Kamis, 03 September 2015

Kumpulan Teka Teki Riddle 5

Lagi tidak ada kegiatan? Asah otak dengan bermain Riddle bagian ke lima ini yuk!



PESTA NATAL

christmas-party


Aku mengadakan pesta Natal bersama teman2 kuliahku. Aku sebagai panitia bertanggung jawab atas semuanya, terutama makanan. Bisa mengamuk mereka kalau aku sampai kehabisan snack dan minuman.

Kata mereka pesta takkan lengkap tanpa es krim. Sial malam-malam begini mana ada yang jual es krim? Untunglah minimarket sebelah masih buka. Aku membeli es krim, tapi yang tersisa malam-malam begini tinggal yang mahal, 125 ribu. Aaaargh sial, menguras kocek saja, namun aku tetap membelinya. Wah wadahnya besar juga ya. Pantasan mahal.

Akupun membukanya di dapur (setibanya di kontakan), namun teman-temanku dari depan TV malah berteriak, “Hei coca cola ama esnya dong!”

Sialaaaaan! Tadi bilang es krim, sekarang coca cola. Masih ada nggak ya? Coca colanya sih masih banyak tapi saat kulirik freezer, ternyata es batunya sudah habis. Beruntung aku melihat ada es batu di kemasan es krim. Aku segera mengambil beberapa kotak dan menaruhnya di dalam mangkuk. Aduh sial! Esnya dingin banget!!! Aku sengaja memisahkannya dengan coca cola karena teman2ku punya hobi aneh suka memakan dan menelan es batu.

Aku merasa puas melihat segalanya tertangani dengan baik. Pesta ini pasti berjalan dengan lancar!

PASIEN DAN DOKTER

medicina


“Bagaimana kondisi saya, Dok?” tanya sang pasien.

“Anda ingin mendengar berita baik atau buruk dulu?” dokter menjawab.

“Yang buruk dulu saja.”

“Anda sedang sakit parah dan harus dirawat di sini.”

“Dan berita baiknya?”

“Kami akan menamai penyakit tersebut dengan nama anda!”

PESAN TERAKHIR

a_man__sleeping_alone_by_la_tigresa


Ibuku adalah seorang profesor kimia. Mungkin karena pekerjaannya yang selalu sibuk, ia jarang memperhatikanku. Nenekkulah yang selalu merawatku sejak kecil. Karena itulah, nenekku tak pernah menyukai ibuku dan mereka selalu bermusuhan sejak dulu.

Suatu hari ibu menderita sakit misterius. Rambutnya rontok dan gerakan ototnya tak terkendali. Tak ada yang tahu sebabnya. Karena ayah sudah meninggal, sedangkan aku kuliah di luar kota, ibuku akhirnya dirawat oleh nenekku. Mungkin sakit ibuku ini adalah “blessing in disguise” sebab mungkin justru mendekatkan kembali ibuku dengan nenekku.

Ketika ibu akhirnya meninggal, aku pulang ke kampung halaman untuk menghadiri pemakamannya. Nenek selalu terlihat tegar. Aku mengunjungi kamar ibu, namun tak ada apa-apa di sana. Sepertinya nenek sudah menyingkirkan semua barang ibu agar aku tak teringat padanya dan merasa sedih.

Namun di sudut mataku aku melihat sesuatu, seperti angka2 digoreskan di tepi tempat tidur kayu milik ibuku.
10 – 10 – 19 – 88 – 29 – 28 – 53 – 5 – 92 – 80
Aku bingung, apakah aku harus melapor polisi?

KATAK

Aku dan adik perempuanku sedang dalam perjalanan ke luar kota. Jalan raya yang kamu lalui berada di samping sebuah sungai. Biasanya pada musim kawin, ribuan katak akan keluar dari sungai dan bermigrasi. Tak jarang mereka akan masuk ke jalan raya dan akibatnya terlindas mobil. Namun tak ada yang peduli, toh jumlah katak itu sangat banyak. Seleksi alam, bisa dibilang begitu.

