Jumat, 22 Mei 2015

Yang Terberat dalam Hidup

Setiap orang memilikinya, tetapi sedikit yang menyadarinya


Selama kita hidup, kita akan selalu memiliki masalah karena kehidupan dan masalah memang tidak pernah terpisahkan. Diantara kita bahkan ada orang yang akhirnya menjadi ketagihan masalah, suka mencari masalah seolah hidupnya tidak cukup sulit.

Aku termasuk orang yang sering menjadi tempat bercerita, terkadang ada cerita yang cukup aneh masuk. Salah satunya adalah ketika orang lain sedang pusing karena banyak masalah ada seseorang justru mengatakan ini padaku, "Ron, hidupku kok datar-datar aja ya, nggak ada masalah. Rasanya kosong gitu." Makanya jangan heran jika dunia kita ini semakin banyak orang reseh yang mencari-cari perkara, kita bisa lihat contohnya artis-artis di tanah air.

Dari semua masalah dalam kehidupan, sebenarnya apa yang paling berat dalam hidup ini?

Jika kita tarik garis besar dari seluruh masalah yang ada di dunia ini, sebenarnya masalah kita hanya ada dua yaitu sesuatu yang berhubungan dengan Uang dan Cinta.

Silahkan ingat kembali masalah-masalah yang anda alami, bahkan masalah yang mungkin membuat anda ingin mati, anda akan menemukan bahwa masalah itu tidak lain adalah dua hal ini. Memang begitulah kenyataannya.

Semua masalah yan berhubungan dengan pasangan, keluarga, pertemanan dan persahabatan. Ketika dikhianati, salah paham, tidak sejalan, semua itu tentang perasaan.

Masalah dunia lainnya seperti pekerjaan, benda, hutang, gaya hidup, itu adalah Uang.

Jika kita lihat sebenarnya masalah itu sederhana, dapat kita lihat ketika dua orang berbeda menghadapi masalah yang sama, reaksinya bisa jauh berbeda. Misalnya sepeda yang rusak, anak usia 10 tahun melihat sepedanya rusak maka dia akan panik, mungkin ini masalah terbesar dalam hidupnya ketika dia tidak tau harus berbuat apa dia akan menangis. Berbeda dengan seorang yang sudah berusia 25 tahun, dia akan menghela nafas panjang dan membawa sepedanya ke bengkel.

Usia atau kedewasaan? atau pengalaman yang membedakannya? Sayangnya bukan itu semua.

Kasus lain dua orang yang berbeda memiliki masalah yang sama, mereka tiba-tiba mendapat hutang sebesar 100 juta. Orang yang pertama memilih bunuh diri, sementara yang lainnya berusaha untuk melunasi hutang itu dengan bekerja keras. Katakanlah usia mereka sama.

Jadi apakah itu karena karakter atau gaya hidup? atau penghasilan? Lagi-lagi bukan.

Lalu apa yang sebenarnya membedakannya? Jawabannya sederhana yaitu pikiran, semua dipengaruhi oleh pikiran. Besar atau kecil masalah yang dihadapi semuanya tergantung cara orang tersebut berpikir, seringkali masalah yang kecil menjadi besar karena pikiran kita dan masalah besar terlihat mustahil diselesaikan padahal jika masalah itu tidak memiliki solusi maka itu bukanlah masalah!

Apa yang kita anggap masalah tetapi bukan masalah? Misalnya kita ditinggal pergi selamanya oleh orang yang kita kasihi, orang tua misalnya. Kita berpikir caranya untuk membuatnya lebih baik, ada yang hingga berbulan-bulan belum pulih dari kesedihannya. Saat itu kesedihanmu bukan lagi karena kehilangan tetapi karena pikiranmu, tetapi seringkali orang tidak menyadarinya bahwa itu bukan masalah tetapi bagian dari hidupmu.

Apalagi manusia sering kali memiliki pola pikir, "Malangnya saya, untungnya mereka." Manusia sulit sekali puas dengan kondisinya.

Misalnya yang single, "Ah, enak sekali punya pasangan. Tidak perlu kesepian begini." Sementara yang memiliki pasangan, "Ah, enaknya masa single, bisa bebas kumpul sama sahabat dan berpergian."

Yang karyawan, "Enak ya jadi bos, tinggal suruh sana suruh sini banyak uangnya." Yang pemilik usaha, "Lebih enak jadi karyawan, tinggal kerja terima gaji tidak usah pusingkan ini semua, ada hari libur pula!"

Yang jelek, "Enak ya Cantik, begitu banyak pria yang mengejar." Yang Cantik, "Ah, mungkin lebih enak jadi tidak cantik, aku terganggu oleh pria-pria ini!"

Yang miskin, "Wah enak ya jadi orang kaya apa-apa bisa." Yang kaya, "Enak juga ya jadi orang miskin, sepertinya hidupnya nggak ada beban."

Yang kurus, "Ah, coba aku bisa gemukan dikit aku terlalu kurus." Yang gemuk, "Ah, burger yang dipegang si kurus itu sepertinya enak."

Jadi jika ingin hidupmu lebih ringan dalam melangkah, maka ringankan pikiranmu dan berbahagialah lebih sering. :)

2 komentar:

  1. kan katanya you are what you think. jadi kalo orang selalu berpikir positif ada kesulitan apapun dibawa positif2 aja.
    tapi kadang ada orang yang 'betah' sedih-sedihan gitu. termasuk aku juga kadang suka begitu sih. kayak nyaman gitu sedih2an

    BalasHapus
  2. Itu pernah aku bahas deh yang suka sedih2 gitu, cuma lupa di blog ini atau media sosial hehe.

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)