Kamis, 07 Mei 2015

Budaya Operasi Plastik di Korea



Demam korea memang salah satu demam yang sudah lama ada di Indonesia dan semakin lama semakin kuat saja. Mungkin masih lekat di ingatan banyak orang pertama kali demam korea terjadi karena munculnya sang bintang besar Rain Bi.

Rain Bi yang bermain dalam serial drama korea berjudul Full House berhasil menjaring begitu banyak wanita di Indonesia, utamanya Ibu-Ibu. Perlahan tapi pasti korea mengeser popularitas film-film Taiwan dan China, F4 sudah tidak bisa mempertahankan tempatnya di hati para penggemarnya.

Awalnya ketika Demam Korea masuk itu biasa saja, tetapi sejak istilah Boyband dan Girlband juga muncul, maka generasi muda ikut "tertular" demam korea.

Korea semakin lama semakin melekat di hati pecintanya, ada satu hal yang membuat mereka berbeda dengan pendahulunya. Korea menampilkan sisi baru yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Ketampanan dan Kecantikan para aktor dan aktris korea memang sangat berhasil memukau penggemarnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal itu membuat mereka begitu dipuja kadang melebihi karya mereka sendiri. Tidak lama terkuaklah hal yang tidak disangka sebelumnya oleh masyarakat dunia.

Ya, Operasi Plastik. Korea Selatan ternyata sudah lama menjadikan operasi plastik sebagai bagian dari budayanya. Operasi plastik merupakan bedah paling populer di korea bahkan dijadikan sebagai kado ulang tahun atau kelulusan seorang anak.

Awalnya hal ini tidak diterima bahkan tabu di mata dunia. Mereka mulai dituduh memberikan keindahan palsu, dan sebagainya. Saat itu terjadi aku masih asyik larut dalam bacaan klasik eropa dan china.

Para aktor dan aktris yang dituduh melakukan operasi plastik mulai melakukan pembelaan diri, berusaha mati-matian menutupinya, hal itu dianggap aib.

Semua itu berubah hanya dalam beberapa tahun, ketika fans mulai menerima operasi plastik adalah hal yang wajar dan bahkan mulai ikut melakukan operasi plastik.

Sejak saat itu, kita bisa melihat di variety show korea bahwa banyak entertainer mereka tidak lagi malu mengatakan bahwa mereka melakukan operasi plastik, bahkan operasi plastik yang sukses menjadi kebanggaan tersendiri tetapi hal ini masih tabu untuk boyband dan girlband yang baru melakukan debut mereka.

Pertanyaan yang paling sering dilontarkan padaku tentang korea adalah Bagaimana budaya operasi plastik di mataku? Semua yang bertanya hal ini adalah wanita dan jawabanku selalu sama.

Menurutku operasi plastik bukan hal yang tabu, setiap orang berhak melakukan sesuatu apapun dengan tubuhnya selama dia bisa menanggung resikonya sendiri. Operasi plastik mengobati salah satu masalah kejiwaan paling besar yaitu rasa tidak aman.

Memang banyak pria di luar sana yang tidak setuju atau tidak ingin memiliki pasangan yang operasi plastik karena merasa tertipu. Menurutku jika demikian yang harus mereka tuntut adalah perusahaan kosmetik dan untuk zaman ini adalah perusahaan penyedia aplikasi edit photo mudah seperti kamera 360.

Lebih baik mencari yang sesuai karakter, selama operasi plastik tidak merugikan si pria kenapa tidak? Kalau minta dana ratusan juta buat operasi baru boleh protes, hehe.

Menurut kalian sendiri bagaimana?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)