Senin, 05 Oktober 2015

Makhluk Mitologi Sedunia : Bijuu



Bijuu adalah makhluk-makhluk legenda dari mitologi Jepang. Kebanyakan dari mereka bertubuh besar dan berkekuatan menakjubkan. Mereka tersebar di seluruh daerah di Jepang. Kekuatan mereka diklasifikasikan menurut jumlah ekor mereka. Seperti Shukaku "si ekor satu" memiliki kekuatan terendah dari semua Bijuu. Tidak semua Bijuu bertubuh besar. Seperti Kaku, "si luak berekor tujuh" yang ukuran tubuhnya tidak terlalu besar. Bijuu dengan ukuran kolosal adalah Yamata no Orochi yang besarnya melebihi 7 buah gunung. Ini dikarenakan kekuatan Kusanagi no Tsurugi yang sangat besar.

Dalam legenda dan mitologi Jepang, dikenal adanya perang sembilan dewa atau "Ancient War of Nine Gods". Perang besar ini terjadi di masa lalu dan belum pernah dapat diperkirakan kapan dan dimana terjadinya. Peperangan ini adalah peperangan antara Youkai atau siluman yang memiliki kekuatan luar biasa dan disebut sebagai makhluk-makhluk setengah dewa. Mereka saling bertarung satu sama lain. Bahkan Hokou dan Nekomata membentuk aliansi dan mencoba mendominasi pertempuran.

Akhirnya hanya tersisa dua Bijuu setingkat dewa yang akhirnya akan menyelesaikan peperangan panjang dan melelahkan ini. Peperangan ini berakhir setelah Yamata no Orochi dan Kyuubi no Yokou bertemu dan bertarung selama 100 tahun. Kyuubi memenangkan pertarungan ini karena dia memiliki kekuatan yang tidak terbatas. Pihak yang ikut dalam peperangan ini adalah semua Bijuu yang ada dalam mitologi Jepang. Mereka semua akhirnya tersegel dalam kuil-kuil yang tersebar di seluruh Jepang.

Hokou

Hokou adalah Bijuu yang berwujud anjing berekor lima. Setiap ekor makhluk ini merepresentasikan kekuatan elemen api, angin, air, tanah dan petir. 

Hokou mampu menggunakan semua elemen maupun mengkombinasikannya. Setiap elemen juga dapat menyebabkan bencana tergantung jenisnya. Hokou bermaksud menghancurkan alam untuk mendapatkan kembali lima elemen ini. 

Dia mengalami cedera berat ketika menantang Kyuubi berdua dengan Nekomata. Dia adalah dewa ilusi. Hokou hidup di pohon besar yang sudah berumur panjang.

Isonade

Isonade adalah makhluk dari cerita mitologi di Matsuura, Provinsi Hizen, Jepang Barat. Kisah ini juga terdapat dalam Ehon Hyaku Monogatari, sebuah kumpulan buku cerita aneh.

Dalam literatur kuno Honsosenko, monster ini disebut Oguchiwani (hiu bermulut besar). Isonade berwujud seperti hiu. Jarum-jarum halus yang tidak terhitung jumlahnya terdapat di sirip ekor, bagaikan alat untuk memarut. Kepalanya bertanduk serta memiliki tiga buah ekor dan tiga buah sirip. Ia juga mampu mengendalikan air sesuai keinginannya.

Setiap beberapa bulan dia akan keluar ke permukaan untuk menghirup udara. Ketika dia melakukan hal ini dia akan menimbulkan badai dan ombak di perairan sekitarnya. Semua kapal disekitarnya akan tenggelam dan kemudian dijadikan makanan oleh Isonade. Dia juga sering menyerang kapal yang berlayar di lautan bebas.

Dalam mitologi Jepang, seorang nelayan sekaligus seorang pejuang berani dari Yokohama, Takuma Muramasa, mendekati Isonade. Setelah itu menyegel Samehada ke dalam guci hiu untuk disegel di dalam kuil air. Akibatnya, Isonade tidak dapat menggunakan kekuatannya.

