Rabu, 14 Oktober 2015

Makhluk Mitologi Sedunia : Giant atau Raksasa




Dalam mitologi yang ada di berbagai belahan dunia, raksasa adalah makhluk yang menyerupai manusia atau hewan, tetapi berukuran lebih besar. Dongeng dan legenda mengatakan bahwa raksasa merupakan mahkluk yang bodoh, suka menggangu, bahkan memakan manusia. Namun, ada bebarapa dongeng dan legenda yang menyatakan sebaliknya.

    Raksasa dianggap sebagai ancaman karena manusia tidak mampu menandingi ukuran serta tenaganya yang besar. Namun, tidak sedikit yang beranggapan bahwa raksasa adalah mahkluk yang dapat hidup berdampingan dengan manusia

    Raksasa juga sering muncul dalam kisah mitologi dan legenda sebagai makhluk yang selain berukuran besar, juga memiliki kekuatan yang menakjubkan. Dalam mitologi Yunani, muncul karakter Gigant dan Titan yang merupukan golongan tua dari dewa-dewi Yunani. Mereka tinggal di bawah tanah dan menyebabkan fenomena gempa bumi dan gunung meletus. Mitologi Yunani juga memunculkan Cyclop, yakni ras raksasa bermata satu. Kisahnya muncul dalam perjalanan Odyssey (Odysseus).

    Dalam mitologi Hindu, ada makhluk sejenis raksasa yang disebut Detya, Yaksa, Asura, dan Rakshasa. Mereka semua adalah makhluk supernatural berkekuatan kecil. Sebagian besar dari mereka bertentangan dengan para dewa dan suka mengganggu manusia. Beberapa diantara mereka berwujud manusia dan disebut “Manusyha Rakhsasa”, sebagian lagi pemuja dewa tertentu, tetapi setelah mereka mendapatkan anugerah, mereka menjadi takabur, dan berangsur-angsur menjadi jahat.

    Mitologi Skandinavia memunculkun karakter Jotun, salah satu dari makhluk supernatural yang berukuran besar. Sikap mereka bertentangan dengan para Aesir dan Vanir (dewa-dewi), tetapi kadang-kadang mereka menjalin hubungan dan menikah. Terdapat beberapa macam raksasa (jotun), seperti raksasa es (Hrimpursar), raksasa api (eldjotnar), dan raksasa gunung (Bergrisar).

    Giant atau raksasa digambarkan sebagai monster yang mempunyai kekuatan luar biasa dan ukuran lebih besar dari manusia. Mereka muncul di alkitab ( dalam cerita Raja David dan Goliath ). Dalam mitologi, mereka seringkali mempunyai konflik dengan dewa-dewa dan biasanya dihubung-hubungkan dengan kekacauan dan alam bebas. Mereka muncul bersamaan dengan kebudayan Yunani Kuno dengan nama Gigantes.

    Dalam mitologi Yunani, terdapat beberapa raksasa di antaranya Aloadai, Argus Panoptes, Athos, Enkelados, Gigant, Hekatonkheire, Cyclop, Orion, Patagon, Polibotes, dan Talos.


Argus Panoptes

Merupakan sosok raksasa laki-laki yang mempunyai mata banyak yang tinggal di Argolis. Awalnya, ia digambarkan mempunyai empat mata, tetapi kemudian mempunyai ratusan mata. Argus selalu waspada, bahkan ketika sedang tidur beberapa matanya tetap terbuka. Ia muncul dalam banyak cerita petualangan. Dia membunuh banteng yang mempora-porandakan Arcadia, membunuh Satyr karena mencuri sapi, membunuh Echidna, dan membalas dendam atas kematian Apis

    Suatu hari, Zeus mengubah Lo menjadi sapi untuk menutupi pengkhianatannya. Namun, Hera tetap curiga dan menugaskan Argus untuk menjaga sapi itu. Untuk membebaskan Lo, Zeus pun mengirim Hermes. Hermes menyamar menjadi gembala dan menidurkan Argus dengan lantunan musiknya sebelum akhirnya membunuh Argus dengan pedangnya. Oleh karena membunuh Argus, Hermes mendapat julukan Argeiphontes.

