Minggu, 23 Agustus 2015

Spotlight Effect



Apakah kamu mengenal seseorang yang merasa bahwa dia selalu diperhatikan orang lain dimanapun dia berada? atau kamu salah satunya? Fenomena ini dikenal sebagai Spotlight Effect.

The Spotlight effect adalah istilah yang dimaksudkan dengan kecenderungan di mana Anda merasa semua orang sangat memperhatikan penampilan, perilaku dan membuat Anda harus tampil sempurna.
Dan ini adalah kondisi yang berbahaya jika dilakukan secara terus menerus.

Ada pepatah populer mengatakan, " Mempermasalahkan hal-hal yang tidak Anda miliki, sama saja dengan menyia-nyiakan semua hal yang sudah Anda punya."

Kejadian semacam ini pasti pernah anda alami: Anda tidak melihat pintu kaca yang tembus pandang itu tertutup. Atau tidak anda sadari ada tonjolan kecil di karpet di mana anda berjalan. Ouch.

Kalau ini terjadi di rumah sendiri, mungkin anda hanya kesal sebentar dan memaki-maki pintu atau karpet itu. Kalau di tempat umum?

Orang-orang biasanya berkata, “Sakitnya sih nggak seberapa, tapi malunya itu lho…”

Tapi sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gilovich, Medvech, dan Savitsky menunjukkan bagaimana rasa malu anda tersebut sebenarnya tidak terlalu beralasan. Itu semua hanyalah sekedar sebuah fenomena bernama spotlight effect.

Karena membuat orang menabrak pintu kaca atau tersandung itu agak berbahaya, maka Gilovich dan rekan-rekannya menggunakan pendekatan yang berbeda: Saltum alias ‘salah kostum’. Pernahkah anda merasa saltum, kemudian seharian merasa enggan muncul di tempat orang banyak berkumpul karena takut diperhatikan?

Dalam penelitian ini, seorang partisipan diminta untuk mengenakan sebuah kaos yang memalukan (kaos bergambar Barry Manilow, mungkin penyanyi ini kurang dikenal di sini) sebelum memasuki sebuah ruangan yang berisi partisipan yang tanpa setahu mereka sedang berperan menjadi observer.

Partisipan pemakai kaos dan para partisipan observer ini kemudian ditanya secara terpisah. Si pemakai kaos ditanya, kira-kira berapa orangkah di dalam ruangan itu yang melihat bahwa kaosnya bergambar Barry Manilow. Sementara itu, para partisipan observer diminta untuk mengingat gambar apakah yang ada di kaos yang dipakai seorang partisipan yang ‘telat datang itu’.

Eksperimen ini kemudian diulang beberapa kali, termasuk dengan menggunakan kaos yang dianggap keren untuk dipakai oleh si partisipan. Ini untuk mengetahui apakah spotlight effect hanya berlaku untuk hal-hal yang kita anggap memalukan, atau juga termasuk hal-hal yang kita anggap membanggakan.

Ketika ditanya kira-kira berapa persen dari partisipan observer yang melihat Barry Manilow di kaosnya, rata-rata para partisipan pemakai kaos menjawab mendekati 50 persen. Kenyataannya? Ketika mereka memakai kaos yang dianggap memalukan, hanya 20 persen lebih sedikit dari partisipan observer yang melihat siapa sosok di kaos itu.

Sementara itu, untuk para partisipan yang memakai kaos yang dianggap keren untuk dipakai (pilihannya antara Bob Marley, Jerry Seinfeld, atau Martin Luther King, Jr.), kenyataannya jauh lebih sedikit lagi: Kurang dari 10 persen partisipan observer yang melihat siapa sosok di kaos itu.

Dalam penelitian-penelitian lanjutan lainnya, ternyata hasil semacam ini tak hanya terbatas pada penampilan luar semata. Prosedur serupa diterapkan pada diskusi kelompok di mana para partisipan diminta menilai seberapa banyak mereka mengucapkan sesuatu yang berkesan atau justru salah ucap dan mengatakan sesuatu yang bodoh atau menyinggung. 
 
Hasilnya sama: Perkiraan mereka terhadap diri sendiri lebih tinggi dibanding perkiraan orang lain terhadap mereka. Temuan inilah yang dinamakan spotlight effect. Ketika kita bereaksi (positif atau negatif) atas penampilan atau tindakan kita sendiri, kita mengira bahwa orang lain juga akan bereaksi serupa. 
 
Karena itu, kita jadi cenderung berlebihan dalam menilai apakah penampilan atau tindakan kita diperhatikan oleh orang lain. Padahal ya tidak segitunya juga, karena orang lain mungkin juga sedang mengalami spotlight effect mereka sendiri-sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)