Senin, 24 Agustus 2015

Yang Aku Pelajari dari Pak Jokowi






Joko Widodo atau yang populer dikenal sebagai Jokowi, beliau adalah orang yang kini duduk sebagai orang nomor satu di negeri Indonesia ini. Di sini aku tidak membahas tentang kinerja beliau tetapi apa yang telah kudapatkan dengan melihat perbuatan beliau beberapa tahun terakhir ini.

Pertama kali melihat sosok Bapak pencinta Mettalica ini adalah saat Opera Van Java melakukan live show di Solo. Beliau yang saat itu masih menjabat sebagai walikota Solo, bersedia menonton acara itu seperti para pengunjung lainnya. Duduk diantara rakyat, suatu pemandangan yang tidak biasa.

Beberapa waktu kemudian melihat Bapak Jokowi kembali muncul di layar kaca, dalam acara Mata Najwa. Pembicaraan beliau dengan kak Najwa benar-benar memberikanku sebuah sisi baru seorang politikus.

"Ya, andai memang demikian. Indonesia mungkin masih ada harapan. Tentunya lebih bagus kalau pemimpin bangsa seperti ini." gumamku saat menonton perbincangan itu.

Kurang lebih setahun berselang, beliau muncul sebagai calon Gubernur Jakarta berpasangan dengan Pak Basuki, politikus keturunan Tionghua yang sudah lama kukenal sebelum Pak Jokowi. Duet ini jelas mengejutkan untukku.

"Apa bisa? Pak Ahok kan dari Bangka Belitung, Pak Jokowi dari Solo, kok tiba-tiba di Jakarta?" aku mulai menyesali ilmu politik modernku yang minim kala itu. Namun karena kejadian itu di Jakarta, aku tidak terlalu memikirkannya sampai pencalonan itu ternyata menjadi sebuah ledakan politik.

Pasangan ini ternyata mendapat dukungan maupun celaan dari berbagai penjuru Indonesia bahkan di luar Jakarta. Kemanapun aku pergi, pembicaraan orang tidak jauh dari pencalonan Gubernur Jakarta saat itu. Perkelahianpun terjadi, padahal jika memang pasangan ini terpilih atau tidak, mereka tidak akan merasakan efek apapun.

Kemenangan pasangan ini kemudian memutar roda politik Indonesia ke sebuah fase baru, aku yang sejak dulu antipati pada politik Indonesia mulai membaca berbagai buku maupun media lainnya tentang ilmu politik agar dapat memahami lebih jauh tindakan-tindakan yang beliau ambil, hingga akhirnya kejadian itu tiba.

Pak Jokowi yang berkali-kali menolak menjadi calon presiden, akhirnya harus menarik kata-katanya kembali. Desakan rakyat yang luar biasa membuat pemimpin partai berlambang banteng itu harus menyerahkan kesempatannya untuk beradu kepada beliau.

Ketika melihat hanya ada dua calon yang akan bertanding, Pak Prabowo dan Pak Jokowi aku mulai memiliki sebuah ketakutan, dan hal itu akhirnya terbukti benar.

Bangsa ini terbelah menjadi dua kubu, persaingan dan suhu pertandingan terbilang lebih tinggi dan panas dibandingkan sepak bola. Persahabatan dan pekerjaan sebagian besar rakyat terkena dampaknya. Fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya membuat banyak orang berspekulasi, hal-hal yang mengerikan.

Untunglah pada akhirnya hal-hal itu tidak terjadi, dan setelah perjuangan panjang yang berat. Beliau duduk dengan pasangan Pak Jusuf Kalla. Rakyat menyambut beliau seperti penyelamat bangsa, harapan rakyat begitu besar. Setelah mempelajari politik, aku mengerti bahwa itu bukan hal yang baik.

Memperbaiki sebuah negara tidak bisa sesuatu yang instant, butuh proses dan demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling mahal. Proses ini akan memperlihatkan begitu banyak penderitaan, seperti obat yang pahit dan proses detox yang menyakitkan.

Benar saja, kebijakan-kebijakan beliau akhirnya berbalik menyerangnya. Orang-orang yang beliau percaya juga tidak bekerja dengan ekspetasi rakyat, serta gesekan-gesekan dengan elit politik juga tidak dapat dihindari.

Beberapa tahun terakhir melihat itu semua membuatku mempelajari banyak hal tentang kepemimpinan, tentang proses dan kerja keras. Untuk mencapai sesuatu yang besar, kita tidak bisa melakukannya sendiri dan butuh kerja sama yang baik dengan semua pihak terkait.

Tidak ada One Man Show dalam kepemimpinan negara, dan kuharap aku masih bisa belajar banyak hal lagi dari beliau.


Dari rakyat kecil berbadan besar, kepada Presiden Besar berbadan kecilku.


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)