    Setelah Argus mati, Hera meng-ambil semua mata Argus dan memasangnya di ekor burung kesayangannya, merak.


Asura

Asura dalam ajaran agama Hindu adalah bangsa Daitya, kadangkala disamakan dengan raksasa atau makhluk yang jahat. Memilki sisi negatif, yakni memusuhi para dewa. Meskipun demikian, beberapa Asura merupakan dewa, seperti Kubera, golongan bangsa Yaksa yang merupakan dewa keuangan dan kekayaan. Para Asura mengatur fenomena sosial di muka bumi, seperti Baruna, dewa air. Sementara beberapa dewa mengatur fenomena alam, seperti Indra, dewa hujan, dewa petir, dan dewa cuaca.

    Dalam beberapa kitab, para dewa adalah golongan bangsa yang memiliki sifat mulia, sedangkan Asura sebaliknya. Ada yang disebut daiwi sampad, yakni sifat-sifat mulia (sifat para dewa) dan sifat-sifat buruk atau asuri sampad (sifat para asura). Sifat buruk para Asura yakni angkuh, membanggakan diri, marah, bodoh, bertindak kasar, keras kepala, gila harta, dan menganggap diri-sendiri paling penting.

Terdapat cukup banyak nama Asura atau raksasa, antara lain sebagai berikut:

Agasura

Dalam Kitab Bhagawatapurana. Agasura adalah nama seorang Asura yang dikirim oleh Kamsa untuk membunuh Kresna. Ia merupakan saudara dari Putana dan menjadi pengikut Kamsa. Asura tersebut terkenal dengan berbagai rencana jahatnya.

Bakasura

Dalam mitologi Hindu. Raksasa Baka atau Bakasura adalah nama seorang raksasa. Dalam Kitab Mahabharata, Bakasura merupakan raksasa pemakan manusia yang tinggal di sebuah gua sebelah gunung dekat wilayah Ekacakra selama kurang lebih tiga belas tahun, sampai akhirnya Bima dari Kerajaan Kuru datang dan membunuhnya. Dalam kitab Bagawatapurana, Bakasura merupakan raksasa yang dibunuh oleh Kresna.

Hiranyakasipu

Dalam mitologi Hindu, Hiranyakasipu adalah seorang bangsa asura dan juga bangsa Dravida. Adiknya, Hiranyaksa, dibunuh oleh Wahara, salahsatu awatara Wisnu. Semenjak saat itu, ia membenci Dewa Wisnu dan seluruh pengikutnya.

Hiranyaksa

Dalam mitologi Hindu, Hiranyaksa adalah seorang Asura dari bangsa Daitya. Ia disebut Raja Dravida. Ia dibunuh oleh Waraha ketika hendak menenggelamkan bumi ke lautan kosmik.

Kalayawana

Dalam mitologi Hindu, Kalayawana adalah nama seorang raksasa. Ia merupakan putra dari Brahmana bernama Gangia

Rahu

Rahu merupakan salah satu Asura yang mencoba mendapatkan minuman keabadian atau tirta amerta. Kelicikannya membuat ia dipenggal oleh Wisnu.

Tarakasura

Asura Taraka atau Tarakasura adalah nama seorang raja asura (raksasa) dalam mitologi Hindu, putra Bajrangga dan Waranggi. Ia merupakan bapak dari Tarakasaka, Kamalasaka, dan Widyumalika. Menurut Purana, Tarakana terlahir untuk memberikan bencana kepada para dewa. Menurut matsyapurana, Waranggi mengandung selama beribu tahun. Kelahirannya ditandai oleh gempa bumi dan gelombang besar di lautan.

