Minggu, 02 Agustus 2015

Empat Binatang Suci Pembawa Keberuntungan dalam Tradisi China



Dalam tradisi China, dikenal empat hewan suci yang membawa keberuntungan. Mereka adalah Naga, Phoenix, Qilin dan Kura-kura.

Dari keempat mahkluk tersebut, hanya kura-kura yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari, sementara lainnya termasuk hewan mitologi.

Naga

Naga mungkin salah satu makhluk yang paling dihormati, karena itulah dia menjadi lambang dari China. Keturunan China sendiri sering menyebutkan bahwa mereka adalah bangsa keturunan naga. Budaya China sendiri sangat lekat dengan makhluk satu ini, dapat dilihat dari ukiran-ukiran naga yang hampir ada disetiap benda berharga atau penting dalam tradisi China.

Cakar Naga China : Cakar naga dibagi menjadi 3-cakar, 4-cakar dan 5-cakar. Semasa dinasti Qing, ada sebuah pepatah yang berbunyi, "Naga punya 5-cakar sedangkan 4-cakar milik Ular Phyton." Ini menunjukan tentang kedudukan Raja dan Pejabatnya yang biasa bisa dilihat dari ukiran baju yang mereka pakai.

Naga dipercaya mempunyai kekuatan gaib untuk menampakkan atau menyembunyikan diri,mengubah ukuran dan panjang tubuhnya, serta menggerakan kekuatan alam. Naga biasanya digambarkan memiliki tanduk, moncong buaya, cakar elang, sisik dan tubuh seperti ular.

China dulunya negeri agraris dan hasilnya panennya sangat bergantung pada curah hujan. Orang-orang memuja naga karena percaya naga membawa keberuntungan hujan dan panen.

Naga juga menjadi lambang Kaisar, dulu Kaisar selalu memakai jubah berlambang naga serta duduk di kursi berukiran naga.

Ada ungkapan berbunyi "berharap anak laki-laki menjadi seorang naga" yang artinya berharap anak pria bisa mencapai cita-cita. Naga digunakan sebagai metafora keberhasilan karena rasa hormat yang begitu besar dari masyarakat China.

Ada kepercayaan bahwa Naga melahirkan 9 putra tetapi mereka tidak memiliki wujud yang sama dengan sang Naga serta memiliki kemampuan berbeda-beda.

Naga Musik (gambar sering terlihat pada alat-alat musik), Naga Perkelahian (gambar sering terlihat pada pisau dan sarung pedang), Naga Petualang (konon dapat mengusir roh jahat dan bencana), Naga Melolong (gambar terukir pada jam dinding, sering dipadukan dengan kayu yang diukur paus untuk membuat bunyi lebih keras karena naga ini takut pada paus), Naga Duduk (mirip singa, ditempatkan biasanya dekat pembakar dupa), Naga Rajin (mirip kura-kura), Naga Bijak (mirip harimau, gambar sering terlihat di ruang kantor pemerintah pada masa China kuno), Naga Sipil (Memiliki tubuh seperti naga, ahli seni sastra) Naga Perusak (Memiliki kepala naga dan bertubuh ikan, serta merusak apapun yang menghalanginya. Patungnya diletakan di bumbungan rumah dan dipercaya dapat menangkal api).

Phoenix

Burung phoenix dianggap sebagai Raja Burung oleh bangsa China. Diyakini Phoenix hanya muncul di masa damai dan makmur karena itu burung Phoenix dianggap sebagai lambang keselarasan dan keberuntungan.

Dulu ada pembedaan jenis kelamin antara Phoenix jantan yang disebut Feng dan yang betina Huang. Namun keduanya menjadi kesatuan feminin yang tunggal, sehingga burung itu dipasangkan dengan sang naga yang berkonotasi jantan. Hiasan kepala pengantin wanita di zaman kuno disebut Mahkota Phoenix.

Burung Phoenix juga dipercaya akan mengumpulkan kayu cendana atau ranting pohon parasol China kemudian membakar dirinya hingga menjadi abu untuk mengalami kelahiran kembali. Kebangkitannya dari abu itu membuat bulu-bulunya lebih indah, suara lebih jernih dan jiwanya lebih bersih. Kondisi itu disebut Nirwana Burung Phoenix, hal ini menjadi simbol "semangat menghadapi kesulitan tanpa rasa takut, terus meningkatkan dan memperbarui diri" atau dalam bahasa modern saat ini adalah apa yang tidak membunuhmu, membuatmu lebih kuat.

Konon Burung Phoenix hanya mau tinggal di pohon Parasol China yang disebut raja pohon karena kekokohannya.

Gambar Phoenix dan Naga bersamaan disebut sebagai lambang kemakmuran. Ini biasanya terlihat saat ada perayaan atau pesta besar lainnya.

Qilin (Unicorn China)

Qilin adalah hewan gaib yang serupa dengan naga, terinspirasi dari kijang yang mengabungkan beberapa bagian hewan lainnya.

Qilin seringkali dianggap sama dengan jerapah, ini terjadi karena saat Kaisar Yongle berkuasa (1360-1424), Bengal (kini Bangladesh) memberi upeti pada Dinasti Ming dengan mengirimkan seekor jerapah (binatang asli afrika). Leher jerapah yang panjang mirip qilin, bentuk dan sifatnya juga sama. Dalam bahasa Arah, Jerapah dibaca giri yang terdengar seperti qilin. Maka munculah kesalah pahaman bahwa Qilin adalah Jerapah.

Qilin dikenal sebagai makhluk yang baik dan penurut, dia akan menjaga orang baik dan tidak mengampuni orang jahat.

Kura-Kura

Bangsa China percaya bahwa Kura-kura adalah lambang panjang umur. Selain itu pada masa China Kuno, Sarjana nomor satu bisa berdiri di tangga batu istana kerajaan. Tangga itu diukir dengan gambar kura-kura raksasa, dimana muncul idiom "satu-satunya yang dapat menginjak kepala kura-kura raksasa (du zhan ao tou)" yang artinya pemenang pertama dalam sebuah kompetisi atau pemenang sejati.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)