Selasa, 04 Agustus 2015

Rasa Ini

Kebahagiaan adalah keseimbangan dalam harmoni

Dahulu, ada seorang gadis yang menjadi sahabat karibku. Dia terkenal ceria dan pandai menghibur orang lain, suatu hari dia berkata padaku, "Ron, tidak peduli betapa pandainya seseorang tersenyum, ceria dan tertawa. Pada akhirnya dia tidak pernah bisa menang dari sebuah rasa.." Aku tidak bisa menjawab apa-apa saat itu. Aku hanya diam seribu bahasa.

Yang tidak kutau saat itu adalah dia seorang Eccedentiast dan kata-katanya itu adalah sebuah teriakan minta tolong yang keras namun tak berhasil kudengar. Beberapa tahun kemudian dia mengakhiri hidupnya sendiri karena patah hati.

Kata-kata terbukti hingga hari ini, tidak peduli seberapa pandai kau berbahagia, seberapa besar passionmu terhadap sesuatu, seberapa pandai dirimu menikmati waktu sendiri, kau akan tetap pernah merasakan rasa ini.

Tidak peduli berapa lama kau mampu mempertahankan sebuah kebahagiaan, suatu hari kebahagiaan akan meninggalkanmu. Tidak ada pesta yang tidak usai, untungnya ini juga berlaku untuk kesedihan. Inilah yang disebut keseimbangan.

Orang yang mengenalku beberapa lama mungkin berpikir bahwa aku tidak pernah memiliki masalah karena selalu tersenyum. Tidak, aku tidak menyembunyikan kesedihan atau hal lainnya dibalik senyuman, aku memiliki masalah tetapi aku tidak menghadapinya seperti orang kebanyakan. Setiap orang pasti memiliki luka, dia memilih untuk memamerkan hal itu atau tidak.

Aku mengatasi banyak masalah ketidak bahagiaan orang lain, paling umum adalah depresi atau bahasa anak masa kini adalah galau. Seperti malam ini, seorang teman yang sudah bertahun-tahun kusarankan untuk menganti pekerjaannya, kini bercerita bahwa dia merasa pekerjaan yang telah dia lakukan beberapa tahun ini hanya sia-sia. Selain merusak tubuhnya, dia hanya mendapat hutang dari pekerjaan ini.

Dia bekerja sesuatu yang legal, hanya lingkungan kerja dan cara dia bekerja serta sifat karakternya yang membuatnya menjadi seperti itu.

Dia merasa sedih, merasa bingung dan seperti kebanyakan orang lainnya ketika mengalami hal yang sama adalah melakukan sesuatu yang memperburuk keadaan. Aku sendiri heran, kenapa manusia seringkali melakukan sesuatu yang sudah jelas tidak membantunya menyelesaikan masalah.

Pria lebih sederhana soal ini, putus cinta dia minum alkohol dan main perempuan. Masalah kerja, dia minum alkohol dan main perempuan. Masalah keluarga juga minum alkohol dan main perempuan. Tidak heran manusia saat ini suka cari masalah untuk memberikannya sebuah alasan melakukan hal yang sebenarnya memperburuk keadaan.

Semua ini terjadi karena kebanyakan orang tidak tau cara menangani rasa ini, rasa yang disebut kesepian.

Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa sekuat apapun seseorang, mereka tidak bisa menang dari kesepian seorang diri.

Ketika seseorang menghadapi banyak masalah, biasanya mereka akan merasa kesepian. Mereka mengharapkan uluran tangan bantuan orang lain tetapi enggan meminta langsung karena gengsi atau takut penolakan. Hasilnya sesuatu menjadi semakin buruk.

Ketika seseorang menjalani rutinitas pekerjaan atau kegiatan harian dia juga bisa merasakan kesepian. Rasa ini datang begitu saja, walaupun seseorang bahkan beberapa orang bersamamu dan berbicara denganmu, perasaan ini tetap ada.

Sebagian orang berpikir, memiliki pasangan atau berkeluarga akan menjadi jalan keluar dari rasa ini. Sayangnya itu hanya mengobati sementara, tetapi akan berakhir lebih buruk. Itu kalau jalannya mulus, kalau ditolak cintanya atau lamarannya, bisa makin terpuruk bukan?

Kesepian membuat perasaan seseorang kosong, melakukan segala sesuatu rasanya tidak nyaman atau enggan. Masalahnya semakin pandai seseorang menghadapi kesendirian, semakin sulit diobati ketika rasa ini datang.

Orang yang merasakan kesepian ringan, bisa saja pulih dengan bertemu seseorang dan mengobrol. Menengah bisa melakukan hobi atau hal baru, kesepian menengah akan mudah terobati dengan hal ini.

Seseorang yang memiliki me time ideal, tidak melakukan rutinitas, memiliki hobi dan juga passion dalam pekerjaannya justru sangat sulit pulih ketika kesepian datang, karena pada dasarnya setiap kegiatannya adalah hal-hal yang bisa menjauh kesepian itu sendiri.

Namun, itu bukan sesuatu yang salah. Keseimbangan dunia bekerja saat itu, orang yang menderita dan mampu melewatinya akan mendapatkan kebahagiaan yang mendalam. Berbeda dengan kesenangan sesaat.

Ini mengingatkan bahwa tidak ada seorangpun yang terus menerus bahagia, setiap manusia perlu kasih sayang dan perhatian. Untuk bisa mengalahkan rasa ini.

Apakah kalian bisa membantu orang-orang disekitar kalian mengalahkan rasa ini?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)