Kamis, 07 Mei 2015

Motion Sickness - Hidup dengan Kebiasaan Mabuk Kendaraan






Apa diantara kalian ada yang mudah mabuk kendaraan? Baik itu Udara, Laut maupun Darat. Yang namanya mabuk kendaraan itu memang tidak enak, membuat kita tidak bisa menikmati perjalanan dan pemandangan yang indah.

Aku sendiri termasuk orang yang dulunya adalah sahabat karib kantong muntah, dan aku mengalami mabuk kendaraan baik udara, laut maupun darat!

Entah karena memang tubuhku begitu sensitif terhadap guncangan atau getaran membuatku mudah sekali mengeluarkan isi perutku saat berkendara.

Awalnya aku tidak pernah merasakan namanya mabuk kendaraan, tetapi sejak pesawat yang kutumpangi hampir jatuh di usiaku 8 atau 9 tahun, aku memiliki trauma tersendiri. Inilah sebab Acrophobia (Ketakutan berlebihan pada tempat yang tinggi) ku muncul.

Sejak saat itu aku selalu mabuk kendaraan di udara, dan juga darat. Aku tidak bisa terlalu lama berada di dalam mobil. Ketika pertama kali melakukan perjalanan melalui laut aku baru menyadari bahwa mabuk kendaraan terberatku adalah di laut atau karena perjalan lewat laut memakan waktu yang lama sehingga menyiksaku selama berjam-jam bahkan berhari-hari.

Gejala umumnya adalah mulai merasakan sakit kepala, keringat dingin, mual, muntah dan lemas. Setelah bertahun-tahun menderita seperti itu, aku mulai mencari solusinya.

Kita harus tau bahwa ada dua faktor utama mengapa seseorang bisa mabuk kendaraan, pertama adalah ketidakseimbangan indera dan kedua adalah bau yang tajam.

Ketidakseimbangan indera terjadi karena telinga mendengar suara mesin berjalan dan merasakan getaran yang kuat melalui tubuhnya tetapi pandangan mata lurus pada satu titik dan tidak banyak bergeser. Biasanya ketika seseorang mulai mabuk, dia berusaha mengurangi mabuknya dengan duduk tegak dan melihat lurus ke depan dan ternyata itu memperparah kondisinya.

Kedua adalah bau, banyak bau yang bisa menimbulkan rasa mual. Apalagi bau kendaraan, terutama pada pesawat dan kapal.

Sayangnya gejalaku bukan berasal dari faktor utama melainkan faktor minor, yaitu kekurangan oksigen. Tubuhku yang besar membutuhkan oksigen yang banyak, ditambah dengan traumaku makan asupan oksigen yang diperlukan semakin tinggi. Ketika kita merasa takut maka jantung akan memompa oksigen lebih banyak dari biasanya, di ruangan sempit seperti ruangan mobil dan pesawat tentu menjadi masalah besar.

Kini aku sendiri telah sembuh dari mabuk darat dan udara tetapi masih memiliki mabuk laut ringan. Beberapa hal yang kulakukan untuk membantuku sembuh adalah :

1. Perut tidak kosong saat berkendara, sekaligus tidak terlalu kenyang juga.
2. Mengatur nafas untuk tetap teratur dan memastikan pasokan oksigen cukup untuk ke otak.
3. Mendengarkan musik dan menutup mata
4. Melihat pemandangan sekitar
5. Menggunakan aromatherapy jika ada bau yang sangat menyengat
6. Jika di darat, usahakan untuk menjadi pembawa kendaraan.
7. Untuk berjaga-jaga selalu siapkan obat mabuk kendaraan.

 Beberapa orang juga percaya dengan menutup pusar dengan plester dapat menghilangkan mabuk laut, aku pernah mencobanya dan tetap mabuk berat.

Mengapa penting? Jika kita berlibur tentu kita tidak mau perjalanan kita menghancurkan liburan kita, ketika mabuk kendaraan berat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih kembali, itu membuang banyak waktu berharga saat liburan. Hal ini juga berpengaruh jika kita berpergian untuk bisnis, karena kita butuh untuk tampil prima saat bekerja.

Semoga kalian juga bisa mengurangi mabuk kendaraan kalian :)

2 komentar:

  1. Waahh ada yang bernasib sama rupanya. Gw juga mabok darat, laut, dan udara. Komplit, plit!

    Dulu, udah pernah nyoba semua cara. Dari minum obat lokal sampe internasional, pake aroma terapi, liat pemandangan, tutup pusar pake plester, buka jendela, dan lain-lain. Tapi tetep aja ga ada yang berhasil.

    Namun entah kenapa, seiring bertambahnya usia, maboknya makin berkurang. Sekarang udah jauh lebih kuat dan jarang mabok. Tapi kalo jalannya terlalu ekstrim atau pas lagi di atas kapal yang berhenti di tengah laut terlalu lama, masih tetep mabok.

    BalasHapus
  2. Iya kalau kelamaan di laut juga masih sering mabok sih, haha. Makanya lebih sering milih perjalanan udara biar cepat :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)