Hari mulai beranjak malam dan hujan turun. Jalanan cukup sepi, bahkan hanya ada mobilku dan mobil lain yang berada di depanku. Lampu mobil kami masih saja menyoroti katak2 yang masih berlompatan di depan kami.

“Huh, susah sekali menghindari katak-katak ini.” ucapku kesal.

“Sudah lindas saja mereka!” kata adikku tak peduli.

Sebenarnya aku tak tega, namun apa boleh buat. Mustahil rasanya mobilku bisa terus melaju tanpa melindas makhluk2 kecil yang malang itu.

“Hei, kita bisa sampai besok pagi kalau jalannya lambat seperti ini,” protes adikku. “Ayo salip saja mobil di depan itu.”

Aku membunyikan sirine agar mobil itu menyingkir. Entah mengapa, mendengar klakson kami, mobil itu langsung melaju dengan sangat cepat.

Hingga saat ini kami masih merinding jika mengingat pengalaman itu.

Memancing


Aku punya hobi memancing, karena kebetulan rumahku dekat dengan laut. Aku menjadikan hobiku ini sebagai sumber nafkah. Tapi aku punya tetangga yang sangat menyebalkan.Dia sering sekali mengolokku dengan sebutan orangutan kurang kerjaan karena hobiku ini. Terkadang dia juga mengambil hasil tangkapan ikanku secara paksa.

Hari ini aku sungguh kurang beruntung karena mendapat sedikit ikan.Dan lebih sialnya lagi tetanggaku yang menyebalkan malah mengambil semua ikanku. Aku hanya pasrah dan diam saja, karena jika melawan aku pasti dihajarnya. Dia termasuk orang yang kasar.

Tapi pagi harinya aku mendapat berita yang sangat mengejutkan. Ternyata aku mendengar tetanggaku ditemukan tewas di rumahnya. Aku sungguh terkejut padahal setahuku dia jarang sekali sakit dan tidak punya riwayat penyakit yang serius. Setidaknya dengan begitu tak ada lagi yang bakal menggangguku. Kurasa lain kali aku harus lebih berhati-hati dalam memilah hasil tangkapan ikanku.

Putus

Aku sudah menjalin hubungan dengan pacarku selama 3 tahun. Tapi 3 minggu yang lalu saat kami bertemu di sebuah cafe, dia meminta putus karena dia mengatakan jika ia sudah bosan menjalin hubungan denganku.

Aku begitu terpukul mendengar hal itu. Padahal dulu dia begitu hangat dan begitu mencintaiku. Tapi sekarang dia sangat dingin dan setiap kali aku melihatnya, dia selalu menatapku dengan tajam .

Aku mencoba untuk mengabaikannya. Tapi setiap saat aku ingin minum, aku selalu merasa ketakutan.

Lukisan Gadis Cantik



Aku sedang berlibur ke sebuah daerah di Jepang. Setelah tertinggal bus dan kereta aku pun terpaksa untuk menginap di sebuah penginapan sepi yang terlihat cukup tua.

“Ya sudahlah..” pasrahku, memasuki gedung tersebut.

Di dalam, aku melihat seorang lelaki tua yang berjaga di resepsionis. "Maaf pak, masih ada kamar kosong?" aku bertanya. Kakek itu melihatku dan tersenyum.

"Oh, masih. Ada di lantai 2, nomor 205." katanya sembari memberikan kunci. Akupun mengangguk dan segera menuju kamar.



Penginapan ini hanya memiliki 2 lantai, jadi aku harus naik tangga untuk mencapai kamarku. Sesampainya di lantai 2, aku melihat ada beberapa kamar dan sebuah lukisan di lorong.

Lukisan tersebut menggambarkan seorang wanita. Wah ... cantik juga rupanya. Rambutnya panjang dan mukanya seperti dewi. Menakjubkan jika wanita seperti ini benar-benar ada.

