Minggu, 23 Agustus 2015

Tes Bercak Tinta Inkbot Rorschach



Jika kalian pernah menonton Watchmen mungkin tidak asing dengan sosok Rorschach, dia adalah salah satu tokoh fiksi yang kugemari. Topeng dan namanya dibuat berdasarkan tes psikologi kepribadian bernama Rorschach.

Tes Inkbot, Tes bercak tinta atau Tes Rorschach adalah tes dengan metode proyektif yang dikenal paling luas dalam melihat kepribadian seseorang.

Dalam tes ini, klien diperlihatkan sepuluh kartu dengan bentuk ambigu hasil dari cipratan tinta yang hampir simetris. Lima kartu berwarna hitam, putih dan abu-abu yang berbayang, sedangkan lima kartu lainnya memiliki warna.

Kebanyakan ahli setuju bahwa tes Rorschach ini merupakan teknik psikodiagnostik yang signifikan dan sensitif. Tes ini mengevaluasi emosi-emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual dan membantu menjelaskan komponen-komponen kepribadian seseorang.

Ada tiga kategori penting dalam memberikan skor pada tes ini, yaitu lokasi yang menunjukkan pada bagian mana respon dilihat oleh klien dalam kartu, determinan yang menunjukkan bagaimana respon tersebut dilihat, dan konten yang menunjukkan apa yang dilihat klien dalam kartu.

Para psikolog ahli yang sudah berpengalaman dalam tes ini, menemukan bahwa respon yang diberikan klien, baik anak-anak maupun dewasa, mengindikasikan beberapa tipe dari gangguan kepribadian dengan karakteristik respon tertentu.

Misalnya pada gangguan psikotik dan skizofrenia lainnya, ditemukan bahwa respon yang diberikan seringkali ganjil dan aneh, kualitas bentuk biasanya lemah, dan ada ketidaksesuaian antara yang dilihat klien dengan stimulus sebenarnya dalam kartu.

Klien-klien ini biasanya memfokuskan seluruh perhatian mereka pada detail-detail sementara komponen-komponen utama diabaikan. Terkadang mereka juga terlalu melibatkan emosi mereka pada kartu-kartu dan mempersonalisasikan persepsi mereka dalam cara tertentu sehingga mereka tidak mampu membedakan antara diri mereka dan kartu Rorschach.

Dalam beberapa kasus diagnostik dimana terdapat gangguan psikologis seperti gangguan pikiran yang signifikan, penggunaan tes Rorschach sangat disarankan. Tidaklah sulit dalam mengadministrasi maupun menskor tes ini, namun dalam menginterpretasi dibutuhkan psikolog yang handal dan berpengalaman.
 
Tes bercak tinta melalui aneka perkembangan dalam sejarahnya. Ide mengenai tes bercak tinta pada awalnya muncul dari Justinus Kerner pada tahun 1857 di mana ia mengatakan bahwa setiap orang memberikan respon yang berbeda-beda ketika menghadapi suatu berkas tinta. Tahun 1895, Alfred Bined menyatakan bahwa bercak tinta juga bisa mempengaruhi imajinasi orang yang melihatnya.
 
Pada perkembangan selanjutnya, para ilmuwan melakukan berbagai penelitian menggunakan bercak-bercak tinta tersebut untuk menelusuri kepribadian masing-masing orang. Buku Rorschach yang diterbitkan pada tahun 1921 merupakan gabungan antara penelitian panjangnya dengan gagasan-gagasan para ahli sebelumnya mengenai metode bercak tinta dan dianggap sebagai tonggak terpenting bagi perkembangan tes bercak tinta.

Inti dari tes bercak tinta adalah pasien atau subjek diminta melihat suatu kertas dengan bercak tinta di atasnya. Bercak tinta tersebut biasanya simetris, namun tidak memiliki pola yang jelas. Pasien selanjutnya diminta memberitahu penguji (tester) mengenai apa yang dilihatnya dalam bercak tinta tersebut.

Jumlah kertas bercak tinta yang dipakai biasanya berjumlah 10, walaupun kadang-kadang dalam praktiknya jumlahnya bisa lebih atau kurang. Tester juga akan mengukur waktu yang diperlukan pasien untuk mengamati pola dan memberi respon. Tester selanjutnya melakukan penilaian berdasarkan respon yang diberikan pasien. Kartu yang paling umum digunakan adalah kartu putih dengan bercak tinta hitam, namun kartu-kartu yang memakai warna lain seperti kuning atau merah juga biasa digunakan.

Kelebihan utama dari tes bercak tinta adalah untuk mengetahui “kepribadian tersembunyi” seseorang. Di kehidupan nyata, orang akan berusaha bisa diterima masyarakat luas sehingga ia berusaha menekan wataknya yang dianggap aneh atau mengganggu. Namun dengan memakai tes bercak tinta, orang tidak tahu harus memberikan respon apa sehingga ia akan memberikan respon apa adanya atau yang kebetulan sedang melintas di pikirannya. Intinya, jika dia melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya, ia akan berusaha menerka-nerka atau mengartikannya berdasarkan apa yang ada di dalam dirinya.

Tes bercak tinta juga bisa dilakukan untuk mengetahui fantasi atau imajinasi yang timbul dalam pikiran seseorang serta interaksinya dengan lingkungan. Sebagai contoh, orang yang jarang bergaul dengan orang lain kemungkinan akan jarang menyebutkan sosok-sosok manusia dalam pengamatannya dan lebih banyak menyebutkan benda-benda tak hidup. Sementara orang yang lebih suka menonton daripada melibatkan diri dalam suatu masalah akan memberikan perhatian lebih pada bagian-bagian pinggir bercak tinta. Contoh lain, orang yang berpikiran mesum akan cukup sering menyebut bagian-bagian tubuh yang sensual.

2 komentar:

  1. Well, karena baca postingan kamu yang ini, saya jadi nonton Watchmen. Dan saya kagum sama Roscarch. :D

    BalasHapus
  2. Wah sebelumnya belum pernah nonton ya? Iya, Rorscarch keren banget dan realistis sebagai hero.

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)