Minggu, 23 Agustus 2015

Hukum Acton Hukum Boob dan Hukum Mencken


Sebelumnya aku pernah menulis tentang Hukum Murphy, setelah Hukum Murphy menjadi populer belakangan banyak muncul berbagai hukum yang unik lainnya tetapi sebagian besar lebih bersifat lelucon.

Diantara sekian banyak itu ada tiga yang menjadi sangat terkenal yaitu Acton's Law, Boob's Law, dan Mencken's Law. Adapun bunyi ketiga hukum tersebut adalah

Acton’s LawPower corrupts, absolute power corrupts absolutely.

Boob’s Law You always find something in the last place you look.

Mencken’s LawThose who can, do. Those who cannot, teach.
Hukum Acton mungkin bukan lagi sebuah hal asing bagi mereka yang kuliah ilmu politik, Lord Acton sering muncul dalam ilmu politik dan juga bidang ilmu lainnya yang terkait.

Hukum Acton berbunyi "Yang memiliki kekuasaan korupsi, Kekuasaan absolut berarti korupsi yang absolut." Maksud hukum ini seringkali menjadi landasan untuk menentang adanya kekuatan absolut dalam sebuah pemerintahan yang pernah terjadi di Indonesia beberapa dekade lalu.
 
Berbeda dengan Hukum Boob, hukum yang pernah sangat terkenal itu kini meredup dan sulit untuk dicari atau dikenal melalui media internet. Bunyinya "Kamu akan selalu menemukan sesuatu di tempat teakhir kamu mencari."

Mungkin terdengar konyol tetapi itu adalah fakta, yang intinya sebenarnya mengatakan kamu akan menemukan apa yang kamu cari jika kamu tidak berhenti mencarinya. Sesuatu selalu bisa ditemukan di tempat terakhir kamu mencarinya, tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi. Kira-kira seperti itu.

Hukum Mencken juga mengalami yang sama, hukum ini sulit dipelajari melalui internet dan hanya bisa ditemukan di buku-buku lama. Hukum ini berbunyi, "Siapa yang bisa melakukan, lakukan. Yang tidak bisa melakukan, mengajar."

Hukum ini sebenarnya mengatakan bahwa tidak ada hal yang sia-sia untuk dipelajari, ketika pada akhirnya kamu tidak bisa melakukannya dengan baik atau belum bisa melakukannya, ilmu yang kamu pelajari tetap bernilai.

Di masa kini banyak yang suka mengatakan, "Ah, kamu taunya teori saja. Praktek! Praktek!" seringkali yang mengatakan hal ini belum praktik dan juga tidak tau teorinya. Tidak ada istilah "teori saja" mempelajari teoripun tidak mudah. Teori bisa menjadi landasan atau alat bantu utama untuk melakukan praktik yang maksimal.

Hukum ini menekankan pada hal tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)