Aku pun berdecak kagum dan segera menuju ke kamar. "Untuk penginapan tua, boleh juga kamarnya." aku berkata, melihat kamar ukuran sedang di hadapanku. Terlihat rapi dan tak ada debu sedikitpun. Tidak ada TV, jendela, ataupun jam, tapi tak apa. Aku terlalu lelah juga untuk menonton.

Aku meletakkan tas di sebelah kasur dan menyadari bahwa ada 4 lukisan di dalam sini. 3 lukisan indah bertemakan alam, dan satu lagi...lukisan gadis yang ada di depan!

Maksudku, orangnya persis! Walaupun yang di sini, gadis itu tersenyum dengan manisnya.

“Hmm ... Siapa ya gadis ini?” pikirku. Ya sudahlah. Hal itu tidak penting. Yang penting adalah membersihkan diri dan tidur. Maka hal yang selanjutnya kulakukan adalah menuju ke toilet untuk mencuci muka.

"Hmm ..."

Lagi-lagi lukisan gadis itu ... dan dengan ekspresi muka yang berbeda. Seperti sedang bingung. Mungkin dia anak dari kakek tua pemilik penginapan ini? Tetapi mengapa ada di toilet??

"Kakek aneh" aku tertawa. Mungkin dia anak kesayangan. Who knows?

Aku membersihkan diri dan segera berganti baju di kamar. Setelah itu, aku menyelimuti diriku di kasur dan bersiap untuk tidur. Perlahan, perhatianku tertuju pada lukisan gadis itu lagi.

Tapi ... wajah gadis itu ... tawanya seakan-akan melebar. Seperti sedang tertawa ngakak. Ekspresif sekali.

Hah. Mungkin halusinasiku saja ...

Lagi-lagi mengabaikannya, aku mencoba menutup mata. Rasa kantuk pun menyelubungiku dan aku segera tertidur. Pagi harinya, aku terbangun dengan keringat di seluruh tubuhku.

Fiuh! Panas sekali!

Aku segera membuka jendela, membiarkan angin yang segar masuk ke kamar. Setelah itu, aku menuju ke toilet, membuka jendela di dalamnya juga. Aku menggosok gigi dan mandi dan setelahnya berganti baju.

“Lumayan juga penginapan ini ... bisa saja aku singgah di sini beberapa hari lagi.” pikirku, sembari memperhatikan kamarnya lagi.

Lalu aku teringat sesuatu.

Sesuatu yang membuatku merinding dan segera meninggalkan penginapan itu tanpa basa-basi lagi.

Sial sial sial!! Aku tak akan pernah menginap di situ lagi!

Hotel Angker
Konon katanya, ada sebuah hotel angker di Jepang. Hotel itu termasuk ramai, tetapi menyimpan banyak misteri. Jadi, aku dan teman-temanku yang suka hal berbau mistis berkunjung untuk bermalam di situ. Kami setuju akan menginap sendiri di kamar yang berbeda, dan beruji nyali. Serunya!

Singkat cerita aku mendapat kamar nomor 404. Maka dengan antusias, aku menuju ke kamar. Banyak orang yang menginap di lantai itu, dan aku sempat mengobrol dengan beberapa penghuni dari kamar 405 dan 406 sebelum aku bermalam. Dan anehnya, tidak ada kejadian apapun dari malam ke pagi!

Aku sudah janjian dengan teman-temanku di bawah. Mereka berdua melihat hal aneh di kamar mereka.

"Aku melihat ada jejak kaki di lantai dan handprints di kaca toilet!" kata temanku, Sachi.

"TV di kamarku sering nyala mati dan tiba-tiba gambarnya aneh! Hiii" lanjut temanku, Futaba.

Aku menghela nafas. Dengan kecewa aku pun bercerita pada teman-temanku, "Tidak ada apa-apa di kamarku. Tidak seram!" aku cemberut.

