Sabtu, 22 Agustus 2015

Mythomania Ketika Kebohongan menjadi Gaya Hidup



Punya teman yang hobi berbohong? Saking hobinya dia bahkan lebih sering berbohong daripada jujurnya selain itu dia juga mempercayai kebohongannya sendiri, bisa jadi temanmu itu seorang Mythomania.

Mythomania atau disebut juga pembohong patologis adalah sebuah istilah psikologis yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1905 oleh seorang psikiater Ferdinand Dupre.



Mythomania adalah kebohongan yang dilakukan seseorang bukan dengan tujuan menipu orang lain. Penderita gangguan Mythomania akan membuat dirinya sendiri percaya bahwa kebohongan yang dia buat adalah nyata. Yang membedakan Mythomania dengan kebohongan biasa adalah penderita Mythomania sering tidak sadar bahwa dia sebenarnya sedang berbohong dan menceritakan khayalan yang ada dalam kepalanya.


Kebohongan-kebohongan yang dilakukan olehnya cenderung di luar kesadaran, yang artinya adalah dia tidak tahu/tidak sadar bahwa orang lain akan merasa terganggu dengan kebohongannya, karena yang terpenting baginya adalah dirinya mendapat pengakuan oleh sekelilingnya, pengakuan terhadap ‘kenyataan’ yang ingin ia wujudkan demi melarikan dirinya dari kenyataan sebenarnya yang tidak mau ia terima, dengan tanpa rasa menderita ataupun perasaan bersalah.

Salah satu penyebab mythomania adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupannya, bisa jadi berupa kegagalan dalam hal studi, masa kecil, masalah keluarga, kisah-kisah sentimentil, bahkan kegagalan dalam hal pekerjaan. Singkatnya, ia ingin melarikan diri dari semua image tentang dirinya sendiri. Jadi, semakin orang lain mempercayai kebohongannya, semakin ia terbantu untuk lepas dari image nyata tentang dirinya yang sulit ia terima itu.
 
Menurut Wikipedia, pembohong patologis atau mythomaniac adalah orang yang memiliki perilaku yang terbiasa atau selalu terdorong untuk berbohong.


Sementara definisi lengkap dari kebohongan patologis adalah, "Pathological lying is falsification entirely disproportionate to any discernible end in view, may be extensive and very complicated, and may manifest over a period of years or even a lifetime."

Jadi kebohongan patologis itu merupakan suatu kebohongan yang dapat melebar dan menjadi sangat rumit untuk waktu yang sangat lama bahkan bisa sepanjang hidup si pembohong.

Berbeda dengan kebohongan biasa yang membuat seseorang tampak kaku dan salah tingkah saat berbohong, penderita Mythomania sangat lihai dan meyakinkan ketika bercerita, seolah-olah memang itulah hidupnya. Seorang mythomania akan mengesankan kalau dirinya adalah pribadi positif nan sempurna pada orang lain.

Ciri-ciri pembohong patologis:

1. Suka membesar-besarkan sesuatu.
2. Selalu menimpali bahwa dirinya lebih baik dari apapun yang kita ceritakan.
3. Menciptakan realitas sendiri untuk dirinya.
4. Karena mereka tidak menghargai kejujuran, mereka juga tidak menghargai kepercayaan.
5. Bisa jadi seorang hypochondriac juga yaitu orang yang selalu merasa sakit (dibuat-buat) ingin diperhatikan.
6. Sering kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya.
7. Bisa berbohong hanya untuk suatu hal sepele.
8. Selalu membesar-besarkan setiap kalimat.
9. Bisa merubah-rubah cerita setiap saat.
10. Sangat defensif ketika dipertanyakan pernyataanya.
11. Sangat percaya apa yang dikatakannya benar padahal jelas tidak benar buat orang lain.
12. Berbohong ketika sebenarnya sangat mudah untuk menceritakan kebenaran.
13. Berbohong untuk mendapat simpati dan terlihat baik.
14. Selalu mendapat nilai baik pada pandangan pertama tapi selanjutnya tidak dapat dipercaya.
15. Memiliki gangguan kepribadian.
16. Jago memanipulasi.
17. Ketahuan bohong berkali-kali.
18. Tidak pernah mengakui kebohongan. 
19. Menganggap dirinya legenda.
 
