Jumat, 16 Oktober 2015

Makhluk Mitologi Sedunia : Sirens




Dalam mitologi Yunani, Sirens atau Seirenes adalah makhluk legendaris, termasuk kaum Naiad (salah satu kaum Nymph yang hidup di air) yang hidup di lautan. Mereka berwujud setengah wanita setengah burung. Mereka tinggal di sebuah pulau yang bernama Sirenum Scopuli. Menurut beberapa tradisi, mereka tinggal di Tanjung Pelorum, Pulau Anthemusa, dan pulau Sirenusian dekat Paisatum. Semuanya adalah tempat-tempat yang dikelilinngi oleh batu karang dan tebing. Mereka menyanyikan lagu-lagu memikat hati yang membuat para pelayar terbuai. Orang yang mendengar nyanyian mereka akan menjadi tidak sadarkan diri, sebagian meabrakkan kapal mereka ke batu karang, dan sebagian akan menenggelaman diri ke laut.

    Para Sirens awalnya adalah para perempuan pelayan Persefone. Ketika Persefon diculik oleh Hades, Demeter memberi dayap untuk ikut mencari Persefone. Para Sirens akhirnya menyerah lalu tinggal di Pulai Aanthemoessa.

    Dalam kisah perjalanan Odisseus, dia haus melewati tempat para Sirens. Dia menyuruh awak kapalnya untuk menyumbat telninga mereka dengan lilin agar tidak mendengar nyanyian Sirens. Odisseus sendiri lebih memilih untuk diikat di tiang kapal dan tidak mau telinganya disumbat karena dia penasaran dengan nyanyian Sirens. Ketika akhirnya ia mendengar suara merdu para Sirens, ia memberontak dan menyuruh awak kapalnya agar melepas tali yang mengikatnya. Para awak kapalnya tentu saja menolah. Ketika kapal mereka sudah jauh dari Sirens dan Odisseus menjadi tenang, barulah ikatannya dilepaskan.

    Para Argonaut juga pernah bentrok dengan para Sirens. Para Sirens menyanyikan lagu untuk membunuh para Argonaut. Namun, salah seorang Argonaut adalah Orfeus, seorang musisi yang hebat. Orfeus lalu memainkan musik yang lebih merdu dari nyanyian para Sirens. Kesal karena kalahm para Sirens akhirnya menceburkan diri ke laut.

    Di Yunani, pada mulanya Sirens dilukiskan sebagai burung berkepala besar dengan kaki bersisik, kadang-kadang juga sebagai bayangan hantu seekor singa singa. Kemudian, mereka dilukiskan sebagai sosok wanita berkaki burung dengan atau tanpa sayap yang memainkan alat musik, khusunya harpa. Dalam Ensiklopedia abad ke-10, menerangkan bahwa wujud Sirens dari dada ke atas menyerupai burung gereja, sedangkan badan bagian bawah adalah wanita. Atau kadang-kadang mereka dilukiskan sebagai burung kecil berwajah wanita. Wujud burung dipilih karena kelebihan mereka, yakni suaranya yang merdu. Pada masa-masa berikutnya, sirens terkadang dilukiskan sebagai wanita cantik atau bahkan putri duyung. Dalam bebearpa bahasa (seperti Spanyol, Perancis, Italia, Polandia, atau Portugis) kata yang digunakan untuk merujuk pada putri duyung adalah ‘Sirens; ‘Sirena; ‘Syrena’, atau ‘Sereia’ yang membingungkan penerjamahan antara ‘putri duyung’ atau ‘Sirens’(mitologi). Dalam bahasa Inggris, ‘sirens’ tidaak selamanya berarti ‘putri duyung’.


Mermaid (Putri Duyung)

Mermaid (atau merman untuk laki-laki) telah dbicarakan sejak tahun 5000 SM. Bahkan Christopher Colombus mengatakan pernah melihatnya dalam perjalanan. Dalam cerita  dongeng Inggris, mereka dianggap sebagai peringatan akan kutukan atau bencana.

    Menurut legenda, putri duyung adalah makhluk air yang memiliki kepala dan tubuh layaknya seorang perempuan serta kaki menyerupai ekor ikan. Ikan duyung hidup di dasar laut dan dikatakan merupakan seorang putri yang telah dikutuk sebagian anggota badannya dari pinggang hingga ke kaki menjadi ikan.

    Putri duyung merupakan makhluk legendari yang ceritanya sudah beredar berabad-abad yang lalu. Mereka termasuk salah satu makhluk legendari separuh manusia separuh hewan. Cerita mengenai wujud putri duyung hampir sama dalam semua di dunia. Dalam mitologi Yunani, menyembah putri duyung sebagai dewa laut yang dikenal sebagai Ea atau Oannes yang digambarkan sebagai duyung jantan.

    Cerita   tentang putri duyung pertama kali ditemukan di Assyria. Cerita itu berikisah tentang Dewi Atargatis, Ibu dari Ratu Assyria, Semiramis. Dewi Atargatis jatuh hati pada seorang gembala, kemudian terbunuh olehnya. Oleh karena malu, ia menceburkan diri ke danau untuk mengubah diri menjadi ikan. Namun, air tidak dapat mengubah dirinya sepenuhnya karena ia masih memiliki kekuatan sebagai seorang Dewi. Akhirnya, hanya separut tubuhnya yang menjadi ikan.

    Legenda Yunani yang terkenal menceritakan bahwa putri duyung adalah Thessalonike, adik Alexander Agung yang berubah menjadi duyung setelah meninggal. Dia hidup setelah mati sebagai putri duyung di Laut Aegea, dan selalu menanyakan nasib kakaknya.


Melusina


Dalam legenda dan dongeng Eropa, Melusina adalah makhluk air legendaris yang berasal dari mata air dan sungai sakral. Melusina dilukiskan berwujud wanita dari kepala sampai pinggang, sedangkan berwujud ular atau ikan(kebanyak seperti putri duyung) dari pinggang baawah, Melusina juga bersayap, dengan memiliki dua ekor.


Triton

Dalam mitologi Yunani, Triton adalah dewa laut dan pembawa pesan di lautan. Triton adalah anak Poseidon dan Amfirit, dewi laut. Dia biasanya digambarkan bertubuh setengah manusia setengah ikan. Tubuhnya berwarna air laut dan di bahunya terdapat kerang laut.

    Triton membawa terompet berbentuk keong yang jika ditiup akan menenangkan atau membuat ombak. Suara terompet tersebut mampu membuat raksasa ketakutan.



0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)