Kamis, 20 Agustus 2015

Kumpulan Teka Teki Riddle 3



Kumpulan Riddle yang Ketiga, Selamat menguras otak!

TKP

John dibunuh seseorang. Polisi menelpon istri John dan mengatakan suaminya telah dibunuh, polisi menyuruh istrinya untuk datang ke TKP. Istri John yang panik terburu-buru datang ke TKP, tapi malah ditangkap polisi. 

Rumah Tua

Pertama kenalkan nama saya Lisa. Hari ini adalah hari pertama pindah di rumah tua yang katanya angker. Saya sih tidak takut tentang hal tersebut. Pada malam pertama ini, saya hanya bersama ibu saya karena ayah saya pergi ke luar kota. Ibu saya tidak dapat berjalan karena kecelakaan tahun lalu, dia hanya berjalan dengan kursi roda. Jika ibu marah,suaranya akan terdengar keras seperti laki-laki dan ngebass seperti penyanyi hardcore. Tetapi bagaimanapun dia tetap ibu saya.

Saya merasa bosan berada di rumah tua ini (ungkap saya dalam hati). Saya pergi keluar rumah untuk menghilangkan rasa bosan, tetapi saya tidak berpamitan pada ibu saya karena takut dimarahi. Jadi saya hanya taruh selimut yang di bawahnya ada gulingnya jadi layaknya orang tidur.

Segeralah saya pergi keluar rumah dan di sebelah rumah sekitar setengah kilo saya menemukan warnet. Aku pergi kesana.

Tak disadari sudah tengah malam dan saya bergegas untuk pulang.

Setelah sampai rumah, semua pintu sudah dikunci dan jalan satu-satunya adalah jendela. Setelah masuk rumah, saya langsung pergi ke kamar saya. Dan sepertinya ibu saya mendengarkan ke gaduhan saat saya masuk ke rumah

"Lisa, apakah itu kau?"

Saya hanya pura-pura tidur karena ibu terdengar seperti marah

"Saya akan mengecek kamarmu!"

Terdengar suara ibu naik atas tangga,saya hanya pura-pura tidur dan suara pintu pun terbuka tapi aku tetap pura-pura tidur saja.

Setelah pintu tertutup saya melanjutkan tidur saya. Saya merasa kedinginan saat tidur.

Pada pagi hari saya merapikan guling dan selimutku. Setelah mengingat kejadian tadi malam, sayapun menyadari bahwa rumah ini memang seram.


Rumah di Jual

 Minggu-minggu terakhir aku disibukkan dengan urusan ekonomi keluargaku yang semakin hari semakin memburuk. Karena kurangnya dana, aku dan suamiku berencana menjual rumah kami Rumah kami adalah rumah bergaya minimalis tanpa kolam renang. Ada halaman untuk menjemur pakaian di belakang rumah dan sebuah garasi yang muat untuk dua mobil. Ada 4 kamar dengan masing-masing ukuran kamar 3x3, 2 di lantai bawah dan 2 di lantai atas. Kamar mandi ukuran 2x2,5 dengan shower dan wastafel di dalamnya.

Beberapa jam setelah aku mengiklankan rumahku di situs jual rumah online, seseorang menelponku

"Halo apakah Anda pemilik akun jean79 yang menjual rumah di jalan Green Park nomor 38?"

"Ya benar."

"Saya tertarik dengan rumah Anda."

"Mungkin kita bisa bertemu untuk membicarakannya lebih lanjut."

"Saya akan ke rumah anda besok pukul 13:00 untuk mengantarkan uangnya. Saya memberi waktu untuk mengosongkan rumah itu selama 3-4 hari."

"Tapi saya ingin sofa di kamar utama itu dan beberapa meja dengan lampu berwarna oranye itu tetap di sana."

"Oh begitu. Baiklah, terima kasih!"

Akhirnya rumahku terjual. Sayang aku harus pindah, tapi ini demi kebaikan kami. 
 
