Minggu, 06 September 2015

Kumpulan Tabu dan Kepercayaan Orang Tionghua #3



Melanjutkan tulisan sebelumnya, masih banyak tabu yang dimiliki masyarakat Tionghua. Beberapa yan sangat umum seperti seputar imlek tidak akan kutulis, begitu juga dalam kegiatan seperti berjudi karena dinilai tidak pantas.


Kesurupan

Orang Tionghua percaya bahwa hantu atau roh jahat takut pada tiga sinar yang dimiliki manusia. Letaknya di kening (jidat) dan kedua bahu. Jika pada saat malam hari sedang berjalan sendirian dan tiba-tiba ada suara yang memanggil nama kita maka jangan pernah menoleh karena cahaya kita yang di bahu tidak bisa membantu kita mengusir roh jahat dan bisa kesurupan.

Roh yang memasuki tubuh manusia adalah mereka yang meninggal tidak wajar atau penuh dendam, merasa merasuki tubuh manusia untuk membalaskan dendam. Itu sebabnya hantu selalu muncul di belakangmu. Seperti sekarang ini, hehe bercanda.

Buang Air

Mungkin kalian tidak percaya tetapi dalam tradisi Tionghua, buang air pun ada aturannya. Orang Tionghua percaya bahwa setiap elemen dan bagian tertentu dalam kehidupan dan alam ada yang mengaturnya, biasanya seorang Dewa.

Api diatur oleh Dewa Api, Hujan diatur oleh Dewa Hujan dan seterusnya. Maka dari itu tidak boleh membuang air di tempat matahari, bulan dan bintang dapat melihatmu atau tempat terbuka karena buang air baik kecil maupun besar adalah hal kotor dan tak pantas diperlihatkan pada para Dewa.

Buang Air kecil kepada api akan membuat alat kelamin menjadi bengkak, karena dinilai penghinaan pada Dewa Api, secara ilmiah ini terjadi karena air seni yang terkena api berubah menjadi uap panas berbahaya yang bisa menyebabkan infeksi pada kulit kelamin sehingga menyebabkan bengkak.

Dalam Hutan

Ketika masuk ke dalam hutan ada beberapa tabu yang harus dipatuhi, tetapi yang paling penting ada dua yaitu tidak memetik bunga di hutan dan memanggil nama hewan buas.

Orang Tionghua kuno percaya bahwa bunga yang cantik tidak akan tumbuh begitu saja di hutan tanpa alasan. Seringkali itu dianggap bunga yang dipelihara oleh pelindung hutan, jika memetiknya berarti merusak hutan dan dapat menyebabkan kemarahan sang penjaga hutan, seringkali seseorang menjadi tersesat.

Ada pepatah kuno di negeri China, "Pagi hari jangan membicarakan manusia, malam hari jangan membicarakan hantu." Hal itu juga berkaitan jangan memanggil nama hewan buas ketika berada di hutan karena kemungkinan besar mereka akan menjawab panggilanmu dan menemuimu.

Jangan Menunjuk

Orang Tionghua juga mengajarkan pada anak-anak mereka untuk tidak menunjuk benda langit, terutama bulan sabit dan pelangi karena dianggap tidak sopan pada langit.

Jika seseorang menunjuk pelangi yang diyakini sebagai lengkungan surga maka dia akan menjadi bungkuk sementara mereka yang menunjuk bulan saat sedang bulan sabit akan dipotong telinganya.

Hantu

Orang Tionghua menyakini jika seseorang mencukur habis bulu kaki dan tangannya maka dia akan lebih sering diganggu oleh hantu, selain itu dia akan sering merasa gugup dan ketakutan. Melihat zaman kini wanita sangat suka melakukannya untuk mendapat kemulusan, apakah mereka sering gugup dan takut?

Bersiul di malam hari ketika berjalan pulang ke rumah adalah hal yang tabu karena membuat hantu akan mengikuti anda hingga ke rumah. Nada yang mungkin datar itu akan mengirim gelombang ajakan untuk mampir ke rumah, dan hantu sangat mudah diundang tetapi sangat sulit diusir.

Mengunjungi Rumah Sakit di tengah malam sangat dilarang karena saat itu para hantu dari pasien yang baru saja meninggal akan bergentayangan. Ini sebabnya di zaman dulu, rawat inap menakutkan bukan karena biayanya, dan juga tidak ada dokter di malam hari.

Kuburan adalah tempat yang tidak baik dikunjungi di malam hari karena mengeluarkan energi yin yang besar, selain itu di larang membuang air di kuburan karena itu akan membuat para roh marah dan menghabisi anda. Kurasa hanya mereka yang benar-benar tidak waras yang buang air disana.

Seputar Bisnis

Ada beberapa tabu dalam berbisnis menurut tradisi Tionghua, misalnya jika suatu tempat dipakai untuk usaha atau berdagang maka tidak boleh menyapu ke arah luar, cara yang benar adalah menyapu dari pintu utama ke dalam lalu dimasukan diserok lalu dibuang.

