Jumat, 19 Juni 2015

Kutu Buku dan Secangkir Teh

Jika secangkir teh tidak bisa memperbaikinya, itu adalah masalah yang serius


Sejak kecil aku sudah menjadi penikmat teh, ketika orang lain mengisi susu formula ke dalam botolnya, milikku adalah teh. Kemungkinan besar teh jugalah yang membuatku masih bisa menulis ini karena belum meninggal karena darah tinggi atau dimasukan ke dalam rumah sakit jiwa.

Begitu banyak masalah yang berhasil kulewati dengan bantuan secangkir teh, bagiku secangkir teh menjadi sebuah alat ukur apakah sebenarnya yang kuhadapi itu masalah atau bukan. Ketika pikiran kita tidak jernih, seringkali kita memandang sesuatu yang bukan masalah sebagai masalah dan secangkir teh membuat pikiranku jauh lebih jernih.

Hal yang paling kusukai adalah secangkir teh sangat cocok ketika bersama sahabat terbaikku, Buku. Membaca buku sambil menikmati secangkir teh benar-benar mencapai relaksasi yang luar biasa untukku, apalagi ketika berada di atas tempat tidur dan ditemani suara hujan gerimis, malam itu aku pasti mimpi indah!

Seperti menikmati berbagai genre buku, aku juga menikmati berbagai jenis teh. Hampir semua jenis teh sudah kucicipi, dan teh yang paling kusuka adalah White Tea. Teh satu ini jelas menjadi favorit banyak pencinta teh, dan rasanya memang sangat nikmat, tidak heran awalnya hanya diminum oleh Kaisar dan Bangsawan. Buku yang termasuk berat ketika dibaca sambil meminum teh ini akan terasa lebih ringan dan mudah terserap. Harganya yang mahal membuatku tidak dapat menikmatinya setiap hari, sehingga hanya kuminum ketika aku membaca buku non-fiksi yang sangat tebal atau membutuhkan relaksasi yang cepat.

White tea lah yang membuatku termotivasi untuk membaca dan membeli buku-buku yang tebalnya di atas 500 bahkan 1000 halaman.

Untuk sehari-hari biasanya yang kukonsumsi adalah teh hijau seperti Sencha, rasanya yang lembut dan manis membuat diri lebih mudah tersenyum dan bahagia. Teh ini yang sering kuminum bahkan saat tidak sedang membaca buku.

Jika aku membaca di siang hari dan bukunya ringan atau tidak terlalu tebal seringkali aku menyeduh Genmaicha atau Teh jenis Chamomile (bunga-bungaan) seperti Teh bunga krisan. Ketika menulis di malam hari, aku juga ditemani teh bukan kopi. Biasanya teh Oolong yang jenisnya High Mountain atau Wood Dragon untuk memberi tenaga lebih karena mengandung kafein.

Teh dan Buku dalam hidupku saling melengkapi, aku tidak bisa terlepas dari salah satunya. Jika aku membaca rasanya ingin minum teh dan saat minum teh rasanya ingin membaca.

Bukankah dalam hidup juga kita harus menemukan faktor-faktor yang membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi? :)

1 komentar:

  1. Hidup akan menjadi baik kalau memandangnya dari segi yang baik :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)