Jumat, 16 Oktober 2015

Makhluk Mitologi Sedunia : Sapi dan Gajah





Walaupun ada beberapa makhluk mitologi di bawah ini tidak sepenuhnya berwujud gajah, setidaknya dari gambaran yang ada mengambil bentuk gajah sebagai bagian yang terlihat jelas.

Apis

Apis merupakan salah satu nama makhluk dalam mitologi Mesir. Nama ini menunjukkan pada seekor sapi jantan yang dianggap suci dalam mitologi masyarakat Mesir. Apis termasuk dalam jejeran nama-nama hewan yang penting pada zaman Mesir Kuno. Sapi ini dilahirkan dari pancaran cahaya yang mengalir dari bulan. Kelahirannya disambut dengan sukacita. Masa kematiannya terjadi setelah 25 tahun. Apis dikorbankan dan dibakar dalam suatu pertunjukkan yang besar. Dalam masa itu, orang-orang mesir akan bersedih dan akan mencukur kepalanya. Masa kedukaan tersebut akan berlanjut sampai muncul Apis yang baru. Sapi jantan  tersebut mempunyai tanda yang menunjukkan bahwa ia merupkan benar-benar apis. Tanda itu berupa segitiga berwarna putih di kepala, ada bentuk rajawali pada punggungnya, dan ada semacam benjolan di lidahnya.

    Apis serinig diidentikkan dengan kesuburan dan suatu regenarasi atu pembaruan. Hal ini dikarenakan Apis mempunyai hubungan dengan dewa kebangkitan dan juga dewa kelahiran. Para dewa ini memberi kekuasaannya kepada Apis.


Airawata


Dalam mitologi Hindu, Airawata adalah nama seekor gajah putih, wahana dewa Indra. Airawata merupakan putra dari Irawati, salah satu putri Daksa. Dalam mitologi Hindu, Airawata ditunggangi oleh Indra yang membawa senjata Bajra, sambil membasmi makhluk jahat. Menurut mitologi Hindu, Airawata merupakan salah satu gajah penjaga alam semseta. Ia dianggap sebagai pemimpin para gajah.

    Di Thailand, Airawata disebut Era-wan. Erawan digambarkan sebagi gajah yang besar, memiliki tiga kepala, atau kadangkala berjumlah 33. Kepala-kepala  tersebut digambarkan memliki lebih dari dua gading. Beberapa patung menggambarkan Dewa Indra mengendarai Erawan.


Lembuswana

    Makhluk mitologi ini sering idunakan sebagai simbol dalam kerajaan kuno seperti Mulawarman, dan di Dome Sunan Prapen. Lembuswana adalah binatang dengan kepala berbentuk gajah yang memiliki sebuah mahkota yang memiliki sepasang sayap dan pada keempat kakinya memiliki tanduk atau taji (seperti ayam). Masih menurut mitos seputar orang Sungai Mahakam, Lembuswana adalah penguasa yang hidup dan memerintah dengan dasar sungai Mahakam.


    Dalam mitologi masyarakat Kutai, Lembuswana adalah hewan yang hidup sejak zaman Kerajaan Kutai. Lembuswana menjadi lambang Kerajaan Kutai hingga Kesultanan Kutai Kartanegara.

    Lembuswana dicirikan berkepala singa, bermahkota (melambangkan keperkasaan seorang raja yang dianggap seperti dewa), berbelalai gajah (melambambang dewa Ganesha sebagai dewa kecerdasan), bersayap garuda, dan bersisik ikan.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)