Rabu, 20 Mei 2015

Analgesia



Analgesia atau lebih spesifik disebut Congenital Insensitivity to Pain (CIP) atau sering disebut Congenital Analgesia adalah sebuah kondisi langka dimana seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan sakit fisik.

Berbeda dengan tokoh superhero dalam cerita fiksi, walaupun seseorang tidak dapat merasakan sakit fisik tetapi tubuhnya tetap terluka, sehingga daripada menguntungkan sebenarnya ini kondisi yang sangat berbahaya.

Rasa sakit sebenarnya ada untuk menjadi pelindung dari Manusia sendiri untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan tubuhnya. Penderita Analgesia kehilangan kemampuan ini sehingga mereka tidak sadar jika menyentuh atau memakan sesuatu yang terlalu panas dan tidak menyadari jika mereka mengigit lidah sendiri.

Banyak kasus lain penderita mengalami gangguan penghilatan karena tidak menyadari adanya benda asing dimatanya, orang normal akan berkedip lebih cepat atau berusaha membersihkannya. Mereka juga tidak merasakan ketika tubuh memiliki masalah, seperti sakit dibagian tertentu yang bisa fatal di kemudian hari.

Jadi dapat dikatakan ANALGESIA adalah hilangnya rasa sakit akibat terganggunya jaringan saraf antara pancaindra dan otak, sementara orang tetap berada dalam kesadaran. Berbagai jenis rasa (seperti sentuhan, suhu, dan panas) dari bagian tertentu dari kulit mengumpul ke sumsum tulang belakang melalui serabut saraf yang berbeda- beda ke berkas saraf yang sama. Oleh karena itu, suatu cedera yang mengganggu saraf seperti ini akan menghilangkan semua bentuk rasa di daerah yang terkena. Tetapi, jika saraf-saraf indera sampai ke sumsum tulang belakang, serabut-serabutnya akan berpisah dan meneruskan perjalanan ke otak dengan jalan yang berbeda-beda. Jadi, ada kemungkinan bahwa sebagian rasa tertentu hilang, sedangkan sebagian rasa yang lain disimpan, sebagai penyakit yang hanya mempengaruhi bagian-bagian tertentu dalam sumsum tulang belakang. Karena beberapa rasa sakit dan rasa suhu menempuh jalur sama, ada kemungkinan bahwa keduanya hilang bersama. Penyakit dalam sumsum tulang belakang yang mungkin menyebabkan analgesia.

Analgesia dapat merupakan manifestasi dari hisitoria. Istilah ini juga digunakan untuk peringanan rasa sakit akibat penggunaan obat penenang seperti aspirin, kodein, dan morFina. Di bidang farmakologi dikenal obat analgesik, obat yang berkhasiat untuk mengatasi rasa nyeri. Sering kali obat ini ditemukan dalam kombinasi “analgesik-narkotik” yang merupakan kombinasi dari morfina dan analgesik kuat lainnya.

1 komentar:

  1. ini yang pernah aku tanyain ya kak Ron? hihi dapet juga jawabannya
    makasih kak! :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)