Detya

Dalam bahasa Samsekerta kata ‘Detya’ seceara harafiah berarti ‘keturunan Diti’. Dalam mitologi Hindu, Detya adalah sejenis makhluk jahat sebangsa raksasa keturunan Diti dan Bhagawan Kasyapa. Para Detya sering bertikai dengan para Aditya atau para dewa, meskipun mereka merupakan saudara seayah. Detya yang terkenal adalah Hiranyaksa, Hiranyaksipu, dan Mahabali. Kadangkala, mereka juga disebut Asura.


Cyclops

Cyclop adalah makhluk dalam mitologi Yunani bertubuh raksasa dan memiliki satu mata. Awalnya hanya ada tiga Cyclop yang merupakan anak dari Gaia dan Uranus. Mereka adalah Arges, Brontes, dan Steropes. Oleh karena penampilan mereka yang mengerikan, Uranus memenjarakan para Cyclop di Tartaros bersama Hekatonkhire. Para Cyclop dibebaskan dari Tartaros oleh Zeus yang membutuhkan bantuan dalam perang melawan Titan. Cyclop yang memang ahli dalam menempa besi kemudian membuatkan petir untuk Zeus, trisula untuk Poseidon, dan helm ajaib untuk Hades. Setelah dewa Olimpus memenangkan perang, para Cyclop bekerja bersama hefaistos, dewa api, dan pandai besi. Salah satu Cyclop yang terkenal adalah Polifermos, yang pernah berkonfrontasi dengan Odisseus


Hecatoncheires

Hecantoncheires berarti “seratus tangan” dan mempunyai 50 kepala. Makhluk ini terdiri dari tiga jenis, yaitu Briaereus yang juga dipanggil Aegaeon, Cottus, dan Gyges yang juga dipanggil Gyes. Mereka lahir dari Gaia dan Uranus. Oleh karena hubungan mereka yang buruk dengan Uranus maka mereka dipaksa Uranus untuk kembali lagi ke dalam rahim Gaia. Hal ini menyebabkan pemberontakan Gaia terhadap Uranus. Ketika Cronus mempunyai kekuatan, ia memenjarakan mereka di Tartarus. Mereka dibebaskan oleh Zeus dan bertarung bersama Zeus melawan Titans. Mereka mampu melemparkan batu-batu yang sangan besar 100 kali lebih banyak darpida lawannya. Salah satu dari mereka, yaitu Briareus menjadi penjaga Zeus.


Patagon


Patagon atau raksasa Patagonia adalah ras mitologi, yang pertama kali muncul di Eropa tepatnya di wilayah Patagonia. Mereka memiliki tinggi dua kali dari tinggi manusia biasa, yaitu 12 – 15 m atau lebih. Cerita mengenai Patagon ini terus dipercaya selama 250 tahun, hingga dibuktikan kebohongannya pada akhir abad ke- 18.


Talos

Talos atau Talon adalah raksasa yang tubuhnya terbuat dari perunggu. Talos melindungi Europa di Kreta dari gangguan bajak laut dengan cara mengelilingi pulau tersebut tiga kali sehari. Talos diceritakan sebagai hadiah dari Hefaistos untuk Minos. Hefaistos membuat Talos dengan bantuan para Cyclop. Talos juga disebut sebagai hadiah Zeus untuk Europa. Talos memiliki satu pembuluh darah yang memanjang dari leher ke pergelangan kakinya dan ditutup dengan satu buah paku perunggu. Dalam kisah Jason dan para Argonaut tiba di Kreta, Talos sebagai penjaga pulau langsung melemparkan bongkahan batu besar kepada para Argonaut. Menurut Apollodoros, Medeia menyuruh para Ker  untuk membuat talos menjadi gila sampai Talos mencabut paku yang menutup pembuluh darahnya. Talos pun akhirnya mati karena kehabisan darah.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)