"Beruntungnya..." kata Sachi.

"Memang kamu menginap di kamar berapa, Ai?" tanya Futaba.

"404."

Dan kedua temanku langsung membeku, memandangku dengan takut.

"Se ... sebaiknya kita pulang." Sachi berkata.

"I-iya benar..." lanjut Futaba.

Haaah? Kenapa mereka takut? Apa sih yang menakutkan dari kamarku?

Mereka kemudian membisikiku.

Ya, Tuhan!

Tanpa mengambil barang, aku pun segera pergi dari hotel itu.

Itu terakhir kalinya aku menginap di situ!!

Tersesat
Aku benar-benar sial! Kemarin aku dan teman-teman ku mencoba untuk mendaki gunung. Orang-orang bilang gunung ini menyembunyikan banyak hal mistis dan misteri, juga banyak hantu. Tapi aku bukan tipe orang yang percaya pada hal seperti itu. Sialnya aku terpisah dengan teman-temanku. Aku dapat menghubungi mereka dan memberitahu dimana posisiku. Mereka mengatakan akan menjemputku. Aku menunggu di tempat yang sudah kami tentukan. Aku melihat cahaya dari kejauhan. Aku pikir itu temanku, tapi ternyata bukan. Aku melihat sesosok pria, nampaknya dia tersesat juga. Dia menghampiriku.

Dia bernama A. Dia mengatakan 5 hari dia tersesat di hutan ini. Dia nampak kacau, apalagi dengan dandanan yang nampak berbeda dengan ku.

“Hei A, setelah aku keluar dari sini, aku ingin sekali mandi air hangat dan tidur di tempat tidur yang nyaman. Aku berjanji akan jadi anak yang baik dan segera menyesaikan skripsiku!”

“Hmm ... aku akan segera ke Amerika.”

“Amerika?” kataku

“Ya aku akan segera melamar kekasihku. Dia kuliah di sana. Aku akan melamarnya di depan gedung WTC. Tapi sebelum itu, sama sepertimu, aku akan mandi air hangat dan makan malam sambil menonton acara favoritku di TV. Aku suka sekali Mc Gyver, aku selalu ingin sepintar dia. Bagaimana denganmu? Apa acara favoritmu di TV”

“Tidak ada, aku hanya ingin segera bertemu teman-temanku!”

Sahabat yang Baik
Aku sudah bersahabat dengan A 20 tahun sejak kami SD. Orang-orang bilang wajah kami mirip, bahkan makanan kesukaan kami pun sama. Kami menyukai pepaya, sari tebu, durian, kepiting dan kerang, Tapi A selalu lebih beruntung dariku, bahkan dia menikahi cinta pertamaku waktu SD, Konyol bukan hahaha. Hari ini dia akan berkunjung ke rumahku. Saat aku membuka pintu, dia tampak lesu dan pucat

“Kau kenapa?”

“Dokter bilang aku hamil dan rasanya semua makanan menjadi pahit.”

“Benarkah? Aku akan menjadi tante?”

“Sepertinya begitu” kata A. Kamipun berpelukan sambil tertawa.

“Kau harus makan! Aku akan menyiapkan makanan favorit kita, bagaimana?”

“Kedengarannya enak” kata A sambil duduk di sofa

Aku pun menyiapkan makanan makanan favorit kami di dapur

“Hei A, berapa minggu usia kandunganmu?” aku berteriak dari dapur

“Baru 5 minggu, masih sangat muda bukan?”

“Kalo begitu, kau harus menghabiskan semua makanan yang aku siapkan!”

“Baiklah, kau memang sahabat yang baik!”

Aku akan mengkhawatirkan sahabatku ini.

Maling

Hari ini aku tidur sendirian di rumah. Orang tuaku pergi ke luar kota. Aku harus mengunci gerbang pagar di luar. Pagar rumahku tingginya sekitar 2 meter lebih dan di atasnya ada kawat berduri. Jadi aku yakin bakal tidak ada maling yang masuk. Setelah mengunci gerbangnya, aku bergegas tidur.

