Selasa, 14 Juli 2015

Hidup yang Lebih Berarti

carpe diem, quam minimum credula postero
petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok.

-Frasa Latin

Tepat 9 hari aku tidak menulis di blog ini, harus kuakui aku merindukannya dan seperti kebanyakan orang lain ketika meninggalkan sesuatu cukup lama kita bingung harus memulainya darimana.
Waktu akan berjalan sangat cepat ketika terjadi dua kondisi yaitu kita sangat bahagia atau pengaturan waktu yang buruk. Sayangnya 9 hari ini hidupku lebih ke arah yang kedua.

Dalam hari-hari yang berlangsung cepat itu, sebuah pertanyaan muncul di kepalaku. Apa hidup ini bisa lebih berarti lagi?

Ketika kita melakukan hal-hal yang tidak biasa atau belum pernah kita lakukan, pikiran kita akan mengalami perubahan begitulah alasan orang seringkali meminta kita untuk mencoba hal yang baru. Apapun itu akan mengubahmu.

Beberapa waktu lalu, sekitar dua minggu yang lalu tepatnya aku mulai menulis novel berseri dengan genre fantasy. Saat itu aku menyadari bahwa gaya menulisku telah banyak berubah, lebih hidup.

Aku kemudian membaca lagi naskah-naskah yang pernah kutulis sebelumnya, aku menemukan banyak kekurangan di beberapa adegan penting dalam kisahnya, jadilah aku mengedit ulang semua naskah itu.

Beberapa kegiatan penting juga harus kulakukan, ketika ada waktu luang aku membereskan isi harddisk yang semakin tak terurus dan juga merapikan barang-barang yang sudah mulai berdebu, jadilah 9 hari terasa begitu cepat. Belum lagi hari raya menghitung hari maka harus banyak berkeliling lagi.

Hal yang memprihatikan bagiku adalah tumpukan ide menulis semakin tinggi sementara waktu menulis semakin sedikit, setidaknya ada 100 ide tulisan untuk blog ini yang belum kutulis.

Belum lagi aku ingin membagikan ebook buatanku di blog ini, aku mengedit, mendesain cover hingga layout semuanya sendiri. Lalu suatu waktu aku menyadari, apa aku bahagia? apa hidupku sudah berarti?

Biasanya aku menjalani semuanya tanpa menganggapnya sebagai beban, tetapi beberapa hal tidak bisa lepas dari pikiranku. Menyadari hal itu membuatku menertawakan diriku sendiri.

Banyak orang yang berusaha menemukan jati dirinya dengan berbuat baik, menjalani kehidupan spiritual maupun sosial dengan tekun. Seringkali mereka gagal, karena ada yang seringkali lupa diajarkan untuk kita tentang memberi bahwa kita juga harus memberi diri kita sendiri.

Ya aku berkarya melalui menulis dan hal lainnya dengan tujuan berbagi dan memberi, membuat hidupku lebih berarti. Terlalu semangat dengan hal itu justru membuatku tersandung, untungnya cukup cepat untuk menyadarinya.

Kebahagiaan itu seperti api lilin, kita tidak bisa menyalakan kebahagiaan pada orang lain sebelum menyalakan pada diri sendiri. Membuat kehidupan yang lebih berarti adalah memahami bahwa diri sendiri berhak bahagia, memberi diri sendiri bukan kesalahan dan dengan memberi kita belajar menghargai.

Saat itu yang kupikirkan adalah Aku harus merawat diriku dengan baik, aku adalah alasan seseorang untuk tersenyum dan jika sesuatu terjadi padaku maka dia akan sedih. Merawat diriku sama pentingnya dengan merawat orang lain.

Jika ingin hidupmu lebih berarti, sudahkah kau membiarkan dirimu bahagia? :)

2 komentar:

  1. aku juga sering banget loh kepikiran apakah hidup aku ini udah cukup bermakna dan ada gunanya buat orang2 disekitar aku. ketakutan terbesar aku itu ya kalo hidup tnyt ga bikin sesuatu yang berguna trus udah mati aja wkwkwkwk

    BalasHapus
  2. Menurutku itu ketakutan yang positif karena mendorong kita untuk berkarya dan lebih baik :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)