Meja kasir tidak boleh diduduki, apapun yang terjadi meja tempat uang di simpan atau menerima uang tidak boleh diduduki atau diinjak. Ini sama dengan menginjak rezeki anda dalam berdagang. Selain itu juga tidak boleh meletakan pemukul lalat di meja itu karena akan dianggap mengusir pelanggan.

Mengucapkan salam seperti "Selamat Datang", "Selamat Pagi" dan juga berterima kasih pada konsumen dengan mengatakan "Terima kasih", "Datanglah kembali", atau "Sampai jumpa." tentunya adalah hal yang baik tetapi kalimat ini tabu jika anda menjalankan usaha tertentu misalnya menjual peti mati dan obat-obatan, karena itu dianggap berupa kutukan.

Aturan di Meja Makan

Ada banyak tabu di meja makan, membuat makan bersama seringkali menjadi siksaan dalam keluarga yang masih memegang erat tradisi.

Jika anda mengambil nasi dari rice cooker ke piring anda, ingat jangan berhenti di sendok pertama. Walaupun anda hanya ingin makan sedikit nasi, buat itu menjadi dua sendok kecil. Mengambil nasi hanya satu sendok menunjukan nasi itu pada leluhur, jika diberikan pada orang maka anda menyumpahinya meninggal dan jika dimakan sendiri akan membawa penyakit.

Menusuk kedua sumpit tegak berdiri menyerupai dupa juga tabu karena itu merupakan cara menyajikan nasi di altar untuk seseorang yang telah tiada.

Membunyikan mangkok dengan sumpit juga dilarang, karena menyebabkan suara seperti pengemis yang minta-minta.

Yang paling tabu adalah menyisakan makanan, karena bagi orang Tionghua "sebutir nasi mengandung darah, keringat dan air mata manusia" atau "di atas 1 butir nasi ada 7 dewa" sehingga pastikan hanya mengambil sejumlah yang kau mampu habiskan.

Makan sampai nasi berceceran juga tabu, akibatnya kau akan memiliki pasangan yang banyak jerawat.

Mengoyangkan kaki di meja makan termasuk tabu karena menyebabkan rezeki jatuh dan keluarga akan sulit makan enak/kenyang.

Semua tabu dan aturan ini dibuat untuk menghormati waktu makan, dan juga sopan santun saat makan, tentunya bertujuan baik walaupun akibatnya menakut-nakuti secara berlebihan.

 Daging Anjing

Di tulisan sebelumnya sudah dituliskan bahwa membunuh anjing untuk dagingnya adalah tabu tetapi belum lama ini kita tau ada berita besar tentang pesta tahunan daging anjing di China.

Sebenarnya kebudayaan makan daging itu masuk dari luar, karena daging anjing itu asam dan panas membuat dagingnya memberi kehangatan untuk tubuh di musim dingin. Ada tabu saat memakan daging anjing yaitu tidak memakan/minum sesuatu yang manis setelahnya karena daging akan mekar dan bisa meledakan perut.

Selain itu saat nasib baik sedang meninggalkan anda, jangan pernah makan daging anjing karena nasib baik anda tidak akan kembali.

Daging anjing jika dikonsumsi akan membuat bau badan seseorang menjadi berbeda dan khas, jika anjing liar mencium aroma ini maka dia akan segera menyerang orang yang memiliki bau tersebut karena dianggap sebagai musuh. Bau ini diyakini menetap hingga 5-7 tahun walaupun hanya memakannya sekali.

Sebaiknya tidak memakan daging anjing, terlepas dari tabunya. Sudah begitu banyak macam daging yang manusia makan, apa daging anjing harus masuk menjadi salah satunya?

Minum Teh

Berbeda dengan acara minum teh zaman sekarang yang ada di warung kopi dan cafe atau restoran. Acara minum teh bagi orang Tionghua kuno adalah sesuatu yang sakral.

Minum teh selalu dilakukan sendiri, bukan saat makan besar dan banyak aturan di dalamnya. Sama dengan kebudayaan minum teh dari jepang. Ini disebabkan langka dan mahalnya teh saat itu.

Perbedaan dengan upacara minum teh jepang adalah gelas teh di isi sampai 80% karena sisanya agar jari orang tidak terkena teh saat meminumnya. Menyerahkan gelas teh harus dengan dua tangan, tidak boleh hanya sebelah tangan walaupun pada keluarga atau teman baik.

Selain itu moncong teko tidak boleh diarahkan ke wajah seseorang karena itu artinya tantangan duel atau perang. Ini sebuah kode yang berarti mengajak seseorang untuk mencari tempat lain untuk berduel atau menandakan pembicaraan sudah selesai dalam pembicaraan politik atau militer.


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)