Selasa, 11 Agustus 2015

Savant Syndrom



Jika usia kalian cukup berumur, mungkin kalian tau sebuah film berjudul Rain Man. Itu adalah film yang diperankan Tom Cruise bersama Dustin Hoffman (pengisi suara Shifu di Kungfu Panda). Dalam film tersebut Dustin Hoffman memerankan tokoh yang menderita Savant Syndrom, tokoh ini terinspirasi dari manusia nyata bernama Laurence Kim Peek, yang dikenal sebagai the Living Google!

Wah, sepertinya sesuatu yang hebat sekali ya? Jadi apa sih sebenarnya Syndrom Savant?

Savant Syndrome atau Sindrom Savant adalah suatu kondisi langka di mana orang dengan gangguan perkembangan saraf, gangguan autisme terutama spektrum atau cedera otak, menunjukkan kapasitas yang mendalam dan luar biasa atau kemampuan jauh melebihi dari apa yang akan dianggap normal.

Tidak ada kesepakatan tentang berapa banyak orang memiliki keterampilan savant. Perkiraan berkisar dari "sangat langka" untuk satu dari sepuluh orang dengan autisme memiliki keterampilan savant dalam berbagai derajat.

50% dari savant memiliki autisme, sedangkan 50% lainnya sering memiliki gangguan psikologis atau penyakit mental. Beberapa savant yang luar biasa biasanya mengalami gangguan yang sangat signifikan dan cacat.

Meskipun disebut sebagai “sindrom”, namun gejala ini tidak dianggap sebagai gangguan mental dan tidak termasuk dalam daftar gangguan mental resmi dalam manual medis seperti ICD-10 atau DSM-V.

Karakteristik Savant Syndrome

Savant skills atau keahlian savant umumnya terdapat pada salah satu atau beberapa dari lima bidang utama: seni, musikalitas, perhitungan kalender, matematika, dan keahlian spasial.

Bentuk paling umum dari savant autistik adalah keahlian dalam melakukan perhitungan kalender. Pemilik keahlian ini, yang kerap disebut sebagai “kalender hidup”, mampu menentukan hari dari suatu tanggal dengan sangat cepat dan akurat.

Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa memori luar biasa adalah bentuk kedua paling umum dari keahlian savant.

Mekanisme Savant Syndrome

Psikologis

Tidak ada teori kognitif yang diakui secara luas terkait dengan kombinasi antara talenta dan kekurangan yang ada pada orang dengan sindrom savant. Ada pendapat yang menganggap bahwa individu dengan autisme memiliki bias terhadap aktivitas yang terfokus pada detail, dan bahwa gaya kognitif semacam ini merupakan kecenderungan yang ada pada individu dengan bakat savant, baik dengan atau tanpa autisme.

Hipotesis lainnya menyatakan bahwa para savant memiliki kecenderungan hiper-sistematisasi (hyper-systemizing) sehingga memunculkan impresi atas talenta. Hiper-sistematisasi adalah suatu kondisi ekstrim dalam teori  empathizing–systemizing yang mengklasifikasikan manusia berdasarkan (perbandingan) keterampilan mereka dalam berempati pada sesama dan melakukan sistematisasi atas fakta-fakta di lingkungan sekitarnya.

Selain itu, perhatian para savant terhadap detail merupakan sebuah konsekuensi dari kepekaan persepsi atau hipersensitivitas indrawi yang ada pada individual tersebut. Telah dikonfirmasikan pula bahwa para savant “beroperasi” dengan secara langsung mengakses informasi level rendah – yang biasanya kurang diproses dalam otak manusia – yang oleh “orang normal” tidak akan dilakukan dalam kondisi sadar.

Neurologis

Sebagian teori menyatakan bahwa savant syndrome merupakan akibat dari kerusakan lobus temporalis anterior sebelah kiri – area otak yang berfungsi untuk mengolah masukan indrawi, mengenali obyek, dan membentuk memori visual.

Sindrom ini telah direplikasi secara artifisial dengan memanfaatkan transcranial magnetic stimulation untuk menghentikan kinerja bagian otak ini secara temporer.

Epidemiologi


Penelitian di Britania Raya pada tahun 2009 yang dilakukan terhadap 137 orang tua dari anak-anak autis menunjukkan bahwa 28% dari subyek penelitian meyakini bahwa anaknya memenuhi kriteria kepemilikan savant skill, yang didefinisikan sebagai suatu keterampilan atau kemampuan “dalam derajat yang tidak wajar bahkan pada ‘orang normal’ sekalipun.” Terdapat pula laporan mengenai 50 kasus sindrom savant tiban atau yang muncul secara tiba-tiba.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)