Jendela Kamar
 
Kamarku sangat panas karena tak ada lubang udara satupun. Untungnya teman sekamarku menyalakan kipas angin untukku. Namun sial, aku tak bisa keluar kamar. Sepertinya temanku tak sengaja mengunci pintu. Huft sepertinya malam ini aku harus tetap di kamar menunggu temanku pulang. Orang korea memang pelupa. 

Restoran

Aku sedang makan di sebuah restoran baru di pusat kota. Restoran itu sangat unik dan lucu! Kita dapat memesan dengan menggunakan ipad dan bisa berfoto di ipad tersebut. Nanti hasil fotonya akan ditayangkan beberapa detik di layar yang cukup besar. Kita dapat mengedit foto kita karena disediakan kacamata bohongan dan beberapa pita bohongan. Tiba2 saat aku melihat ke layar besar tersebut, aku melihat seorang pria dengan mata yang besar sekali seperti mau keluar dan kepalanya berdarah2. Wah editan yang menyeramkan!
 
Apartmen Baru
 
 Aku orang baru di kota ini, walau begitu aku adalah orang yang dengan mudah menyesuaikan diriku dengan lingkungan baru

Tapi entah mengapa aku merasa sangat asing di kota ini

Tadi pagi saat aku jogging melewati taman aku menyapa seorang kakek tua dan kakek itu tidak mempedulikanku. Aku pikir kakek itu mengalami masalah pada pendengarannya

Di ujung jalan aku menyapa seorang anak kecil dan anak itu hanya melihat kearahku lalu menundukan tatapannya, sepertinya anak itu masih takut melihatku.

Siang harinya aku merasa lapar, aku telepon sebuah restoran makanan cepat saji yang memenuhi pemesanan menggunakan layanan pesan-antar. Aku beri alamat apartemenku Sunview 404, 4-6 dan tinggal aku menunggu makananku datang

Sudah 3 jam berlalu makananku belum juga datang. Berulang kali aku telepon resto itu namun tidak ada jawaban

Aku tidak salah memberikan alamat tapi kenapa makanan itu belum kunjung datang?

Untung saja tetangga sebelah memberikanku semangkuk sup hangat , beliau adalah seorang nenek berusia kira-kira 64 tahun.

Baru dua hari tinggal dikota ini banyak hal yang belum ku ketahui, jadi aku berencana untuk menanyakan beberapa hal yang mestinya aku tahu kepada tetanggaku

Ada informasi yang kudapatkan darinya sangat berguna apalagi aku seorang lulusan pendidikan

Katanya, tahun ajaran baru dimulai pada bulan april dan sebaiknya aku melamar pekerjaan di bulan Maret dan tidak untuk bulan Juli karena sekolah sedang libur di bulan itu.

Selain itu informasi yang ia berikan juga bermanfaat, mulai dari wilayah sampai dengan tempat wisatanya

Kurasa aku akan betah tinggal disini.
 
February 27th 2001 

Kamu dan Aku

Agak menyebalkan saat mempunyai kekurangan. Yah mungkin tidak apa-apa, itu juga sudah jadi takdir kita mungkin. Tapi tetap saja itu menyebalkan. Mataku tidak seperti kebanyakan orang lain. Aku mengalami yang namanya miopi. Aku bahkan tidak bisa melihat dengan jelas wajah seseorang dari jarak lebih dari dua meter. Itu agak membuatku terganggu berinteraksi dengan orang lain, membuatku harus memakai kacamata. Ayolah ...

Itu tidak membuatku terlihat baik di depan teman-teman sekolah. Tapi ini untuk kebaikanku sendiri. Tidak terlalu buruk sebenarnya, Selama aku mempunyai teman yg mempunyai kesamaan denganku, bisa membuatku lebih bersyukur akan keadaanku. Apalagi teman sebangku ini memiiki banyak kesamaan denganku. Terlebih lagi dia seorang perempuan, mungkin itu artinya kita jodoh...hahaha. Shela namanya.