Menurut peneliti lokal bernama Katsumi Tada, Isonade bukanlah makhluk imajinasi melainkan istilah untuk menyebut paus pembunuh. Namun paus pembunuh tidak memiliki sirip ekor penuh jarum seperti Isonade. Berdasarkan fakta , orang Jepang mulai beragang ke China dan Asia Tenggara sekitar zaman Muromachi. Orang Jepang yang sampai di Asia Tenggara untuk pertama kalinya melihat buaya muara yang kulit dipunggungnya hinga ekornya memiliki banyak tonjolan. Hal tersebut menjadi inspirasi menciptakan monster Isonade yang memeliki jarum-jarum di ekornya.

Kaku

Kaku adalah Bijuu berbentuk tupai. Kanjinya juga dapat dibaca sebagai Mujina, yaitu subspesies dari tupai (Meles Meles Anaguma) yang ada di beberapa tempat di Jepang.

Dia berasal dari altar pengorbanan di pinggiran Nagoya. Kaku mempunyai tujuh ekor dan terkecil diantara para Bijuu. Walaupun begitu, dia adalah Bijuu terlicik dan penyusup dari Bijuu lainnya. Kaku memburu mangsanya dari dalam tanah dan melongsorkan atau menghancurkan bagian tanah di bawah mangsanya. Mangsa pun jatuh tepat di mulutnya yang sudah terbuka lebar. Di atas tanah, dia mampu berubah menjadi apa saja, asalkan dia mempunyai tanah liat.

Kyuubi

Kyuubi merupakan Bijuu dengan bentuk rubah berekor sembilan dan terkuat diantara para Bijuu. Tubuhnya ditutupi bulu berwarna merah.

Kyuubi melambangkan elemen api. Alasan kenapa dia sangat kuat karena dia memiliki chakra yang tidak terbatas, sehingga membuatnya pantas menyandang nama "Raja para Bijuu" Kekuatannya berasal dari segel api miliknya. Setelah bertarung 100 tahun dengan Yamata no Orochi, segel itu kelelahan namun Kyuubi masih dapat bertahan dan berdiri. Dia juga licik dan cerdas.

Nekomata

Nekomata dikenal juga dengan sebutan Bakeneko (kucing raksasa). Dalam mitologi Jepang, Nekomata dipercaya sebagai metamorfosis dari kucing peliharaan. Ia berasal dari utara Hokkaido dan konon pertama kali ditemukan di Hutan Iblis Hokkaido. Bentuknya berupa monster kucing hitam raksasa, yang kadang ditampilkan dengan dua sayap malaikat berwarna hitam yang besar. Dia adalah peliharaan dewa kematian. Nekomata hidup dari memakan mayat dan jiwa-jiwa orang mati.

Awalnya Nekomata hanyalah seekor kucing peliharaan yang sering disiksa pemiliknya. Setelah si kucing mencapai umur 10 tahun, secara perlahan buntutnya terbelah menjadi dua bagian, kebersamaan dengan meningkatnya kemampuan nujum dan sihir si kucing. Beberapa orang yang mempercayai ini biasanya memotong ekor kucing mereka karena takut berubah menjadi monster.

Nekotama memiliki berbagai ilmu sihir dan nujum, tetapi yang paling umum digunakan ialah membangkitkan orang mati dengan kehendaknya. Nekomata dikatakan mampu menciptakan dan mengontrol kematian dengan menggunakan gerakan buntutnya atau gerakan kaki depannya. Nekomata memakan orang yang dibencinya, apabila pemiliknya lebih kejam maka si kucing akan menjadi lebih sadis. Nekomata tidak akan melupakan siksaan seseorang dan akan menyimpan dendam selamanya pada orang tersebut. Jika orang itu sudah mati maka kerabatnya akan didatangi oleh Nekomata dan dihantui terus menerus. Cara menenangkannya ialah memberikan penghormatan, permohonan maaf dan makanan.

Nekomata dapat menciptakan bola api hantu, ancaman saat tidur, berjalan dengan dua kaki belakangnya, berubah menjadi manusia dan bahkan melahap majikannya untuk mengambil tempatnya.

Beberapa cerita rakyat jepang yang mengatakan bahwa Nekomata dapat menjadi manusia. Nekomata betina biasanya berwujud wanita tua, berkepribadian bruk dan selalu menebarkan aroma menyeramkan disekitarnya. Aroma tersebut jika dihirup dalam jangka waktu lama akan menyebabkan wabah penyakit.

