Senin, 21 September 2015

Tentang Ngidol



Sebagian besar orang pasti tau soal JKT48 bukan? Terlepas dari sisi positif maupun negatifnya, tetapi tulisan ini bukan membahas mereka pada khususnya.

Kuingat pertengahan tahun 2008, aku mengenal AKB48 secara tidak sengaja, saat itu group ini sedang sangat booming di negaranya. Ada beberapa lagu mereka yang nadanya enak dan akhirnya ku share di social media.

Perbuatanku menuai celaan dari cukup banyak pihak, sangat kuingat ada satu "teman" yang sangat keras menolaknya. Mengatakan bahwa yang kulakukan adalah sebuah "pembodohan".

Dua tahun lebih kemudian, di akhir tahun 2010 aku kembali mengangkat AKB48 di Facebook dan beberapa milis yang kuikuti, kali ini kubahas dari sudut pandang bisnis. Bagaimana kreatifnya membuat sistem di dunia entertaintment untuk tetap bisa menjual karya original walaupun pembajakan sedang terjadi besar-besaran. Siapa yang bisa berpikir bahwa salaman disulap menjadi bisnis yang begitu menguntungkan?

Lagi-lagi, seorang "teman" yang sama mencaci maki dan mengatakan bahwa aku terlalu banyak waktu luang memikirkan sebuah kelompok wanita. Kali ini aku memilih tidak menangapinya.

Hari ini, beberapa tahun berselang dari kejadian itu. Aku bertemu dengan adik dari "teman" ini. Dia bercerita bahwa abangnya telah menetap di Jakarta dan baru-baru ini kehilangan pekerjaannya. Dia menghabiskan begitu banyak uang untuk kegiatan JKT48.

Mengingat dia begitu menentang keras kala itu, siapa menyangka dia justru menjadi WOTA garis keras? Itulah dunia, selalu tidak bisa ditebak.

Demi membeli barang lelang, franchise dan lainnya, kudengar dia menghabiskan lebih dari 100 juta. Ya, hobi memang mahal.

Sesuatu yang berlebihan, memang tidak berujung baik.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)