Aku termasuk orang yg pendiam dan agak susah dalam bergaul dengan orang lain, terutama perempuan. Ya bukan berarti aku tidak normal, hanya saja aku selalu merasa grogi jika berbicara bahkan hanya bertatap mata. tapi Shela bebeda, dia tidak membuatku grogi. Dia perempuan yang baik dan ramah. Walau bagaimanapun juga, menurutku dia tidak cantik ... mungkin manis. Entah kenapa dia berbeda, senyumnya manis, apalagi saat dia memakai kacamatanya, membuatku merasa selalu lebih baik setiap kali melihatnya. Hanya satu hal yang membuatku agak heran padanya, walaupun dia tidak pernah mengatakannya padaku, tapi aku yakin dia punya kelebihan. Namun setiap kali aku bertanya dia selalu membantahnya. Oke tentu saja aku tidak akan bertanya seperti itu lagi. Namun tetap saja aku yakin tentang itu.

Hari ini dia pulang lebih dulu, dia agak tergesa-gesa. Ada barangnya yang sangat penting tertinggal, tidak seperti biasanya dia ceroboh seperti ini. Biasanya aku dan shela selalu pulang jalan kaki bersama. Rumah Shela searah dengan rumahku. membuatku bisa lebih dekat dengannya. Ini sudah agak malam karena tadi ada kelas praktikum di sekolah.

Langkahku terhenti saat melihat seorang perempuan yg masuk ke dalam rumah tua yang sudah lama terbengkalai dan tidak terurus. Kupakai kacamataku karena agak samar-samar, kulihat perempuan itu seperti Shela. Ternyata benar, itu Shela dan dia sudah masuk ke dalam rumah tua itu. Tentu saja aku harus menghentikannya. Aku berlari melompati pagar rumah tua itu. Tapi sesampainya di depan pintu rumah itu, aku berhenti sejenak. Aku agak ragu. tapi aku harus masuk, Shela masuk ke sini tadi. Saat tanganku hampir menyentuh gagang pintu rumah, aku seperti mendengar ada yang memangil namaku ...

"Tharik!" suara yang tentunya sangat aku kenal, itu suara Shela.

"Apa yg kamu lakukan disini?" tanyanya.

"Ini aneh."

"Apanya???" dia bertanya

"Kenapa kamu belum sampai rumahmu?" aku bertanya

"Tharik, bagaimana aku bisa pulang kalau kamu malah bermain di tempat seperti ini??!"

"Ini sudah malam, Shela..."

"Tetap saja aku tidak membiarkan kamu masuk kesana, ayo kita pulang." ajaknya

Aku mengambil sesuatu di saku jaketku, "Entahlah, aku tidak tau harus bagaimana sekarang..."

Belok Kiri

Sial. Sial. Celaka dua belas!

Ini sudah tengah malam, hujan, petir, dan aku masih berada di mobil, melewati jalanan gelap asing yang dipenuhi truk gandeng. Yup aku tersesat.

Hujan terlalu deras. Bahkan wiper yang kusetel super cepat pun sama sekali tidak membantu menerangi jalanku. Sialan! Aku benar- benar harus fokus melihat ke depan.

Ah itu dia. Ada perempatan. Sepertinya aku harus belok ke kiri. Astaga sialaaan, lampu seinku mati! Aku membuka kaca mobilku, lalu memberi tanda dengan tangan sebelum belok. Sip. Mobil-mobil di belakangku memberi jalan. Aku tetap fokus ke depan sambil menghindari serangan air hujan yang masuk ke mobilku.

Haduh, Kapan ini berakhir? 
 
Rumah Hantu
 
Ceritanya tanteku pengen beli rumah dan seorang teman merekomendasikan sebuah rumah tidak jauh dari tempat tinggalnya yg sekarang. Dilihat dari fotonya sih rumah itu megah dan murah dengan pemandangan sawah yang indah di sekelilingnya. Lalu tanteku menyuruh aku yang pergi survey dan mengecek apa rumah itu masih layak atau tidak untuk jadi tempat tinggal. Karna aku kerja dari jam 8 pagi sampai 7 malam, jadi sekitar setengah 8 malam aku baru bisa pergi mengecek rumah itu. Temanku bilang sih rumah itu angker katanya makanya nggak laku laku. Aku sih bukan tipe orang yang takut hantu jadi tak kupedulikan ucapan temanku itu.