Raijuu

Raijuu berbentuk seperti berang-berang dan memiliki kuku yang amat tajam. Jika meraung akan seperti guntur, aslinya dia adalah dewa petir tetapi karena pengaruh Yamata no Orochi dia berubah menjadi monster. Raijuu mampu mengeluarkan listrik dalam jumlah besar untuk bertarung.

Bulunya berwarna emas dan ujungnya berdiri. Raijuu memiliki enam ekor yang bentuknya seperti petir milik dewa petir kuno.

Raijuu memiliki teman Raiden, dewa guntur dari agama Shinto. Biasanya Raijuu tenang dan tidak berbahaya tetapi dapat menjadi buas dan agresif ketika terjadi badai petir dan mengenai apa saja disekitarnya, batu, pohon dan bangunan. Orang dulu menyakini bahwa pohon yang tersambar petir sebenarnya karena cakaran Raijuu.

Shukaku

Shukaku berbentuk seperti seekor rakun atau Tanuki dalam bahasa Jepang. Dulunya Shukaku adalah seorang pendeta dari Nara yang berubah menjadi monster karena kekuatan Yamata no Orochi. Dia kemudian menjadi Rakun raksasa yang lucu dan senang bermain-main sama seperti rakun pada umumnya. Selain itu ia hidup dari jiwa orang-orang yang mati karena pasir dan angin.

Sokou

Sokou atau si ekor empat berbentuk seperti siput setengah ular yang konon tinggal di Gunung Fuji, Jepang. Sokou memiliki empat ekor yang menyebarkan gas beracun. Awalnya Sokou adalah ayam jantan dan ular yang bersatu akibat pengaruh udara dan racun di pegunungan. Oleh karena berbahaya, seorang ahli ilmu iblis bernama Yamazaki Ishiro menyegel Sokou ke dalam jaring sakti di Gunung Fuji, Jepang.

Hingga saat ini beberapa orang masih beranggapan bahwa letusan di Gunung Fuji disebabkan oleh dengkuran Sokou ketika sedang tidur.

Yamata no Orochi

Yamata no Orochi adalah Bijuu berbentuk ular. Matanya berwarna merah darah, delapan ekor dan kepala serta kekuatan dari dunia iblis. Di tubuhnya tumbuh lumut, pohon hinoki dan sugi (variasi cemara, Chamaecyparis obtusa dan Cyptomeria).

Setiap kepala Orochi melambangkan simbol jiwa,hantu,kejahatan,iblis, dunia kematian dan setelah kematian. Panjang tubuhnya melebihi besar 8 gunung, dia adalah Bijuu terbesar. Kehidupannya seperti Bijuu yang lain tidak banyak diketahui.

Yamato no Orochi mati dibunuh saat tidur. Waktu Dewa Susanoo datang ke bumi karena masalah di surga, dia turun di provinsi Izumo. Dia bertemu sepasang suami-istri yang menangis tersedu-sedu karena dulu memiliki 8 anak gadis tetapi Orochi sudah memakan tujuh, satu setiap tahunnya sekarang tahun dimana anak gadis terakhir akan disantap.

Dibuatlah kesepakatan bahwa Yamata no Orochi akan mati tetapi anak gadis itu akan menjadi istri Susanoo. Saat persembahan tiba, Susanoo mengubah sang gadis menjadi sisir, saat Yamata no Orochi tiba diberikanlah hidangan delapan kolam sake yang ditaruh di depan delapan gerbang. Orochi meminumnya dengan senang dan menjadi mabuk kemudian tertidur. Susanoo kemudian mencabut pedang dan membunuhnya.

3 komentar:

  1. Bakal lebih bagus kalau dikasih foto bijuu-nya. Hehehe.

    BalasHapus
  2. seperti kisah Naruto ya
    ternyata berasal dari mitologi Jepang juga

    BalasHapus
  3. @Haris : Iya nanti dilengkapin semua dengan foto :D

    @Hijau : Banyak Manga fantasy memang mengambil mitologi Jepang sendiri :D

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)