Sekitar jam 2 pagi, aku terbangun. Aku bergegas ke dapur untuk mengambil minum. Saat kubuka pintu kamarku, alangkah kagetnya ketika kulihat pintu rumahku terbuka. Oh sial! Aku lupa mengunci pintu rumah!

Aku langsung mengambil pemukul kasti di lemari untuk berjaga-jaga. Ketika aku keluar kamar, dalam remang-remang aku melihat orang berpakaian serba hitam keluar pintu rumahku. Oh tidak! Aku sangat yakin itu maling! Aku segera keluar dan mencarinya. Namun setelah mencarinya keluar, aku tidak menemukannya.

Keesokan harinya, aku mencari tahu bagaimana maling itu bisa masuk. Ternyata di luar pagar ada tangga yang aku pakai untuk membetulkan lampu di jalan dan aku lupa membawanya ke dalam. Untung barang di rumahku tidak ada yang hilang. Kalau ada yang hilang, pasti orang tuaku akan marah.

Adikku

"Adik, makan dulu ya?"

Setiap saat aku selalu menghiburnya. Dia adalah adikku satu-satunya yang sangat aku sayang.

"Pergilah! Pergi!" begitulah jawabnya.

Dia sering sekali marah-marah, terkadang menangis dengan sendirinya, merasa ketakutan, bahkan tertawa-tawa dengan sendirinya. Aku dan orangtuaku sangat iba melihatnya. Kita semua selalu mencoba untuk menghiburnya agar dia bisa menjadi seperti dulu lagi. Ceria, penyayang, dan periang.

Meski dia sering memarahiku, mengusirku, namun ternyata diam-diam dia masih menyayangiku. Terkadang, fotoku di dalam figura itu masih ia perhatikan dan dipandanginya. Aku tersenyum lega, setidaknya dia masih punya rasa sayang pada orang-orang di sekitarnya.


Bagaimana sudah berhasil menjawab semuanya? Mari cocokan jawabannya ya.

Kumpulan Jawaban

Pesta Natal : Itu adalah Dry Ice atau Biang Es yang sangat menyakitkan jika terkena kulit.

Pasien dan Dokter : Penyakit tersebut adalah penyakit baru sehingga tidak ada obatnya dan dia akan meninggal.

Pesan Terakhir : Kode itu dapat dipetakan dengan tabel atom kimia menjadi Ne-Ne-K-Ra-Cu-Ni-I-B-U-Hg. Hg adalah air raksa jadi Neneknya meracuni sang Ibu dengan air raksa.

Katak : Mobil tersebut adalah mobil hantu karena jika ada mobil di depannya, harusnya katak-katak tersebut sudah terlindas.

Memancing : Sebab kematiannya adalah Ikan Buntal, karena jika diolah dengan cara yang salah maka akan sangat menjadi makanan beracun yang mampu membunuh manusia, racun Tetrodoksin.

Putus : Pacarnya telah di bunuh dan disimpan di dalam kulkas.

Lukisan Gadis Cantik : Yang dia lihat bukan lukisan tetapi jendela, wanita itu selalu muncul di jendela dan itu lantai dua jadi wanita itu melayang.

Hotel Angker : Di seluruh jepang, tidak ada kamar dengan nomor 404 karena dianggap nomor hantu.

Tersesat : Gunung itu membuat mereka memasuki Time Slip atau Dimensi ke Empat atau lorong waktu.

Sahabat yang Baik : Well, Calon Orang Tua yang baik akan mengerti bahwa makanan tersebut dapat menyebabkan keguguran.

Maling : Pencuri itu bisa masuk tetapi tidak bisa keluar jadi dia masih berada di sekitar rumah.

Adikku : Si Aku itu sudah meninggal

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)