Setelah pulang kerja dan makan malam, aku langsung berangkat ke rumah itu sendirian naik motor. Setelah sampai di rumah itu aku benar-benar kaget rumah semegah ini dijual dengan harga murah. "Apa rumah ini benar berhantu?" pikirku. Tapi aku lihat di sekitar situ cukup ramai. Juga masih ada beberapa tetangga yg beraktivitas di luar rumah. Ada yg lagi nyapu, ada anak-anak kecil lagi main, ada tukang nasi goreng. Aku jadi tidak terlalu takut karena ramai.

Lalu aku langsung masuk saja ke rumah itu. Di dalamnya megah tapi benar-benar tidak terawat, tembok yang banyak retak, meja kursi semua juga terlihat tidak layak dipakai. Lalu aku lanjutkan mengecek kamar di lantai bawah itu. Ada sekitar 5 kamar: 4 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Sewaktu membuka pintu kamar pertama, terdengar suara air menetes dari kamar mandi. Lalu aku terdiam sebentar, tapi suara itu hilang. Saat membuka pintu kamar kedua juga sama, ada suara air menetes yang asalnya dari kamar mandi. Suara itu hilang lagi ketika aku terdiam mendengarkan. Saat masuk kamar ketiga pun sama, suara itu terdengar lagi.

"Ah paling cuma kebetulan. Di rumahku dulu juga begitu" begitu pikirku. Lalu setelah mengecek kamar keempat, aku keluar dari rumah itu. aku menyalakan motorku sambil bilang dalam hati "Ah, hantu itu tidak ada kok! Hantu itu tidak ada kok! Hantu itu tidak ada kok!" terus kuulang-ulangi sambil mengebut naik motor karena aku teringat sesuatu.  
 
Sudah mutar otaknya? Jika sudah percaya diri dengan jawabannya, mari cocokan dengan jawaban di bawah ini.

Kumpulan Jawaban

TKP : Polisi tidak memberikan alamat TKP tetapi si Istri bisa menuju ke TKP, artinya dia pembunuhnya.

Rumah Tua : Ibunya menggunakan kursi roda jadi tidak bisa menaiki tangga.

Rumah di Jual : Dia tidak memberikan informasi soal sofa dan lainnya, yang membeli rumah mereka adalah stalker. Itulah alasan kenapa rumah itu dijual.

Jendela Kamar : Orang Korea percaya bahwa menyalakan kipas angin semalaman atau kipas angin listrik dalam ruangan tertutup bisa membunuh seseorang. Temannya berniat membunuhnya.

Restoran : Editan hanya bisa menambah kacamata dan dasi palsu, jadi foto itu bukan editan.

Apartmen Baru : Lokasinya diperkirakan di jepang dari cara penomorannya. Dengan alamatnya seharusnya Apartmen itu Apartmen hantu karena nomor 4 adalah angka kematian, begitu juga 404 adalah kamar yang tidak pernah ada di Jepang sehingga para penduduk menghindarinya serta pengantar restoran itu juga tidak berani mengantarnya.

Kamu dan Aku : Yang di dalam saku Thalik adalah kacamata Shela, dia menjadi bingung harus percaya Shela yang masuk ke dalam rumah tua itu atau yang bisa melihatnya tanpa kacamata padahal mereka memiliki masalah mata yang sama.

Belok Kiri : Jika memberi tanda dengan tangan, berarti membuka jendela kiri untuk belok kiri. Masalahnya Indonesia memiliki setir di kanan.

Rumah Hantu : Di foto, sekeliling sana itu sawah dan ketika dia berada di dalam rumah. Dia hanya mendengar suara tetesan air padahal di luar rumah sedang ramai orang.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)