Selasa, 02 Juni 2015

Kebijaksanaan dalam Kisah Sederhana



Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mengalami kejadian-kejadian atau mendengar kisah yang sekilas kita pikir sederhana dan remeh. Kejadian itu seringkali terjadi berulang-ulang tanpa kita rasakan manfaat positifnya.

Benarkah demikian? Ada sebuah kalimat berbunyi, cara paling mudah mengubah dunia adalah dengan mengubah cara pandang kita terhadap dunia itu sendiri, beberapa kisah sederhana ini ternyata menyimpan pelajaran berharga bagi kehidupan kita.

Ayah dan anak melewati depan hotel bintang lima, melihat sebuah mobil sedan import yang sangat mewah.

Anak dengan sinis berkata pada ayahnya, "orang yang duduk mobil begini?pasti otak udang !"

Ayah dengan santai menjawab, "orang yang berkata demikian, pasti kantongnya kosong, tak berduit !"

# Cara pandangmu terhadap suatu masalah, apakah juga merupakan refleksi dari sikap hatimu yang sebenarnya ? #

~~~~~~~~~~

Selesai makan malam, ibu dan putri mencuci piring bersama, ayah dan putra nonton tv di ruang tamu.

Tiba-tiba dari dapur terdengar suara piring pecah, sejenak menjadi sunyi…

Putra berkata sambil memandang ayah, "Pasti ibu yang pecahkan. Darimana kau tahu ? Ia tidak marah-marah."

# Kita terbiasa membuat standar yang berbeda untuk diri sendiri dan orang lain, yaitu ketat terhadap orang lain dan longgar terhadap diri sendiri. #

~~~~~~~~~

Ada dua rombongan turis Taiwan datang ke sebuah pulau di Jepang, kondisi jalan sangat buruk, lubang dimana-mana…

Salah seorang guide meminta maaf, dengan mengatakan jalanan ini seperti orang bopeng saja.

Sedangkan guide yang lain dengan puitis berkata kepada para turis, "Ibu dan Bapak sekalian, jalan yang kita telusuri saat ini adalah jalan lesung pipi yang terkenal."

# Kondisi yang sama, namun pola pikir yang berbeda menimbulkan sikap yang berbeda pula.
Sungguh ajaib pola pikir itu, apa yang hendak kau pikirkan, haknya ada padamu. #

~~~~~~~~~~~~

Murid SD kelas 3 saat menuliskan cita-citanya, menyatakan kelak akan menjadi badut.

Guru Asia akan menegur, "Tak punya cita-cita mulia, sungguh tak dapat diajar !"

Guru dari Barat berkata, "Semoga engkau membawa senyuman bagi seluruh muka bumi !"

# Kita yang lebih tua (dituakan), tidak hanya lebih mudah menuntut daripada memberi semangat, malah dengan picik membatasi makna dari suatu keberhasilan. #

~~~~~~~~~~~~~~~

Ada seorang tante didalam toko perhiasan…
Melihat 2 buah gelang yang sama persis modelnya, yang satu dihargai $550, sedangkan yang satu lagi hanya $250.

Dengan sangat senang, segera dibelinya gelang dengan harga $250, dengan penuh keberhasilan keluar dari toko itu.

Belum keluar dari pintu, terdengar pegawai toko berkata kepada rekannya, "Benarkan, jurus ini manjur."

# Cobaan serasa umpan, dapat dengan mudah menampakan ketamakan manusia pada umumnya, yang seringkali merupakan awal mulainya suatu kerugian akibat tertipu. #

~~~~~~~~~~~~

TAMAK

Pengemis: dapatkah memberi aku $100 ?

Orang yang lewat: Aku hanya mempunya $80.

Pengemis: Jika demikian maka engkau berhutang padaku $20 !

# Kebanyakan orang selalu menganggap Tuhan berhutang padanya, selalu merasa Tuhan memberi kurang banyak, kurang baik, KETAMAKANNYA TELAH MENUTUPI HATI YANG BERSYUKUR. #

~~~~~~~~~~~~

SANTAI SEJENAK

Dalam sebuah museum, seorang istri dengan tak sabar berkata pada suaminya, "Aku bilang mengapa engkau berjalan begitu lambat. Ternyata engkau selalu berhenti untuk melihat barang-barang ini."

# Ada orang yang hanya tahu berlari dalam jalan kehidupan, akhirnya kehilangan kesempatan menikmati pemandangan indah di kedua sisinya. #

~~~~~~~~~~~

EMPATI

Istri sedang memasak di dapur. Suami disamping terus berceloteh tanpa hentinya, "Pelan dikit. Awas ! Api terlalu besar. Cepat balikkan ikannya. Cepat diangkat, minyaknya terlalu banyak ! Tahunya diiris tipis. Aduh, pancinya miring !"

Istri terlepas bicara, "Diam kau ! Aku mengerti cara memasak."

Suami dengan tenang menjawab, "Tentu engkau mengerti, istriku. Aku hanya ingin engkau tahu, bila aku mengemudi, bagaimana perasaanku saat engkau bercuap-cuap terus disamping."

# Tidaklah susah belajar memahami orang lain, asalkan engkau bersedia dengan sungguh-sungguh berdiri pada posisi dan sudut pandang orang lain untuk memandang suatu masalah. # 


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)