Mythomaniac sendiri sebenarnya adalah korban. Ia korban dari ketidakbahagiaan dalam hidupnya dan korban dari penderitaan yang terlalu terus menerus. 

Ia tidak mampu mengekspresikan keaslian dirinya sehingga selalu ingin bersembunyi dibalik topeng. Jika anda menjumpai seorang mythomaniac, jalan terbaik adalah menghindar darinya. Namun jika anda ingin menolongnya, jangan berusaha mencari alasan yang masuk akal, atau mencoba menemukan jawaban dari tindakan-tindakan kebohongannya karena itu membuang-buang waktu saja.

Berusaha mengerti mengapa ia berbohong adalah sia-sia saja karena jiwanya merupakan sebuah labirin dimana ia hanya berputar-putar saja di situ tanpa ada jalan keluar. Yang bisa anda lakukan adalah meyakinkannya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Setelah itu, semua kembali kepada si mythomaniac itu sendiri.

Hanya dia yang bisa menolong dirinya sendiri. Ia harus menyadari permasalahannya, mengakuinya dan harus memiliki keinginan yang kuat untuk menyembuhkan dirinya. Menemui seorang psikiater adalah merupakan salah satu pertanda bahwa ia ingin menolong dirinya.

Ada beberapa ciri seseorang Mythomania dalam sebuah hubungan.

"Lima tahun yang lalu aku tinggal di Jepang, bekerja di salah satu perusahaan saham," ujar kekasih.


Dia bisa menceritakan dengan sangat rinci bagaimana kehidupan di Jepang, tetapi saat anda ingin melihat bukti foto-fotonya, dia tidak mau memperlihatkan dengan banyak alasan.


"Aku anak orang kaya, tapi keluargaku berantakan. Sebenarnya aku mendapat banyak warisan, tetapi aku tidak mau mengandalkan itu saja," ujarnya dengan yakin.


Tapi saat anda memintanya untuk berkenalan dengan keluarganya, dia menolak dengan sejuta alasan yang kadang tidak masuk akal.

Semua orang pernah berbohong, tetapi jangan abaikan kebohongan-kebohongan aneh yang meyakinkan atau khayalan bohong yang dilakukan seseorang, apalagi pacar atau kekasih anda.  
 
Aku memiliki seorang sahabat yang memiliki Mythomania dan kondisinya sangat parah karena kurang kasih sayang orang tuanya sejak kecil, namun setelah 10 tahun kami bersama perlahan-lahan dia pulih.
 
Aku juga beberapa kali bertemu dengan Mythomania lainnya, ada dua kasus yang unik. Pertama adalah seorang wanita yang sangat yakin dia memiliki orang tua kandung dari jepang dan dia seorang keturunan ninja. Dia yakin bahwa kedua orang tuanya yang sekarang adalah orang tua angkatnya.
 
Yang kedua adalah seorang pria yang berasal dari keluarga kaya raya di Jakarta, bisa dibilang seorang keturunan konglomerat. Di sebabkan orang tuanya yang sibuk serta kakak yang tidak pernah mau mengurusnya, dia menyakini bahwa sebenarnya keluarganya adalah keluarga mafia. Dia selalu membawa Pistol mainan kemana-mana dan yakin bahwa itu senjata api asli.
 
Dia mabuk karena yakin bahwa teh es yang dia minum adalah bir, dan aku pernah ditembak dengan pistol mainannya itu. Dia heran karena aku tidak mati ataupun mengeluarkan darah, dan percayalah walaupun itu pistol mainan tetapi peluru karet yang dirasakan kulitku cukup membuatku kesakitan.
 
Bergaul dengan Mythomania jarang hingga membahayakan nyawa tetapi seringkali merugikan, namun jika orang yang memilikinya adalah orang yang kalian sayangi sebaiknya bantu dia memperbaiki dirinya.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)