yang paling mendekati ideal adalah 7kg lebih dari berat ideal.

Sepanjang masa sekolahku, aku sebenarnya paling banyak kelebihan 10kg dari berat idealku tetapi selalu dipanggil gendut dan gendut. Alasannya sederhana, aku hidup dilingkungan dimana populasi orang gendut sangat minim sehingga lebih dari berat idealmu adalah gendut. Apalagi tinggi badanku membuatku terlihat sangat besar.

Berat maksimalku semasa sekolah adalah 88kg dengan tinggi 188cm, bagi teman-temanku itu sangat gendut. Tentunya bentuk tubuhku sekarang lebih dari yang mereka bayangkan.

Aku mulai memasuki berat 3 digit sejak tahun 2010, saat itu aku sedang menjalani Anger Management. Pada awalnya makan menjadi pengalihanku atau bentuk kontrol diri, tentunya ini bukan cara yang sehat. Setelah tidak bergantung pada makan, pola hidup dan profesi membuatku kurang bisa mengendalikan berat badan hingga 2012, Hingga hari ini secara perlahan-lahan aku mulai menurunkan berat badanku lagi ke 2 digit.

Pada dasarnya hidup orang gendut tidak berbeda dengan orang pada umumnya, namun lingkungan yang kadang membuatnya menjadi berbeda. Perasaan yang paling sering dihadapi oleh orang gendut adalah perasaan tidak aman dan tidak nyaman karena lingkungan yang mengucilkannya.

Manusia umumnya dengan mudah dapat melukai, membuat orang lain tidak aman dan nyaman demi kepuasannya sendiri. Seringkali wanita-wanita yang sebenarnya berat badannya jauh dari ideal menghinaku, karena mereka merasa aman dan nyaman karena itu. Mereka  berpikir bahwa mereka masih taraf normal karena ada yang lebih parah atau lebih gendut dari mereka. Pria juga seringkali melakukan hal tersebut.

Manusia juga pada umumnya menyukai slapstick, menjadi fisik orang lain sebagai bentuk komedi yang menyenangkan untuk mereka. Derita,celaka dan aniaya seringkali menjadi sesuatu yang biasa untuk kepuasan pribadi tertentu.

Mereka yang menikmati situasi itu biasanya juga dulunya korban, seringkali pria yang berusaha menjatuhkanku adalah orang-orang yang dijatuhkan orang lain. Wanita yang melecehkanku juga wanita yang dilecehkan wanita yang lebih cantik dan kurus.

Jadi jika bertanya apa yang kurasakan tentang itu? Awalnya aku juga sulit menerimanya, sampai akhirnya aku memilih untuk melakukan perubahan.


Para pembaca sekalian, saya mengajak anda untuk memaafkan dan menerima dengan lapang dada perkataan, perlakuan dan sikap orang-orang yang melakukan hal-hal menyakitkan kepada anda. Jalan keluarnya bukan menyakiti orang yang lebih buruk dari anda atau menaruh dendam pada mereka yang menyakiti anda.

Jika anda bisa melakukan itu, perlahan dunia ini akan menjadi lebih nyaman dan aman untuk ditinggali. Tidak ada lagi orang yang merasa tidak aman dan tidak nyaman dengan penampilannya. Setiap orang berhak untuk tampil seperti yang dia inginkan bukan?

Apa yang membuatku percaya diri sebagai orang gendut? Aku bisa menerima diriku, karena jika aku tidak bisa menerima diriku sendiri, bagaimana orang lain dapat menerimanya?

Mulailah menghargai diri sendiri dan berbahagia, kekurangan ada bukan untuk menjatuhkan anda melainkan untuk membuat anda menemukan kekuatan anda dan membuat anda memiliki karakter yang lebih baik lagi.

Mari berbahagia dengan kondisi kita, karena setiap orang berhak bahagia. Ya, kamu juga!

8 komentar:

  1. Good article. Gw juga ngalamin kok apalagi gw perempuan. Pressure nya lbh berat dibandingkan pria. Ada pernyataan bilang cowok gendut itu tanda kemakmuran dan kesukesan sedangkan cewek gendut itu tanda dia tidak bisa mengurus diri. Dalem kan hehe...Gw juga ngalamin keadaan dimana co gak bisa menerima kondisi fiisk gw. Sepertinya bagi kebanyakan pria, ukuran fisik wanita itu penting banget dan segalanya. Wahh jadi curcol dah hahaha...BB gw masih 2 digit dan gak berharap naik. Stabil2 aja tapi gak bisa turun...bisa kali kalo kerja keras banget haha...Seperti yg lo tulis...asal kita bisa nyaman dan menerima diri sendiri itu jauh lebih penting. DI jaman sekarang ini jarang orang yg maunya yg terlihat saja dan luarnya bagus. Padahal untuk jangka panjang diperlukan karakter yang kuat untuk menopang hidup. Good writing! Gbu ;)

    BalasHapus
  2. Ya pria sendiri ada dua tipe dalam hubungan, pacar yang baik atau suami yang baik. Untuk hubungan jangka panjang memang yang terpenting adalah karakter karena fisik pada akhirnya habis dimakan waktu. :)

    Tetap semangat sist! :D

    BalasHapus
  3. hihihiii emangnya kamu gendut?
    etapi bnyk loh cewe yg malah suka cowo chubby soalnya lbh hug-abble gituuu..
    lagian bilang aja ke org kalo kamu tuh ga gendut, cm bertulang besar :))

    BalasHapus
  4. Aku juga genduuuut.. dari dulu selalu genduuuut hahaha. Orang gendut itu daya tariknya di senyum dan kebahagiaannya. Selama kita nyaman dan sehat, gemuk pun terlihat bagus dan kita patut berbahagia. Kalau ada orang-orang kurang bahagia yang perlu merasa mengadili orang lain.. ya merekalah yang patut didoakan. Salam montok!!

    BalasHapus
  5. @Mila : Iya Kak kalau jenggotan sprti Hargrid :p

    @Nata: Haha, Salam montok!

    BalasHapus
  6. Setuju banget, hargai diri kita sendiri agar orang juga bisa menghargai kita.
    Aku diet dengan puasa daud jadi sehari puasa sehari tidak dan alhamdulillah bobot ku stabil cuman di 65 - 70 kg mulu, padahal perna nyampe 78 kg dan kebetulan keluarga rata2 gemuk jadi aku juga ada bakat gemuk

    BalasHapus
  7. baru saja membuka blog dan menemukan sebuah komentar yang ternyata adalah pemilik blog ini. saya penasaran, jadi saya buka ;D tulisan kamu bagus sekali. apakah sudah lama menulis? saya sangat menyukai blog kamu. tetap menulis ya!!!!;D

    BalasHapus
  8. @cumi : Semoga terus stabil :D

    @rain : Terimakasih ya :D Pasti akan terus menulis kok :D

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)